Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Foto: Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra meminta Pemerintah Kota (Pemkot) fokus menuntaskan proyek pembangunan Terowongan Samarinda yang berada di Kelurahan Selili, Samarinda Ilir pada tahun 2025 ini.
Ia menekankan, setelah disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Samarinda, Pemkot harus segera menuntaskan proyek tersebut.
Apalagi, sempat terjadi insiden tanah longsor di proyek terowongan beberapa waktu lalu. Hal ini menambah pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk meanmbah porsi anggaran penanganan bencana tersebut.
"Ini program prioritas, karena kita sudah telanjur menganggarkan sangat besar. Kalau kemudian tidak berlanjut gara-gara anggaran kecil kan sayang," ujar Samri, Rabu (8/10/2025).
Jika perlu, lanjut dia, menunda program yang kurang penting untuk dialihkan ke pembangunan terowongan. Supaya proyek ini terowongan tidak terkesan setengah jalan, mengingat besarnya anggaran yang dikucurkan untuk proyek tersebut.
"mau tidak mau harus ada yang dikalahkan (menunda program lain untuk pembangunan proyek terowongan). Tinggal lah dulu program yang kira-kir bisa ditunda. Karena terowongan ini sudah ditunggu masyarakat," tegasnya.
Terlebih, proyek pembangunan terowongan hanya tinggal berjalan sedikit hingga rampung dikerjakan.
Oleh krena itu, dia mendorong Pemkot lebih memprioritaskan pembangunan yang sudah berjalan sejauh ini.
"Ini kan tinggal sedikit saja, harus segera dituntaskan supaya bisa digunakan oleh masyarakat di Samarinda," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Foto: Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra meminta Pemerintah Kota (Pemkot) fokus menuntaskan proyek pembangunan Terowongan Samarinda yang berada di Kelurahan Selili, Samarinda Ilir pada tahun 2025 ini.
Ia menekankan, setelah disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Samarinda, Pemkot harus segera menuntaskan proyek tersebut.
Apalagi, sempat terjadi insiden tanah longsor di proyek terowongan beberapa waktu lalu. Hal ini menambah pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk meanmbah porsi anggaran penanganan bencana tersebut.
"Ini program prioritas, karena kita sudah telanjur menganggarkan sangat besar. Kalau kemudian tidak berlanjut gara-gara anggaran kecil kan sayang," ujar Samri, Rabu (8/10/2025).
Jika perlu, lanjut dia, menunda program yang kurang penting untuk dialihkan ke pembangunan terowongan. Supaya proyek ini terowongan tidak terkesan setengah jalan, mengingat besarnya anggaran yang dikucurkan untuk proyek tersebut.
"mau tidak mau harus ada yang dikalahkan (menunda program lain untuk pembangunan proyek terowongan). Tinggal lah dulu program yang kira-kir bisa ditunda. Karena terowongan ini sudah ditunggu masyarakat," tegasnya.
Terlebih, proyek pembangunan terowongan hanya tinggal berjalan sedikit hingga rampung dikerjakan.
Oleh krena itu, dia mendorong Pemkot lebih memprioritaskan pembangunan yang sudah berjalan sejauh ini.
"Ini kan tinggal sedikit saja, harus segera dituntaskan supaya bisa digunakan oleh masyarakat di Samarinda," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)