DPRD Kota Samarinda

    DPRD Dukung Rencana Pemkot Ubah Festival Desa Budaya Pampang Bertaraf Internasoinal, Viktor Harap Masyarakat Adat Penyesuaian

    Seputarfakta.com - Umar Daud -

    DPRD Kota Samarinda

    20 Juni 2025 07:43 WIB

    Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, turut hadir pada perayaan Festival Budaya Dayak Kenyah Desa Pampang, Kamis (19/6/2025). 

    Dalam keterangannya, pesta adat Dayak di Desa Budaya Pampang terus diselenggarakan setiap tahunnya. Pagelaran tersebut disebut-sebut juga sebagai bentuk rasa syukur atas panen raya oleh para petani setempat, yang sudah diturunkan oleh para leluhur.

    Oleh karena itu, dirinya turut memberikan apresiasi terhadap tradisi masyarakat dalam melestarikan warisan terdahulu hingga sekarang.

    Selain itu, pesta adat yang dilaksanakan oleh masyarakat berkaitan erat dengan hasil panen yang berasal dari petani lokal. Hal ini menunjukan bahwa kuatnya ketahanan pangan yang dipertahankan masyarakat setempat.

    "pesta ini memberi pesan bahwa ketahanan pangan sudah dimulai dari Desa Budaya Pampang. Selain menampilkan acara budaya, ketahanan pangan kita perkuat," ujar Viktor kepada seputarfakta.com.

    Lebih jauh, legislator ini juga memberikan apresiasi terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, untuk meningkatkan festival adat berskala internasional pada tahun 2026 mendatang.

    "Saya sangat bersyukur sekali atas pandangan wali kota bahwa festival adat budaya ini akan diselenggarakan bertaraf internasional di tahun depan," bebernya.

    Meski begitu, ia mengimbau agar masyarakat adat setempat dapat tanggap terhadap perubahan zaman yang terus bejalan. Sehingga program dari pemerintah untuk meningkatkan taraf adat budaya di dunia internasional bisa beriringan.

    "Agar menyesuaikan dengan perkembangan dan program yang diwacana oleh pemerintah nantinya. Sehingga, acara sakral adat budaya tidak tergerus dengan perubahan zaman yang terus berjalan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Dukung Rencana Pemkot Ubah Festival Desa Budaya Pampang Bertaraf Internasoinal, Viktor Harap Masyarakat Adat Penyesuaian

    Seputarfakta.com - Umar Daud -

    DPRD Kota Samarinda

    20 Juni 2025 07:43 WIB

    Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, turut hadir pada perayaan Festival Budaya Dayak Kenyah Desa Pampang, Kamis (19/6/2025). 

    Dalam keterangannya, pesta adat Dayak di Desa Budaya Pampang terus diselenggarakan setiap tahunnya. Pagelaran tersebut disebut-sebut juga sebagai bentuk rasa syukur atas panen raya oleh para petani setempat, yang sudah diturunkan oleh para leluhur.

    Oleh karena itu, dirinya turut memberikan apresiasi terhadap tradisi masyarakat dalam melestarikan warisan terdahulu hingga sekarang.

    Selain itu, pesta adat yang dilaksanakan oleh masyarakat berkaitan erat dengan hasil panen yang berasal dari petani lokal. Hal ini menunjukan bahwa kuatnya ketahanan pangan yang dipertahankan masyarakat setempat.

    "pesta ini memberi pesan bahwa ketahanan pangan sudah dimulai dari Desa Budaya Pampang. Selain menampilkan acara budaya, ketahanan pangan kita perkuat," ujar Viktor kepada seputarfakta.com.

    Lebih jauh, legislator ini juga memberikan apresiasi terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, untuk meningkatkan festival adat berskala internasional pada tahun 2026 mendatang.

    "Saya sangat bersyukur sekali atas pandangan wali kota bahwa festival adat budaya ini akan diselenggarakan bertaraf internasional di tahun depan," bebernya.

    Meski begitu, ia mengimbau agar masyarakat adat setempat dapat tanggap terhadap perubahan zaman yang terus bejalan. Sehingga program dari pemerintah untuk meningkatkan taraf adat budaya di dunia internasional bisa beriringan.

    "Agar menyesuaikan dengan perkembangan dan program yang diwacana oleh pemerintah nantinya. Sehingga, acara sakral adat budaya tidak tergerus dengan perubahan zaman yang terus berjalan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)