Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Jasno, mengkritisi kondisi di sekitar Pasar Baqa yang meskipun telah diresmikan dan ditempati, masih banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan.
"Pasar Baqa kan sudah diresmikan dan ditempati, tapi masih ada yang jualan di pinggir jalan. Itu kan percuma. Saya pikir Pemkot harus menertibkan itu. Kalau kita lewat jalan itu kan agak macet karena banyak orang jualan. Pasar sudah ada, ya harusnya masuk ke dalam semua," ujar Jasno, Selasa (21/5/2024).
Jasno menekankan bahwa jika penjualan di pinggir jalan dibiarkan, pedagang yang berada di dalam pasar akan merasa dirugikan karena pembeli cenderung memilih berbelanja di luar pasar. Hal ini, menurutnya, dapat menimbulkan kecemburuan di antara para pedagang.
"Kita berharap tidak ada yang jualan di pinggir jalan, satu pun tanpa terkecuali, sehingga orang yang belanja masuk ke dalam. Dengan masuknya penjual ke Pasar Baqa itu mengurangi kemacetan yang ada di sana," jelas Jasno.
Ia juga menyoroti bahwa keberadaan pedagang di pinggir jalan terutama pada sore atau malam hari menyebabkan parkir liar dan mengganggu pengguna jalan.
Legislator Partai Amanat Nasioanl (PAN) itu pun memahami bahwa selama pembangunan pasar yang cukup lama, ada pemakluman terhadap pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Namun, dengan pasar yang kini sudah bisa difungsikan, Pemkot harus bertindak tegas.
"Kalau sudah bisa difungsikan ya tentu yang jualan di pinggir jalan harus dibersihkan, harus masuk ke dalam semua. Sehingga tidak ada kecemburuan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menyampaikan bahwa tengah mencari solusi terkait hal tersebut. Sebab, lapak-lapak yang ada di dalam pasar sudah terisi penuh.
“Pedagang di luar itu sudah minta masuk, tapi karena sudah penuh kita masih cari solusi untuk itu, dan ini akan segera mulai dirapatkan,” ungkap Marnabas, Senin (22/5/2024).
Ia menegaskan pihaknya tengah mencari alternatif lain agar para pedagang bisa turut menikmati fasilitas yang dibangun oleh pemerintah kota. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Jasno, mengkritisi kondisi di sekitar Pasar Baqa yang meskipun telah diresmikan dan ditempati, masih banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan.
"Pasar Baqa kan sudah diresmikan dan ditempati, tapi masih ada yang jualan di pinggir jalan. Itu kan percuma. Saya pikir Pemkot harus menertibkan itu. Kalau kita lewat jalan itu kan agak macet karena banyak orang jualan. Pasar sudah ada, ya harusnya masuk ke dalam semua," ujar Jasno, Selasa (21/5/2024).
Jasno menekankan bahwa jika penjualan di pinggir jalan dibiarkan, pedagang yang berada di dalam pasar akan merasa dirugikan karena pembeli cenderung memilih berbelanja di luar pasar. Hal ini, menurutnya, dapat menimbulkan kecemburuan di antara para pedagang.
"Kita berharap tidak ada yang jualan di pinggir jalan, satu pun tanpa terkecuali, sehingga orang yang belanja masuk ke dalam. Dengan masuknya penjual ke Pasar Baqa itu mengurangi kemacetan yang ada di sana," jelas Jasno.
Ia juga menyoroti bahwa keberadaan pedagang di pinggir jalan terutama pada sore atau malam hari menyebabkan parkir liar dan mengganggu pengguna jalan.
Legislator Partai Amanat Nasioanl (PAN) itu pun memahami bahwa selama pembangunan pasar yang cukup lama, ada pemakluman terhadap pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Namun, dengan pasar yang kini sudah bisa difungsikan, Pemkot harus bertindak tegas.
"Kalau sudah bisa difungsikan ya tentu yang jualan di pinggir jalan harus dibersihkan, harus masuk ke dalam semua. Sehingga tidak ada kecemburuan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menyampaikan bahwa tengah mencari solusi terkait hal tersebut. Sebab, lapak-lapak yang ada di dalam pasar sudah terisi penuh.
“Pedagang di luar itu sudah minta masuk, tapi karena sudah penuh kita masih cari solusi untuk itu, dan ini akan segera mulai dirapatkan,” ungkap Marnabas, Senin (22/5/2024).
Ia menegaskan pihaknya tengah mencari alternatif lain agar para pedagang bisa turut menikmati fasilitas yang dibangun oleh pemerintah kota. (Adv)
(Sf/Rs)