Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger dari serial anime One Piece tengah marak di kalangan masyarakat menjelang hari kemerdekaan Indonesia. Aksi tersebut pun mendapat tanggapan Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra.
Samri menyatakan pemasangan bendera tersebut diruang publik sah-sah saja, selama tidak tidak bertentangan dengan ideologi negera.
"Selama itu tidak melanggar aturan dan mengancam ketertiban yang ada sah-sah saja," ujar Samri, Selasa (12/8/2025).
Hanya saja, kegaduhan yang terjadi akibat pengibaran bendera tersebut, menurut dia, dipacu dengan berdekatannya hari kemerdekaan. Sehingga, banyak filosofi negatif timbul akibatnya.
"Apa bedanya dengan bendera partai atau seperti club sepak bola, ini hanya atribut saja. Selama tujuannya bukan menuju hal negatif tidak ada masalah," serunya.
Ia berharap, pemasangan bendera nonresmi yang dilakukan masyarakat menjelang hari perayaan Indonesia tetap kondusif. Terutama tidak menjadikan lambang tersebut sebagai sombolis negatif yang berpotensi menyebabkan kegaduhan khususnya di Kota Samarinda.
"Jika ingin memasang bendera silahkan, tapi diharapkan tidak ada maksud atau tujuan tertentu. Selama untuk meramaikan momen hari kemerdekaan nanti," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger dari serial anime One Piece tengah marak di kalangan masyarakat menjelang hari kemerdekaan Indonesia. Aksi tersebut pun mendapat tanggapan Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra.
Samri menyatakan pemasangan bendera tersebut diruang publik sah-sah saja, selama tidak tidak bertentangan dengan ideologi negera.
"Selama itu tidak melanggar aturan dan mengancam ketertiban yang ada sah-sah saja," ujar Samri, Selasa (12/8/2025).
Hanya saja, kegaduhan yang terjadi akibat pengibaran bendera tersebut, menurut dia, dipacu dengan berdekatannya hari kemerdekaan. Sehingga, banyak filosofi negatif timbul akibatnya.
"Apa bedanya dengan bendera partai atau seperti club sepak bola, ini hanya atribut saja. Selama tujuannya bukan menuju hal negatif tidak ada masalah," serunya.
Ia berharap, pemasangan bendera nonresmi yang dilakukan masyarakat menjelang hari perayaan Indonesia tetap kondusif. Terutama tidak menjadikan lambang tersebut sebagai sombolis negatif yang berpotensi menyebabkan kegaduhan khususnya di Kota Samarinda.
"Jika ingin memasang bendera silahkan, tapi diharapkan tidak ada maksud atau tujuan tertentu. Selama untuk meramaikan momen hari kemerdekaan nanti," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)