DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Ajak Masyarakat Tingkatkan Toleransi, Novan Sebut Hindari Konflik Diskriminasi Hak Beragama

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    28 Agustus 2025 pukul 20:58 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Nova Syahronny Pasie. (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammd Novan Syahronny Pasie, mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran toleransi beragama.

    Hal ini ditegaskannya Novan, menyoal kerap terjadi penolakan pembangunan rumah ibadah dari masyarakat. Persoalan ini cenderung membatasi kebebasan dan diskriminasi beragama.

    Menurut dia, perbedaan pandangan memang tidak dapat dihindari, namun harus diselesaikan dengan musyawarah dan koordinasi antara pro dan kontra.

    "Pada dasarnya, perlu adanya koordinasi dan duduk bersama. Setiap masalah tentu ada jalan keluarnya, jangan sampai ricuh dan berpotensi anarkis," ujar Novan, Kamis (28/8/2025).

    Ia mencontohkan, seperti kejadian penolakan pembangunan gereja yang berada di Samarinda Sebebrang beberapa waktu lalu.

    Novan bilang, pembangunan rumah ibadah pada dasarnya mengacu pada aturan yang berlaku, termasuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. 

    Aturan tersebut bukan soal boleh atau tidak, melainkan tentang pemenuhan persyaratan yang sudah ditetapkan. 

    "Seperti halnya di Samarinda Seberang, itu bukan bentuk penolakan, melainkan ada beberapa hal yang memang perlu diluruskan dengan koordinasi," terangnya.

    Kendati demikian, dalam penyelesaian masalah rumah ibadah, pemerintah punya peran penting untuk memediator masyarakat. Supaya menghindari konflik dan gesekan antara masyarakat.

    "Samarinda sendiri tidak punya rekam jejak intoleransi menyangkut umar beragama. Namun, untuk menghindari kejadian seperti itu pemerintah perlu mengambil langkah antisipasi tentunya," tegasnya.

    "Saya yakin masyarakat Kota Samarinda sangat menjunjung tinggi toleransi di tengah keberagaman umat beragama," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Ajak Masyarakat Tingkatkan Toleransi, Novan Sebut Hindari Konflik Diskriminasi Hak Beragama

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    28 Agustus 2025 pukul 20:58 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Nova Syahronny Pasie. (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammd Novan Syahronny Pasie, mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran toleransi beragama.

    Hal ini ditegaskannya Novan, menyoal kerap terjadi penolakan pembangunan rumah ibadah dari masyarakat. Persoalan ini cenderung membatasi kebebasan dan diskriminasi beragama.

    Menurut dia, perbedaan pandangan memang tidak dapat dihindari, namun harus diselesaikan dengan musyawarah dan koordinasi antara pro dan kontra.

    "Pada dasarnya, perlu adanya koordinasi dan duduk bersama. Setiap masalah tentu ada jalan keluarnya, jangan sampai ricuh dan berpotensi anarkis," ujar Novan, Kamis (28/8/2025).

    Ia mencontohkan, seperti kejadian penolakan pembangunan gereja yang berada di Samarinda Sebebrang beberapa waktu lalu.

    Novan bilang, pembangunan rumah ibadah pada dasarnya mengacu pada aturan yang berlaku, termasuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. 

    Aturan tersebut bukan soal boleh atau tidak, melainkan tentang pemenuhan persyaratan yang sudah ditetapkan. 

    "Seperti halnya di Samarinda Seberang, itu bukan bentuk penolakan, melainkan ada beberapa hal yang memang perlu diluruskan dengan koordinasi," terangnya.

    Kendati demikian, dalam penyelesaian masalah rumah ibadah, pemerintah punya peran penting untuk memediator masyarakat. Supaya menghindari konflik dan gesekan antara masyarakat.

    "Samarinda sendiri tidak punya rekam jejak intoleransi menyangkut umar beragama. Namun, untuk menghindari kejadian seperti itu pemerintah perlu mengambil langkah antisipasi tentunya," tegasnya.

    "Saya yakin masyarakat Kota Samarinda sangat menjunjung tinggi toleransi di tengah keberagaman umat beragama," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)