DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Abdul Rohim Sebut Pendapatan dari Sektor Wisata di Samarinda Belum Maksimal

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    05 Juli 2024 pukul 11:41 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim menyebut pendapatan dari sektor wisata di Samarinda masih belum maksimal.

    Menurutnya pendapatan dari sektor perhotelan dan tempat makan tidak mesti bagian dari pariwisata. Sebab tidak melulu para pengunjung itu datang dengan motif untuk berwisata. 

    Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai selama ini pendapatan sektor wisata itu berasal dari kunjungan yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti perjalan dinas. Bukan secara khusus untuk berwisata. 

    Maka dari itu, Rohim meminta adanya kajian lebih mendalam terkait dengan pendapatan dari hotel ataupun restoran. 

    "Apakah itu memang kunjungan untuk berwisata atau untuk bekerja, kita harus tahu dulu asal-usulnya," jelas Rohim, Kamis (4/7/2024). 

    Menurutnya penting untuk membedakan kunjungan yang motifnya bekerja dengan berwisata, sebagai landasan untuk mengetahui seberapa jauh wisata di Samarinda memberikan dampak positif terhadap pemerintah dan masyarakat. 

    "Ini juga berkaitan dengan transparansi pemerintah kota," tuturnya. 

    Dengan analisis yang lebih jelas, tentu akan memberikan evaluasi seberapa jauh sektor wisata memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Samarinda. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Abdul Rohim Sebut Pendapatan dari Sektor Wisata di Samarinda Belum Maksimal

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    05 Juli 2024 pukul 11:41 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim menyebut pendapatan dari sektor wisata di Samarinda masih belum maksimal.

    Menurutnya pendapatan dari sektor perhotelan dan tempat makan tidak mesti bagian dari pariwisata. Sebab tidak melulu para pengunjung itu datang dengan motif untuk berwisata. 

    Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai selama ini pendapatan sektor wisata itu berasal dari kunjungan yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti perjalan dinas. Bukan secara khusus untuk berwisata. 

    Maka dari itu, Rohim meminta adanya kajian lebih mendalam terkait dengan pendapatan dari hotel ataupun restoran. 

    "Apakah itu memang kunjungan untuk berwisata atau untuk bekerja, kita harus tahu dulu asal-usulnya," jelas Rohim, Kamis (4/7/2024). 

    Menurutnya penting untuk membedakan kunjungan yang motifnya bekerja dengan berwisata, sebagai landasan untuk mengetahui seberapa jauh wisata di Samarinda memberikan dampak positif terhadap pemerintah dan masyarakat. 

    "Ini juga berkaitan dengan transparansi pemerintah kota," tuturnya. 

    Dengan analisis yang lebih jelas, tentu akan memberikan evaluasi seberapa jauh sektor wisata memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Samarinda. (Adv)

    (Sf/Rs)