DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Anggota Komisi II Imbau Warga Samarinda Tukarkan Uang di Gerai Resmi BI

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Maret 2024 pukul 17:03 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Mendekati perayaan hari raya idulfitri, banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari keuntungan, salah satunya dengan menyediakan pecahan uang baru. 

    Fenomena ini telah menjadi hal umum yang dapat dilihat di sepanjang trotoar jalan raya atau tempat-tempat ramai yang didatangi masyarkat. 

    Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim menyoroti aktivitas penukaran uang di trotoar yang dinilai mengganggu ketertiban jalan.

    Ia cukup prihatin terhadap aktivitas penukaran uang yang seringkali dilakukan di trotoar. Menurutnya, praktik ini tidak hanya mengganggu ketertiban jalan, tetapi juga menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

    "Dalam praktiknya, yang membuka gerai mandiri di pinggir jalan ini cukup menganggu ketertiban jalan karena beroperasi di trotoar. Trotoar seharusnya bersih dari berbagai aktivitas, termasuk penukaran uang," ungkap Rohim, Rabu (27/3/2024).

    Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini juga menyoroti aspek moral dan sosial dari kegiatan ini. 
    "Mengambil keuntungan dari penukaran uang ini cukup menimbulkan polemik di masyarakat. Otoritas terhadap tukar menukar uang seharusnya ada pada bank,” tuturnya.

    Oleh karena itu, menurutnya sangat penting bagi bank untuk membuka gerai yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat terkait penukaran uang. Terlebih, jelang hari raya idulfitri terdapat lonjakan kebutuhan penukaran uang yang sangat signifikan.

    "Menukar uang di bank itu kan tidak ada biaya tambahannya, sedangkan menukar di tempat yang tidak resmi akan menimbulkan biaya tambahan bagi masyarakat. Jadi, kami berharap masyarakat dapat menukarkan uang di gerai resmi," imbaunya.

    Dengan demikian ia juga mencatat pentingnya peran Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan gerai yang cukup untuk mengakomodir kebutuhan penukaran uang menjelang lebaran. 

    "Tingkat penukaran uang pasti akan tinggi sekali menjelang lebaran, jadi Bank Indonesia juga harus menyiapkan gerai dan jumlah uang yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut," pungkasnya. (Adv).

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Anggota Komisi II Imbau Warga Samarinda Tukarkan Uang di Gerai Resmi BI

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Maret 2024 pukul 17:03 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Mendekati perayaan hari raya idulfitri, banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari keuntungan, salah satunya dengan menyediakan pecahan uang baru. 

    Fenomena ini telah menjadi hal umum yang dapat dilihat di sepanjang trotoar jalan raya atau tempat-tempat ramai yang didatangi masyarkat. 

    Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim menyoroti aktivitas penukaran uang di trotoar yang dinilai mengganggu ketertiban jalan.

    Ia cukup prihatin terhadap aktivitas penukaran uang yang seringkali dilakukan di trotoar. Menurutnya, praktik ini tidak hanya mengganggu ketertiban jalan, tetapi juga menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

    "Dalam praktiknya, yang membuka gerai mandiri di pinggir jalan ini cukup menganggu ketertiban jalan karena beroperasi di trotoar. Trotoar seharusnya bersih dari berbagai aktivitas, termasuk penukaran uang," ungkap Rohim, Rabu (27/3/2024).

    Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini juga menyoroti aspek moral dan sosial dari kegiatan ini. 
    "Mengambil keuntungan dari penukaran uang ini cukup menimbulkan polemik di masyarakat. Otoritas terhadap tukar menukar uang seharusnya ada pada bank,” tuturnya.

    Oleh karena itu, menurutnya sangat penting bagi bank untuk membuka gerai yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat terkait penukaran uang. Terlebih, jelang hari raya idulfitri terdapat lonjakan kebutuhan penukaran uang yang sangat signifikan.

    "Menukar uang di bank itu kan tidak ada biaya tambahannya, sedangkan menukar di tempat yang tidak resmi akan menimbulkan biaya tambahan bagi masyarakat. Jadi, kami berharap masyarakat dapat menukarkan uang di gerai resmi," imbaunya.

    Dengan demikian ia juga mencatat pentingnya peran Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan gerai yang cukup untuk mengakomodir kebutuhan penukaran uang menjelang lebaran. 

    "Tingkat penukaran uang pasti akan tinggi sekali menjelang lebaran, jadi Bank Indonesia juga harus menyiapkan gerai dan jumlah uang yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut," pungkasnya. (Adv).

    (Sf/Rs)