DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Distribusi Bahan Pokok di Samarinda Aman, Rudi Pastikan Belum Ada Laporan Beras Imitasi

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    28 Juli 2025 pukul 20:23 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Muhammad Rudi (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) sempat digegerkan penemuan beras imitasi belum lama ini. Kejadian tersebut pun memantik perhatian Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Muhammad Rudi.

    Sejauh ini, terang pria yang akrab disapa Rudi, distribusi beras di Samarinda belum ada temuan. Ia memastikan bahwa panganan khususnya beras yang tersebar di Kota Tepian masih aman dikonsumsi.

    "Tidak kelihatan belum ada teriak dari masyarakat atau dinas terkait belum menemukan. Mungkin karena preminya kecil di Samarinda, berbeda dengan daerah Jawa yang luas. Sejauh ini masih aman-aman saja," ujar Rudi, Senin (28/7/2025).

    Meski demikian, untuk memastikan ketersediaan beras yang diedarkan di Samarinda aman dikonsumsi, akan dilakukan langkah tegas jika ada temuan dilapangan.

    "Jika terendus adanya dugaan beras palsu yang dijual ke masyarakat tentu komisi II akan mengambil langkah tegas dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kesejumlah distributor," tegas Rudi.

    Selain itu, ia juga memberikan imbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan evaluasi dilapangan terkait isu beras imitasi yang tengah masyarakat.

    Hal ini dikarenakan, untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat agar tidak takut untuk membeli beras yang dijual dipasaran.

    "Imbauan itu pasti kami rekomendasikan kepada OPD, supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namanya oplosan itu setengah maling, caranya macam-macam," paparnya.

    Ia berharap, pemerintah bisa meningkatkan pengawasan terhadap distribusi pangan di Kota Samarinda. Mengingat, bahan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat sangat vital.

    "Tentu masyarakat akan dirugikan dengan beras imitasi yang beredar. Maka kita harus mengambil langkah antisipasi dari oknum yang menyebarkannya," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Distribusi Bahan Pokok di Samarinda Aman, Rudi Pastikan Belum Ada Laporan Beras Imitasi

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    28 Juli 2025 pukul 20:23 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Muhammad Rudi (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) sempat digegerkan penemuan beras imitasi belum lama ini. Kejadian tersebut pun memantik perhatian Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Muhammad Rudi.

    Sejauh ini, terang pria yang akrab disapa Rudi, distribusi beras di Samarinda belum ada temuan. Ia memastikan bahwa panganan khususnya beras yang tersebar di Kota Tepian masih aman dikonsumsi.

    "Tidak kelihatan belum ada teriak dari masyarakat atau dinas terkait belum menemukan. Mungkin karena preminya kecil di Samarinda, berbeda dengan daerah Jawa yang luas. Sejauh ini masih aman-aman saja," ujar Rudi, Senin (28/7/2025).

    Meski demikian, untuk memastikan ketersediaan beras yang diedarkan di Samarinda aman dikonsumsi, akan dilakukan langkah tegas jika ada temuan dilapangan.

    "Jika terendus adanya dugaan beras palsu yang dijual ke masyarakat tentu komisi II akan mengambil langkah tegas dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kesejumlah distributor," tegas Rudi.

    Selain itu, ia juga memberikan imbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan evaluasi dilapangan terkait isu beras imitasi yang tengah masyarakat.

    Hal ini dikarenakan, untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat agar tidak takut untuk membeli beras yang dijual dipasaran.

    "Imbauan itu pasti kami rekomendasikan kepada OPD, supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namanya oplosan itu setengah maling, caranya macam-macam," paparnya.

    Ia berharap, pemerintah bisa meningkatkan pengawasan terhadap distribusi pangan di Kota Samarinda. Mengingat, bahan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat sangat vital.

    "Tentu masyarakat akan dirugikan dengan beras imitasi yang beredar. Maka kita harus mengambil langkah antisipasi dari oknum yang menyebarkannya," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)