Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah. (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah mendukung rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Samarinda.
Sebab, ia menyebut, rencana pembangunan pembangkit listrik tersebut sebagai salah satu solusi mengatasi persoalan sampah sekaligus menghadirkan energi terbarukan di Kota Samarinda.
"PLTSa merupakan opsi terbaik yang bisa memberi manfaat ganda, mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik," ujar pria yang karib disapa Aan, Senin (25/8/2025).
Hanya saja, lanjut Aan, Pemerintah Kota (Pemkot) diminta agar melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah dengan teliti. Supaya pemanfaatan PLTSa dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
"Pada dasarnya cara kerja PLTSa kurang lebih seperti insenerator. Jika sudah menentukan ingin membangun PLTSa, maka ridak perlu melanjutkan rencana insenerator," paparnya.
Diketahui, Pemkot Samarinda sudah mulai gencar membangun insenerator guna menekan volume sampah yang terus bertambah. Hanya, dengan adanya rencana membangun PLTSa, tentu ada perubahan arah pembangunan kedepannya.
Karena itu, ia menekankan, pembangunan PLTSa sebaiknya tidak menggunakan dana APBD. Skema investasi swasta dinilai lebih tepat agar anggaran daerah bisa difokuskan pada kebutuhan lain.
"Kalau bentuknya investasi, silakan saja dikerjakan bersama. Tidak ada masalah, karena tidak menggunakan APBD," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah. (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah mendukung rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Samarinda.
Sebab, ia menyebut, rencana pembangunan pembangkit listrik tersebut sebagai salah satu solusi mengatasi persoalan sampah sekaligus menghadirkan energi terbarukan di Kota Samarinda.
"PLTSa merupakan opsi terbaik yang bisa memberi manfaat ganda, mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik," ujar pria yang karib disapa Aan, Senin (25/8/2025).
Hanya saja, lanjut Aan, Pemerintah Kota (Pemkot) diminta agar melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah dengan teliti. Supaya pemanfaatan PLTSa dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
"Pada dasarnya cara kerja PLTSa kurang lebih seperti insenerator. Jika sudah menentukan ingin membangun PLTSa, maka ridak perlu melanjutkan rencana insenerator," paparnya.
Diketahui, Pemkot Samarinda sudah mulai gencar membangun insenerator guna menekan volume sampah yang terus bertambah. Hanya, dengan adanya rencana membangun PLTSa, tentu ada perubahan arah pembangunan kedepannya.
Karena itu, ia menekankan, pembangunan PLTSa sebaiknya tidak menggunakan dana APBD. Skema investasi swasta dinilai lebih tepat agar anggaran daerah bisa difokuskan pada kebutuhan lain.
"Kalau bentuknya investasi, silakan saja dikerjakan bersama. Tidak ada masalah, karena tidak menggunakan APBD," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)