DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Minta Pemkot Maksimalkan PAD Samarinda

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2025 pukul 23:35 WITA

    Katua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra terus mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memenuhi seluruh kekurang fiskal daerah.

    Hal ini ditekankan Samri, di tengah gelombang pemangkasan Anggaran Pendaptan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda yang digadang bakal turut sebesar 75 persen pada tahun 2026 mendatang.

    "Kami mendorong pemerintah berkreasi dan kreatif dalam meningkatkan PAD," kata Samri, Senin (20/10/2025).

    Menurutnya, peningkatan PAD menjala satu-satunya jalan untuk keluar dari himpitan kekurangan anggarn akibat pemangkasan oleh pemerintah pusat.

    "Kita harus berpikir kreatif untuk mencari sumber pendapatan lain. Tapi jangan sampai mengorbankan masyarakat," tegasnya.

    Sebab, dia bilang banyak potensi-potensi yang dapat dimaksimalkan tanpa harus membebankan masyarakat untuk meningkatkan PAD Samarinda.

    Seperti retribusi pajak parkir, sebenarnya bisa ditingkatkan lebih optimal lagi. Tetapi, sejauh ini masih banyak terlepas dari pengawasan dari pemerintah.

    Sehingga banyak menciptakan juru parkir liar dan tidak dapat dimanfaatkan untuk pemasukan daerah.

    "Samarinda terkenal dengan lahan parkirnya dimana-mana, masyarakat sudah membayar banyak tetapi tidak dimaksimalkan. Kalau bisa dikelola tentu akan menghasilkan puluhan miliar," serunya.

    Selain itu, juga bisa memanfaatkan aset pemerintah untuk dijadikan objek wisata, sentra Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga pergudangan.

    "Banyak lahan tidur yang bisa disulap menjadi tempat kormersil. Bisa jadi tempat wisata, gudang bahkan tempat kuliner," imbuhnya.

    Ia berharap, pemerintah bisa lebih jeli melihst potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemasukan daerah.

    Tidak hanya berpatokan pada perpajakan yang berpotensi menambah beban bagi masyarakat di Samarinda.

    "Jangan juga mencari jalan pintas dengan meningkatkan PBHTB dan pajak lainnya. Karena ini akan berpengaruh kepada perekonomian masyarakat," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Minta Pemkot Maksimalkan PAD Samarinda

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2025 pukul 23:35 WITA

    Katua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra terus mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memenuhi seluruh kekurang fiskal daerah.

    Hal ini ditekankan Samri, di tengah gelombang pemangkasan Anggaran Pendaptan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda yang digadang bakal turut sebesar 75 persen pada tahun 2026 mendatang.

    "Kami mendorong pemerintah berkreasi dan kreatif dalam meningkatkan PAD," kata Samri, Senin (20/10/2025).

    Menurutnya, peningkatan PAD menjala satu-satunya jalan untuk keluar dari himpitan kekurangan anggarn akibat pemangkasan oleh pemerintah pusat.

    "Kita harus berpikir kreatif untuk mencari sumber pendapatan lain. Tapi jangan sampai mengorbankan masyarakat," tegasnya.

    Sebab, dia bilang banyak potensi-potensi yang dapat dimaksimalkan tanpa harus membebankan masyarakat untuk meningkatkan PAD Samarinda.

    Seperti retribusi pajak parkir, sebenarnya bisa ditingkatkan lebih optimal lagi. Tetapi, sejauh ini masih banyak terlepas dari pengawasan dari pemerintah.

    Sehingga banyak menciptakan juru parkir liar dan tidak dapat dimanfaatkan untuk pemasukan daerah.

    "Samarinda terkenal dengan lahan parkirnya dimana-mana, masyarakat sudah membayar banyak tetapi tidak dimaksimalkan. Kalau bisa dikelola tentu akan menghasilkan puluhan miliar," serunya.

    Selain itu, juga bisa memanfaatkan aset pemerintah untuk dijadikan objek wisata, sentra Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga pergudangan.

    "Banyak lahan tidur yang bisa disulap menjadi tempat kormersil. Bisa jadi tempat wisata, gudang bahkan tempat kuliner," imbuhnya.

    Ia berharap, pemerintah bisa lebih jeli melihst potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemasukan daerah.

    Tidak hanya berpatokan pada perpajakan yang berpotensi menambah beban bagi masyarakat di Samarinda.

    "Jangan juga mencari jalan pintas dengan meningkatkan PBHTB dan pajak lainnya. Karena ini akan berpengaruh kepada perekonomian masyarakat," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)