Cari disini...

Seputarfakta.com - Tria -
DPRD Kota Samarinda
Proyek terowongan dari segmen Jalan Kakap yang sudah berjalan. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pembangunan proyek terowongan yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk pertama kalinya di Kalimantan Timur (Kaltim) sudah berjalan 40 persen. Proyek yang memakan anggaran sebanyak kurang lebih 400 miliar itu ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani menyatakan proyek terowongan itu jika berhasil bisa menjadi ikon baru untuk Samarinda.
"Sejak pemkot mewacanakan tunnel, saya yg memberikan dukungan pertama. Bahwa ada seorang pemerintah ingin membangun terowongan itu kan sebuah ide baru," kata Angkasa Jumat, (1/3/2024).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menginginkan permbangunannya berjalan sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Artinya jangan sampai tertunda karena akan berpengaruh pada program pemerintah ke depannya, terutama soal anggaran.
"Anggaran sendiri sudah diketok kurang lebih Rp395 miliar, dan tinggal dibelanjakan. Saya harap tunnel itu selesai tepat waktu dan dapat dinikmati masyarakat," ucapnya.
Angkasa meminta Pemkot agar tetap memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak timbul keresahan, bahwa terowongan ini akan berdampak positif kehadirannya di Kota Samarinda, dan masyarakat bisa menerima.
"Harus diketahui juga berapa persen potensi-potensi yang akan terjadi. Harus selalu dipantau, termasuk dari sisi masyatakat sekitar. Kan ada saja yang tidak setuju dan masyarakat terdampak. Jadi harus segera diberikan sosialisasi pada masyarakat sehingga kegundahan itu tidak menjadi lebih besar," bebernya.
Sejak anggaran itu disahkan, Angkasa menyampaikan, pihaknya secara berkesinambungan melakukan kontrol terhadap keberlangsungan proyek. Ia meminta agar pemerintah dapat lebih sensitif dalam mengambil tindakan jika terjadi kendala di lapangan.
"Hal-hal tersebut harus cepat ditanggapi, jangan sampai pemkot terlihat seperti tidak profesional," pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Tria -
DPRD Kota Samarinda

Proyek terowongan dari segmen Jalan Kakap yang sudah berjalan. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pembangunan proyek terowongan yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk pertama kalinya di Kalimantan Timur (Kaltim) sudah berjalan 40 persen. Proyek yang memakan anggaran sebanyak kurang lebih 400 miliar itu ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani menyatakan proyek terowongan itu jika berhasil bisa menjadi ikon baru untuk Samarinda.
"Sejak pemkot mewacanakan tunnel, saya yg memberikan dukungan pertama. Bahwa ada seorang pemerintah ingin membangun terowongan itu kan sebuah ide baru," kata Angkasa Jumat, (1/3/2024).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menginginkan permbangunannya berjalan sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Artinya jangan sampai tertunda karena akan berpengaruh pada program pemerintah ke depannya, terutama soal anggaran.
"Anggaran sendiri sudah diketok kurang lebih Rp395 miliar, dan tinggal dibelanjakan. Saya harap tunnel itu selesai tepat waktu dan dapat dinikmati masyarakat," ucapnya.
Angkasa meminta Pemkot agar tetap memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak timbul keresahan, bahwa terowongan ini akan berdampak positif kehadirannya di Kota Samarinda, dan masyarakat bisa menerima.
"Harus diketahui juga berapa persen potensi-potensi yang akan terjadi. Harus selalu dipantau, termasuk dari sisi masyatakat sekitar. Kan ada saja yang tidak setuju dan masyarakat terdampak. Jadi harus segera diberikan sosialisasi pada masyarakat sehingga kegundahan itu tidak menjadi lebih besar," bebernya.
Sejak anggaran itu disahkan, Angkasa menyampaikan, pihaknya secara berkesinambungan melakukan kontrol terhadap keberlangsungan proyek. Ia meminta agar pemerintah dapat lebih sensitif dalam mengambil tindakan jika terjadi kendala di lapangan.
"Hal-hal tersebut harus cepat ditanggapi, jangan sampai pemkot terlihat seperti tidak profesional," pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)