Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuat skema pembangunan yang menyasar pada kebutuhan dasar masyarakat.
Anhar menjelaskan, pembangunan di Kota Samarinda memang terus menunjukan perkembangan pesat, baik infrastruktur, sarana dan prasarana hingga fasilitas lainnya. Tetapi, masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum tersentuh seperti distribusi air bersih di pinggiran kota.
"Pembangunan memakan anggaran hingga triliunan, tetapi masih banyak masyarakat mengeluhkan terkait distribusi air yang belum merata," ujar Anhar, Rabu (16/7/2025).
Ia mengungkapkan, salah satu wilayah yang belum tersentuh air bersih yakni Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran." Ironisnya bertahun-tahun warga belum mendapat sokongan air bersih dari PDAM," paparnya.
Ia menekankan, pemerintah mesti mengevaluasi arah kebijakan pembangunan saat ini. Sebab, kebutuhan mendasar bagi masyarakat paling utama, ketimbang menggaungkan proyek strategis yang memakan porsi anggaran besar.
Terlebih, masyarakat hanya mengandalkan jasa swasta dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Sehingga perlu memberikan perhatian khusus agar apa yang dibutuhkan masyarakat benar-benar terjamin.
"Terpenting bagaimana pelayanan kepada masyarakat, terutama air bersih untuk kebutuhan warga," terangnya.
Keluhan masyarakat tersebut, kata dia, menunjukan bahwa arah pembangunan saat ini belum menyentuh masyarakat secara mendalam. Maka perlunya memperhatikan aspek dasar kebutuhan rakyat sebelum melanjutkan pembangunan yang besar.
"Pembangunan seperti terowongan, teras Samarinda hingga revitalisasi pasar memakan anggaran besar, tapi air bersih saja warga tidak terpenuhi. Ini terus disampaikan warga agar ada distribusi air bersih didaerahnya," tegas Anhar. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuat skema pembangunan yang menyasar pada kebutuhan dasar masyarakat.
Anhar menjelaskan, pembangunan di Kota Samarinda memang terus menunjukan perkembangan pesat, baik infrastruktur, sarana dan prasarana hingga fasilitas lainnya. Tetapi, masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum tersentuh seperti distribusi air bersih di pinggiran kota.
"Pembangunan memakan anggaran hingga triliunan, tetapi masih banyak masyarakat mengeluhkan terkait distribusi air yang belum merata," ujar Anhar, Rabu (16/7/2025).
Ia mengungkapkan, salah satu wilayah yang belum tersentuh air bersih yakni Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran." Ironisnya bertahun-tahun warga belum mendapat sokongan air bersih dari PDAM," paparnya.
Ia menekankan, pemerintah mesti mengevaluasi arah kebijakan pembangunan saat ini. Sebab, kebutuhan mendasar bagi masyarakat paling utama, ketimbang menggaungkan proyek strategis yang memakan porsi anggaran besar.
Terlebih, masyarakat hanya mengandalkan jasa swasta dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Sehingga perlu memberikan perhatian khusus agar apa yang dibutuhkan masyarakat benar-benar terjamin.
"Terpenting bagaimana pelayanan kepada masyarakat, terutama air bersih untuk kebutuhan warga," terangnya.
Keluhan masyarakat tersebut, kata dia, menunjukan bahwa arah pembangunan saat ini belum menyentuh masyarakat secara mendalam. Maka perlunya memperhatikan aspek dasar kebutuhan rakyat sebelum melanjutkan pembangunan yang besar.
"Pembangunan seperti terowongan, teras Samarinda hingga revitalisasi pasar memakan anggaran besar, tapi air bersih saja warga tidak terpenuhi. Ini terus disampaikan warga agar ada distribusi air bersih didaerahnya," tegas Anhar. (Adv)
(Sf/Rs)