DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Anggota Komisi III DPRD Samarinda Dorong Pemkot Buat Boks Induk Kabel Tanam

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Juni 2024 pukul 14:47 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Jasno, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk membuat boks induk yang menampung semua kabel, termasuk kabel PLN, Telkom, dan PDAM. 

    Menurut Jasno, langkah ini penting untuk mengatasi masalah kabel yang semrawut dan mengganggu pemandangan kota.

    "Tapi kalau sebagai langkah awal PLN ingin mencoba menanam kabel listrik dulu, tidak masalah juga. Karena membuat boks induk seperti itu di Indonesia belum banyak. Mungkin hanya beberapa kota seperti Bandung yang sudah menerapkannya, dan itu pun hanya di kawasan utama," ujar Jasno, Kamis (13/6/2024).

    Jasno menambahkan bahwa kabel telekomunikasi, terutama kabel telepon dan internet dari berbagai provider, adalah yang paling semrawut. 

    Sedangkan kabel PLN dinilai masih cukup rapi. Oleh karena itu, ia mendukung inisiatif pemkot untuk menggabungkan semua kabel dalam satu boks induk yang bisa disewa oleh penyedia layanan.

    "Gambarannya adalah dalam boks itu bisa untuk orang berjalan dan membagi ruang khusus untuk masing-masing kabel, seperti listrik, pipa PDAM, dan jaringan telekomunikasi," jelasnya.

    Hanya saja memang untuk membangun boks induk kabel itu akan membutuhkan pembongkaran besar-besaran. 

    Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menyebutkan bahwa jika langkah awal dari PLN adalah menanam kabel menggunakan teknik Horizontal Directional Drilling (HDD), itu juga tidak masalah.

    Namun, terkait anggaran, jika keseluruhan proyek menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka PLN harus membayar sewa kepada pemerintah. Dan jika proyek ini memakai anggaran dari PLN, harus ada koordinasi dengan pemerintah kota karena terkait dengan infrastruktur milik Pemkot, seperti jalan dan drainase.

    Dengan demikian, tentu ia berharap langkah ini dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata rapi dan aman, serta meningkatkan estetika Kota Samarinda. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Anggota Komisi III DPRD Samarinda Dorong Pemkot Buat Boks Induk Kabel Tanam

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Juni 2024 pukul 14:47 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Jasno, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk membuat boks induk yang menampung semua kabel, termasuk kabel PLN, Telkom, dan PDAM. 

    Menurut Jasno, langkah ini penting untuk mengatasi masalah kabel yang semrawut dan mengganggu pemandangan kota.

    "Tapi kalau sebagai langkah awal PLN ingin mencoba menanam kabel listrik dulu, tidak masalah juga. Karena membuat boks induk seperti itu di Indonesia belum banyak. Mungkin hanya beberapa kota seperti Bandung yang sudah menerapkannya, dan itu pun hanya di kawasan utama," ujar Jasno, Kamis (13/6/2024).

    Jasno menambahkan bahwa kabel telekomunikasi, terutama kabel telepon dan internet dari berbagai provider, adalah yang paling semrawut. 

    Sedangkan kabel PLN dinilai masih cukup rapi. Oleh karena itu, ia mendukung inisiatif pemkot untuk menggabungkan semua kabel dalam satu boks induk yang bisa disewa oleh penyedia layanan.

    "Gambarannya adalah dalam boks itu bisa untuk orang berjalan dan membagi ruang khusus untuk masing-masing kabel, seperti listrik, pipa PDAM, dan jaringan telekomunikasi," jelasnya.

    Hanya saja memang untuk membangun boks induk kabel itu akan membutuhkan pembongkaran besar-besaran. 

    Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menyebutkan bahwa jika langkah awal dari PLN adalah menanam kabel menggunakan teknik Horizontal Directional Drilling (HDD), itu juga tidak masalah.

    Namun, terkait anggaran, jika keseluruhan proyek menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka PLN harus membayar sewa kepada pemerintah. Dan jika proyek ini memakai anggaran dari PLN, harus ada koordinasi dengan pemerintah kota karena terkait dengan infrastruktur milik Pemkot, seperti jalan dan drainase.

    Dengan demikian, tentu ia berharap langkah ini dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata rapi dan aman, serta meningkatkan estetika Kota Samarinda. (Adv)

    (Sf/Rs)