Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Damayanti, menanggapi ramainya pemberitaan terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi.
Damayanti mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kenaikan UKT ini bisa menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah pengangguran dan ketertinggalan masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan.
Menurut Damayanti, banyak mahasiswa yang akhirnya terpaksa mundur dari perguruan tinggi karena tidak mampu membayar biaya yang dibebankan. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kurangnya fokus pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Saat ini pemerintah lebih fokus pada infrastruktur, tapi tidak fokus pada SDM. Padahal, menurut saya, seperti apa wajah Indonesia ke depannya, itu dari SDM yang ada saat ini," ungkap Damayanti, Senin (3/6/2024).
Damayanti menambahkan bahwa banyak perusahaan saat ini mensyaratkan lulusan Strata Satu (S1) sebagai latar belakang pendidikan dalam lowongan kerja.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menilai bahwa jika pemerintah hanya fokus pada infrastruktur, tetapi SDM lokal tidak dipersiapkan dengan baik, maka masyarakat lokal akan tetap tertinggal.
"Kalau pemerintah sediakan fasilitas yang baik dan unggul, tapi diisi oleh masyarakat bukan lokal, ya buat apa. Artinya, kita terjajah di negeri sendiri, karena diisi oleh orang-orang dari luar yang lebih kompeten," jelasnya.
Damayanti juga pesimis terhadap realisasi generasi emas di masa mendatang jika SDM tidak disiapkan dengan baik.
"Sedangkan kita sendiri diminta berkompeten, di mana perannya pemerintah? Kan harusnya pemerintah memfasilitasi bagaimana SDM kita siap untuk pembangunan ke depannya," pungkasnya.
Damayanti berharap pemerintah lebih memperhatikan aspek pendidikan dan SDM, selain hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, untuk kemajuan bangsa Indonesia secara menyeluruh. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Damayanti, menanggapi ramainya pemberitaan terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi.
Damayanti mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kenaikan UKT ini bisa menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah pengangguran dan ketertinggalan masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan.
Menurut Damayanti, banyak mahasiswa yang akhirnya terpaksa mundur dari perguruan tinggi karena tidak mampu membayar biaya yang dibebankan. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kurangnya fokus pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Saat ini pemerintah lebih fokus pada infrastruktur, tapi tidak fokus pada SDM. Padahal, menurut saya, seperti apa wajah Indonesia ke depannya, itu dari SDM yang ada saat ini," ungkap Damayanti, Senin (3/6/2024).
Damayanti menambahkan bahwa banyak perusahaan saat ini mensyaratkan lulusan Strata Satu (S1) sebagai latar belakang pendidikan dalam lowongan kerja.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menilai bahwa jika pemerintah hanya fokus pada infrastruktur, tetapi SDM lokal tidak dipersiapkan dengan baik, maka masyarakat lokal akan tetap tertinggal.
"Kalau pemerintah sediakan fasilitas yang baik dan unggul, tapi diisi oleh masyarakat bukan lokal, ya buat apa. Artinya, kita terjajah di negeri sendiri, karena diisi oleh orang-orang dari luar yang lebih kompeten," jelasnya.
Damayanti juga pesimis terhadap realisasi generasi emas di masa mendatang jika SDM tidak disiapkan dengan baik.
"Sedangkan kita sendiri diminta berkompeten, di mana perannya pemerintah? Kan harusnya pemerintah memfasilitasi bagaimana SDM kita siap untuk pembangunan ke depannya," pungkasnya.
Damayanti berharap pemerintah lebih memperhatikan aspek pendidikan dan SDM, selain hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, untuk kemajuan bangsa Indonesia secara menyeluruh. (Adv)
(Sf/Rs)