DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Abdul Rohim Tekankan Optimalisasi Proyek Terowongan Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    15 Februari 2025 pukul 13:19 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim menyoroti proyek pembangunan terowongan yang tengah berjalan yang digadang sebagai bagian dari upaya mengatasi kemacetan di Kota Tepian. 

    Menurutnya, proyek tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal agar memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas setelah pembangunan rampung dikerjakan. 

    "Saya lebih melihat dari aspek fungsionalnya, jika memang berfungsi maksimal, maka tentu kita apresiasi dan angkat topi untuk Pak Wali Kota atas proyek yang memiliki anggaran besar ini," ujar Abdul Rohim belum lama ini. 

    Kawasan Jalan Otto Iskandardinata dan Sultan Alimuddin memang kerap mengalami kemacetan dan dengan adanya terowongan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp395 miliar ini, pemkot menilai dapat mengurai kemacetan tersebut, termasuk di kawasan Jalan Mulawarman. 

    Proyek ini pun mendapat lirikan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga turut meninjau pada Rabu (12/2/2025) lalu. 

    Menurut Rohim, dengan berkunjungnya orang nomor dua di Republik Indonesia ke proyek yang tengah dikerjakan pemkot ini bisa menjadi jembatan komunikasi untuk kemaslahatan Samarinda, utamanya soal anggaran. 

    "Kalau bisa proyek-proyek besar tidak selalu mengandalkan APBD. Dengan begitu, dana APBD bisa lebih dioptimalkan untuk kebutuhan dasar masyarakat," tambahnya. 

    Usai dikunjungi Wakil Presiden, Rohim menyebut pihaknya pun tengah berencana melakukan tinjauan kembali dalam waktu dekat ini. Apalagi di pertengahan 2025 ini, pemkot berencana untuk melakukan uji coba terowongan tersebut. 

    "Kemungkinan kami akan meninjau proyek ini pertengahan bulan, mungkin sebelum puasa. Saat ini, kami masih melakukan sidak di beberapa tempat, seperti pengelolaan limbah dan manajemen keamanan hotel dan mungkin setelah itu giliran proyek terowongan yang kami tinjau," pungkasnya. (Adv)


    (Sf/By)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Abdul Rohim Tekankan Optimalisasi Proyek Terowongan Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    15 Februari 2025 pukul 13:19 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim menyoroti proyek pembangunan terowongan yang tengah berjalan yang digadang sebagai bagian dari upaya mengatasi kemacetan di Kota Tepian. 

    Menurutnya, proyek tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal agar memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas setelah pembangunan rampung dikerjakan. 

    "Saya lebih melihat dari aspek fungsionalnya, jika memang berfungsi maksimal, maka tentu kita apresiasi dan angkat topi untuk Pak Wali Kota atas proyek yang memiliki anggaran besar ini," ujar Abdul Rohim belum lama ini. 

    Kawasan Jalan Otto Iskandardinata dan Sultan Alimuddin memang kerap mengalami kemacetan dan dengan adanya terowongan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp395 miliar ini, pemkot menilai dapat mengurai kemacetan tersebut, termasuk di kawasan Jalan Mulawarman. 

    Proyek ini pun mendapat lirikan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga turut meninjau pada Rabu (12/2/2025) lalu. 

    Menurut Rohim, dengan berkunjungnya orang nomor dua di Republik Indonesia ke proyek yang tengah dikerjakan pemkot ini bisa menjadi jembatan komunikasi untuk kemaslahatan Samarinda, utamanya soal anggaran. 

    "Kalau bisa proyek-proyek besar tidak selalu mengandalkan APBD. Dengan begitu, dana APBD bisa lebih dioptimalkan untuk kebutuhan dasar masyarakat," tambahnya. 

    Usai dikunjungi Wakil Presiden, Rohim menyebut pihaknya pun tengah berencana melakukan tinjauan kembali dalam waktu dekat ini. Apalagi di pertengahan 2025 ini, pemkot berencana untuk melakukan uji coba terowongan tersebut. 

    "Kemungkinan kami akan meninjau proyek ini pertengahan bulan, mungkin sebelum puasa. Saat ini, kami masih melakukan sidak di beberapa tempat, seperti pengelolaan limbah dan manajemen keamanan hotel dan mungkin setelah itu giliran proyek terowongan yang kami tinjau," pungkasnya. (Adv)


    (Sf/By)