Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengapresiasi langkah pemerintah dalam penanganan percepatan penurunan angka stunting di Kota Samarinda.
Meskipun angka stunting di Samarinda belum mencapai target nasional, hal ini patut mendapat apresiasi karena sudah menunjukan penurunan di daerah.
"Memang dari nasional menaruh angka 14 persen, sementara di Kota Samarinda untuk tahun 2025 ini masih di angka 20,9 persen. Tapi angka ini menurun sejak tahun 2024 lalu dengan persentase 24,4 persen," ujar Sri Puji, Rabu (27/8/2025).
Menurutnya, intervensi yang dilakukan pemerintah cukup mengesankan. Di mana mencakup berbagai upaya, mulai dari penimbangan anak-anak, kunjungan ke Posyandu, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada ibu hamil, hingga pemberian tablet penambah darah untuk remaja putri.
"Dari intervensi yang dilakukan oleh pemerintah saya kira itu juga berhasil ya. Makanya patut diberi apresiasi," tuturnya.
Kendati demikian, ia menambahkan, upaya intervensi dari pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan bidang kesehatan saja. Tetapi, ada beberapa aspek yang mesti dipenuhi agar masyarakat terhindar dari potensi stunting.
"Bayak faktor yang mempengaruhi, seperti aspek kehidupan masyarakat, lingkungan, pola hidup, hingga budaya yang berkembang dalam keluarga," paparnya.
Upaya penurunan stunting, menurut Sri Puji, memerlukan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun keluarga, agar intervensi spesifik dan sensitif dapat berjalan bersamaan.
"Sehingga target nasional dan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat tercapai," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengapresiasi langkah pemerintah dalam penanganan percepatan penurunan angka stunting di Kota Samarinda.
Meskipun angka stunting di Samarinda belum mencapai target nasional, hal ini patut mendapat apresiasi karena sudah menunjukan penurunan di daerah.
"Memang dari nasional menaruh angka 14 persen, sementara di Kota Samarinda untuk tahun 2025 ini masih di angka 20,9 persen. Tapi angka ini menurun sejak tahun 2024 lalu dengan persentase 24,4 persen," ujar Sri Puji, Rabu (27/8/2025).
Menurutnya, intervensi yang dilakukan pemerintah cukup mengesankan. Di mana mencakup berbagai upaya, mulai dari penimbangan anak-anak, kunjungan ke Posyandu, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada ibu hamil, hingga pemberian tablet penambah darah untuk remaja putri.
"Dari intervensi yang dilakukan oleh pemerintah saya kira itu juga berhasil ya. Makanya patut diberi apresiasi," tuturnya.
Kendati demikian, ia menambahkan, upaya intervensi dari pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan bidang kesehatan saja. Tetapi, ada beberapa aspek yang mesti dipenuhi agar masyarakat terhindar dari potensi stunting.
"Bayak faktor yang mempengaruhi, seperti aspek kehidupan masyarakat, lingkungan, pola hidup, hingga budaya yang berkembang dalam keluarga," paparnya.
Upaya penurunan stunting, menurut Sri Puji, memerlukan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun keluarga, agar intervensi spesifik dan sensitif dapat berjalan bersamaan.
"Sehingga target nasional dan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat tercapai," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)