DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Anggota DPRD Samarinda ini Sebut Minat Baca Warga Samarinda Rendah, dan Dorong Pemkot dan OPD Berinovasi

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    23 Juli 2025 pukul 21:52 WITA

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut minat baca masyarakat Kora Samarinda. Ia tak menyebut pasti indikator yang digunakan untuk mengukurnya, namun ia menilai, budaya membaca masih kerap dipandang sebelah mata, padahal literatur merupakan salah satu sumber utama pengetahuan.

    Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, Tingkat Gemar Membaca (TGM) warga pada 2023–2024 tercatat 69,46 poin, dan meningkat menjadi 71,04 poin pada 2024–2025. Kenaikan poin itu, dinilai belum cukup signifikan.

    "Minat baca masih tergolong rendah. Pemerintah perlu memberi contoh langsung kepada masyarakat tentang pentingnya literatur untuk memperluas wawasan," ujar Puji, Rabu (23/7/2025).

    Menurutnya, Pemkot Samarinda harus berani membuat terobosan nyata untuk menarik minat baca warga, termasuk mempertimbangkan regulasi khusus guna mendukung kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

    "Regulasi penting agar OPD bisa bergerak secara struktural dan mencari ide-ide segar. Tanpa regulasi yang mendukung, inovasi akan sulit berjalan maksimal," paparnya.

    Puji juga menyoroti kendala yang dihadapi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Samarinda. Menurutnya, efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat dinas tersebut kesulitan menjalankan program inovatif di bidang literasi.

    "Banyak program terhambat karena keterbatasan anggaran. Akibatnya, dinas menjadi stagnan dan tidak bisa berinovasi. Kalau begini terus, bagaimana bisa mencetak SDM unggul di Samarinda?" tegasnya.

    Namun demikian, Puji menekankan bahwa tanggung jawab peningkatan literasi tidak hanya berada di tangan pemerintah. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran akan pentingnya membaca.

    "Literatur adalah pondasi SDM unggul. Kalau masyarakat tidak peduli pada buku dan wawasan, bagaimana kita bisa mencetak generasi berprestasi?" pungkasnya.(Adv)

    (Sf/Rs

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Anggota DPRD Samarinda ini Sebut Minat Baca Warga Samarinda Rendah, dan Dorong Pemkot dan OPD Berinovasi

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    23 Juli 2025 pukul 21:52 WITA

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut minat baca masyarakat Kora Samarinda. Ia tak menyebut pasti indikator yang digunakan untuk mengukurnya, namun ia menilai, budaya membaca masih kerap dipandang sebelah mata, padahal literatur merupakan salah satu sumber utama pengetahuan.

    Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, Tingkat Gemar Membaca (TGM) warga pada 2023–2024 tercatat 69,46 poin, dan meningkat menjadi 71,04 poin pada 2024–2025. Kenaikan poin itu, dinilai belum cukup signifikan.

    "Minat baca masih tergolong rendah. Pemerintah perlu memberi contoh langsung kepada masyarakat tentang pentingnya literatur untuk memperluas wawasan," ujar Puji, Rabu (23/7/2025).

    Menurutnya, Pemkot Samarinda harus berani membuat terobosan nyata untuk menarik minat baca warga, termasuk mempertimbangkan regulasi khusus guna mendukung kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

    "Regulasi penting agar OPD bisa bergerak secara struktural dan mencari ide-ide segar. Tanpa regulasi yang mendukung, inovasi akan sulit berjalan maksimal," paparnya.

    Puji juga menyoroti kendala yang dihadapi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Samarinda. Menurutnya, efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat dinas tersebut kesulitan menjalankan program inovatif di bidang literasi.

    "Banyak program terhambat karena keterbatasan anggaran. Akibatnya, dinas menjadi stagnan dan tidak bisa berinovasi. Kalau begini terus, bagaimana bisa mencetak SDM unggul di Samarinda?" tegasnya.

    Namun demikian, Puji menekankan bahwa tanggung jawab peningkatan literasi tidak hanya berada di tangan pemerintah. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran akan pentingnya membaca.

    "Literatur adalah pondasi SDM unggul. Kalau masyarakat tidak peduli pada buku dan wawasan, bagaimana kita bisa mencetak generasi berprestasi?" pungkasnya.(Adv)

    (Sf/Rs