Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Shania Rizky Amalia. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Shania Rizky Amalia, mendesak Dinas Perdagangan untuk lebih aktif dalam membina para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Shania menegaskan bahwa pemerintah harus tegas dalam mengatur dan memberikan solusi bagi para PKL agar mereka bisa melanjutkan usaha mereka tanpa melanggar aturan yang ada.
Menurutnya, para PKL adalah bagian penting dari ekonomi lokal, namun keberadaan mereka sering kali menimbulkan masalah terkait ketertiban dan keindahan kota.
Oleh karena itu, ia meminta agar Dinas Perdagangan mencari lokasi yang sesuai dan layak bagi para PKL agar mereka bisa berdagang dengan tenang dan tertib.
"Kami meminta Dinas Perdagangan untuk tidak hanya menertibkan, tetapi juga membina dan mencarikan tempat yang layak bagi para PKL ini. Pemerintah harus tegas dalam menegakkan aturan, namun juga harus memberikan solusi yang manusiawi," ujar Shania.
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya lokasi yang teratur dan tertata, para PKL dapat lebih mudah diatur dan diawasi, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berbelanja di kawasan-kawasan yang telah disediakan khusus untuk para PKL.
Dinas Perdagangan diharapkan dapat segera merespon permintaan ini dengan melakukan pemetaan dan identifikasi lokasi yang potensial untuk dijadikan tempat berdagang bagi para PKL.
Langkah ini, menurut Shania, tidak hanya akan membantu para PKL, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan keindahan kota Samarinda.
Permasalahan PKL memang sudah lama menjadi sorotan di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Samarinda.
Banyak pihak yang menganggap bahwa penataan PKL perlu dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dan humanis, agar tidak hanya menertibkan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para pedagang kecil ini.
"Kami berharap, langkah ini akan menjadi win-win solution bagi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun para PKL itu sendiri," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Shania Rizky Amalia. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Shania Rizky Amalia, mendesak Dinas Perdagangan untuk lebih aktif dalam membina para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Shania menegaskan bahwa pemerintah harus tegas dalam mengatur dan memberikan solusi bagi para PKL agar mereka bisa melanjutkan usaha mereka tanpa melanggar aturan yang ada.
Menurutnya, para PKL adalah bagian penting dari ekonomi lokal, namun keberadaan mereka sering kali menimbulkan masalah terkait ketertiban dan keindahan kota.
Oleh karena itu, ia meminta agar Dinas Perdagangan mencari lokasi yang sesuai dan layak bagi para PKL agar mereka bisa berdagang dengan tenang dan tertib.
"Kami meminta Dinas Perdagangan untuk tidak hanya menertibkan, tetapi juga membina dan mencarikan tempat yang layak bagi para PKL ini. Pemerintah harus tegas dalam menegakkan aturan, namun juga harus memberikan solusi yang manusiawi," ujar Shania.
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya lokasi yang teratur dan tertata, para PKL dapat lebih mudah diatur dan diawasi, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berbelanja di kawasan-kawasan yang telah disediakan khusus untuk para PKL.
Dinas Perdagangan diharapkan dapat segera merespon permintaan ini dengan melakukan pemetaan dan identifikasi lokasi yang potensial untuk dijadikan tempat berdagang bagi para PKL.
Langkah ini, menurut Shania, tidak hanya akan membantu para PKL, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan keindahan kota Samarinda.
Permasalahan PKL memang sudah lama menjadi sorotan di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Samarinda.
Banyak pihak yang menganggap bahwa penataan PKL perlu dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dan humanis, agar tidak hanya menertibkan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para pedagang kecil ini.
"Kami berharap, langkah ini akan menjadi win-win solution bagi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun para PKL itu sendiri," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)