Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim memberikan tanggapan terkait digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digital.
Ia menyampaikan bahwa UMKM digital menjadi salah satu klaster di pelaku industri kreatif yang berada di bawah naungan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda.
Ia menilai bahwa UMKM di sektor digital sebagai bagian penting dari perekonomian kreatif. Terlebih saat ini telah memasuki era yang serba digital.
"Kemarin kami sudah menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) mengenai ekonomi kreatif. Setiap kota dinilai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menentukan potensi sektor mana yang dominan. Misalnya, jika suatu kota memiliki potensi di industri digital, maka pemerintah akan memberikan insentif khusus untuk sektor tersebut," ungkap Rohim, Jumat (5/4/2024).
Pria yang juga tergabung dalam Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menekankan bahwa ekonomi kreatif bergantung pada kesehatan dan peran aktif pelaku UMKM. Digitalisasi menjadi fokus utama karena industri digital mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang ada.
Menurutnya, jika UMKM dalam kondisi sehat, maka perekonomian kota juga akan cenderung stabil. Di mana UMKM memiliki peranan yang sangat besar dalam perputaran ekonomi di Indonesia pada umumnya.
"Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap industri digital ini. Pertama, karena kita sudah memasuki era digital, dan kedua karena Samarinda menjadi daerah penyangga Ibu KotA Negara (IKN) Nusantara. Ketika IKN mulai aktif, misalnya, akan ada banyak dukungan yang dibutuhkan, salah satunya di sektor digital," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim memberikan tanggapan terkait digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digital.
Ia menyampaikan bahwa UMKM digital menjadi salah satu klaster di pelaku industri kreatif yang berada di bawah naungan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda.
Ia menilai bahwa UMKM di sektor digital sebagai bagian penting dari perekonomian kreatif. Terlebih saat ini telah memasuki era yang serba digital.
"Kemarin kami sudah menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) mengenai ekonomi kreatif. Setiap kota dinilai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menentukan potensi sektor mana yang dominan. Misalnya, jika suatu kota memiliki potensi di industri digital, maka pemerintah akan memberikan insentif khusus untuk sektor tersebut," ungkap Rohim, Jumat (5/4/2024).
Pria yang juga tergabung dalam Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menekankan bahwa ekonomi kreatif bergantung pada kesehatan dan peran aktif pelaku UMKM. Digitalisasi menjadi fokus utama karena industri digital mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang ada.
Menurutnya, jika UMKM dalam kondisi sehat, maka perekonomian kota juga akan cenderung stabil. Di mana UMKM memiliki peranan yang sangat besar dalam perputaran ekonomi di Indonesia pada umumnya.
"Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap industri digital ini. Pertama, karena kita sudah memasuki era digital, dan kedua karena Samarinda menjadi daerah penyangga Ibu KotA Negara (IKN) Nusantara. Ketika IKN mulai aktif, misalnya, akan ada banyak dukungan yang dibutuhkan, salah satunya di sektor digital," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)