DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Minta Pemkot Perketat Pengawasan Seleksi di Sekolah Unggulan Samarinda 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 Maret 2025 pukul 16:33 WITA

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa pihaknya tidak khawatir terkait potensi praktik suap menyuap dalam penerimaan siswa di sekolah unggulan berbasis internasional yang ada di Loa Bakung, Sungai Kunjang. 

    Ia ingin agar pemerintah kota dapat memastikan bahwa seleksi masuk akan dilakukan secara ketat berdasarkan tes dan indikator yang jelas.  

    Hal itu menurutnya untuk mengurai kekhawatiran beberapa pihak yang risau akan munculnya praktik rasuah. 

    "Itu nanti kembali ke sekolah dan bagaimana pengawasan dilakukan di sana. Yang pasti, yang masuk ke sekolah ini harus melalui tes. Jadi, seleksinya benar-benar berdasarkan kemampuan dan kompetensi siswa," ujar Latisi.  

    Untuk memastikan seleksi berjalan dengan transparan, ia menekankan pentingnya pengawasan dari pemerintah kota dan DPRD. 

    "Tinggal bagaimana pengawasan ketat dari Pemkot dan DPRD supaya target yang diinginkan itu tercapai," tambahnya.  

    Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut sebagai sekolah unggulan diharapkan bisa menjadi proyek percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Samarinda. 

    Sebab, ia mengatakan bahwa minimal dalam setiap daerah memiliki satu sekolah unggulan yang menjadi percontohan. Sehingga dengan terbangunnya sekolah yang digadang bakal berbasis internasional ini, ia berharap tak meluputkan kewajiban pemerintah kota untuk tetap memperhatikan sekolah-sekolah yang lain. 

    Saat ini, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mulai melakukan seleksi pengurus sekolah tersebut, termasuk kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik lainnya.  
    Sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2025. Dengan sistem seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan sekolah ini dapat mencetak lulusan berkualitas serta menjadi model bagi pengembangan pendidikan di Samarinda. 

    "Harapannya bisa menular ke sekolah lain di Samarinda," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Minta Pemkot Perketat Pengawasan Seleksi di Sekolah Unggulan Samarinda 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 Maret 2025 pukul 16:33 WITA

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa pihaknya tidak khawatir terkait potensi praktik suap menyuap dalam penerimaan siswa di sekolah unggulan berbasis internasional yang ada di Loa Bakung, Sungai Kunjang. 

    Ia ingin agar pemerintah kota dapat memastikan bahwa seleksi masuk akan dilakukan secara ketat berdasarkan tes dan indikator yang jelas.  

    Hal itu menurutnya untuk mengurai kekhawatiran beberapa pihak yang risau akan munculnya praktik rasuah. 

    "Itu nanti kembali ke sekolah dan bagaimana pengawasan dilakukan di sana. Yang pasti, yang masuk ke sekolah ini harus melalui tes. Jadi, seleksinya benar-benar berdasarkan kemampuan dan kompetensi siswa," ujar Latisi.  

    Untuk memastikan seleksi berjalan dengan transparan, ia menekankan pentingnya pengawasan dari pemerintah kota dan DPRD. 

    "Tinggal bagaimana pengawasan ketat dari Pemkot dan DPRD supaya target yang diinginkan itu tercapai," tambahnya.  

    Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut sebagai sekolah unggulan diharapkan bisa menjadi proyek percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Samarinda. 

    Sebab, ia mengatakan bahwa minimal dalam setiap daerah memiliki satu sekolah unggulan yang menjadi percontohan. Sehingga dengan terbangunnya sekolah yang digadang bakal berbasis internasional ini, ia berharap tak meluputkan kewajiban pemerintah kota untuk tetap memperhatikan sekolah-sekolah yang lain. 

    Saat ini, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mulai melakukan seleksi pengurus sekolah tersebut, termasuk kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik lainnya.  
    Sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2025. Dengan sistem seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan sekolah ini dapat mencetak lulusan berkualitas serta menjadi model bagi pengembangan pendidikan di Samarinda. 

    "Harapannya bisa menular ke sekolah lain di Samarinda," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)