DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kritik Temuan Plafon Roboh di SD Negeri 007 Samarinda, Anhar Sebut Ada Disparitas Antarsekolah

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    21 Oktober 2025 pukul 19:11 WITA

    Salah satu ruang kelas di SD Negeri 007 Samarinda nampak roboh (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Temuan plafon roboh di salah satu kelas di Sekolah Dasar (SD) Negeri 007 Samarinda, Kelurahan Sidomulyo, Samarinda Ilir, menuai kritik tajam Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.

    Kritikan ini dilontarkannya, usai melakukan peninjauan kesejumlah sekolah dasar, termasuk SD Negeri 007 Samarinda, Selasa (21/10/2025).

    Menurut Anhar, temuan kerusakan pada bangunan sekolah menjadi bukti nyata adanya disparitas dalam pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan di Samarinda.

    Padahal, anggaran fisik yang digelontorkan untuk sektor pendidikan di Samarinda tidak sedikit. Setidaknya porsi anggaran yang disisihkan untuk pembangunan fisik mencapai Rp317 miliar untuk ditahun 2025 ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda.

    Anhar tampak miris melihat ketimpangan yang terjadi pada bangunan sekolah, khususnya di SD Negeri 007 Samarinda ini. Di mana para peserta didik harusnya mendapat fasilitas terbaik, tapi justru sebaliknya.

    Oleh karena itu, dia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan perhatian serius untuk menyamaratakan setiap fasilitas sekolah, terutama bangunan fisiknya.

    "Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan kita ini masih ada ketimpangan gitu loh. Ada yang bagus sekali, ada yang jauh dari standar," sebut Anhar kepada Seputarfakta.com.

    Lebih lanjut, ia menimpali anggaran yang begitu besar dan disetujui oleh lembaga legislatif, mestinya tidak lagi terjadi kesenjangan antarasekolah di Samarinda.

    Pasalnya, hal ini menjadi barometer pendidikan untuk memperlihatkan kemajuan sektor pendidikan di tengah ibu kota Kalimantan Timur ini.

    "Samarinda ini adalah ibu kota Kaltim, tidak boleh lagi ada yang seperti ini. Lah nyatanya kan ini masih banyak," cibirnya.

    Tak hanya itu, dirinya juga mempertanyakan konsitensi pemerintah dalam membenahi infrastruktur pendidikan. Kesenjangan yang terjadi disetiap sekolah di Samarinda ini, menjadi catatan khusus bagi Pemkot.

    Hal ini, dikarenakan, tidak hanya mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar, tetapi juga berpotensi membahayakan para murid sewaktu-waktu.

    "Ditakutkan nanti plafonnya jatuh dan menimpa anak-anak kita. Ini sudah tidak mencerminkan pembangunan yang tidak profesional," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kritik Temuan Plafon Roboh di SD Negeri 007 Samarinda, Anhar Sebut Ada Disparitas Antarsekolah

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    21 Oktober 2025 pukul 19:11 WITA

    Salah satu ruang kelas di SD Negeri 007 Samarinda nampak roboh (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Temuan plafon roboh di salah satu kelas di Sekolah Dasar (SD) Negeri 007 Samarinda, Kelurahan Sidomulyo, Samarinda Ilir, menuai kritik tajam Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.

    Kritikan ini dilontarkannya, usai melakukan peninjauan kesejumlah sekolah dasar, termasuk SD Negeri 007 Samarinda, Selasa (21/10/2025).

    Menurut Anhar, temuan kerusakan pada bangunan sekolah menjadi bukti nyata adanya disparitas dalam pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan di Samarinda.

    Padahal, anggaran fisik yang digelontorkan untuk sektor pendidikan di Samarinda tidak sedikit. Setidaknya porsi anggaran yang disisihkan untuk pembangunan fisik mencapai Rp317 miliar untuk ditahun 2025 ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda.

    Anhar tampak miris melihat ketimpangan yang terjadi pada bangunan sekolah, khususnya di SD Negeri 007 Samarinda ini. Di mana para peserta didik harusnya mendapat fasilitas terbaik, tapi justru sebaliknya.

    Oleh karena itu, dia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan perhatian serius untuk menyamaratakan setiap fasilitas sekolah, terutama bangunan fisiknya.

    "Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan kita ini masih ada ketimpangan gitu loh. Ada yang bagus sekali, ada yang jauh dari standar," sebut Anhar kepada Seputarfakta.com.

    Lebih lanjut, ia menimpali anggaran yang begitu besar dan disetujui oleh lembaga legislatif, mestinya tidak lagi terjadi kesenjangan antarasekolah di Samarinda.

    Pasalnya, hal ini menjadi barometer pendidikan untuk memperlihatkan kemajuan sektor pendidikan di tengah ibu kota Kalimantan Timur ini.

    "Samarinda ini adalah ibu kota Kaltim, tidak boleh lagi ada yang seperti ini. Lah nyatanya kan ini masih banyak," cibirnya.

    Tak hanya itu, dirinya juga mempertanyakan konsitensi pemerintah dalam membenahi infrastruktur pendidikan. Kesenjangan yang terjadi disetiap sekolah di Samarinda ini, menjadi catatan khusus bagi Pemkot.

    Hal ini, dikarenakan, tidak hanya mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar, tetapi juga berpotensi membahayakan para murid sewaktu-waktu.

    "Ditakutkan nanti plafonnya jatuh dan menimpa anak-anak kita. Ini sudah tidak mencerminkan pembangunan yang tidak profesional," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)