Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Bangunan Pasar Pagi dari sisi Jalan Jenderal Sudirman. (Foto: Tria/Seputarfakt.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan pemerintah kota (pemkot) belum terlalu siap untuk merevitalisasi Pasar Pagi. Menurutnya, revitalisasi pasar ini bukan hanya soal lahan dan bahan bangunan saja yang dipersiapkan. Tapi faktor lain seperti skema perputaran ekonomi pedagang juga patut menjadi perhatian.
“Hampir setiap hari pedagang itu berkeluh kesah soal omzet yang menurun drastis. Baik yang di Segiri Grosir Samarinda (SGS), terlebih yang kemarin viral di Pasar Sungai Dama,” tutur Abdul Rohim, Kamis (8/2/2024).
Selain itu, pria yang kerap disapa Rohim itu juga menyampaikan, pihaknya menemukan beberapa fakta seperti Plaza Mulia yang ternyata belum bisa dipakai pedagang untuk pindah dari Pasar Pagi. Menumpuknya pedagang yang berpindah ke SGS, hingga terjadi overload tempat parkir. Serta timbulnya masalah dengan 48 pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM).
Ketiga hal itu menjadi catatan tersendiri bagi Komisi II DPRD Samarinda. Kemudian, pihaknya mengira ketika proses perencanaan, pemkot telah melibatkan masyarakat di dalamnya. Tapi yang terjadi hanya dari satu pihak, yakni pemkot merancang design tanpa melibatkan masyarakat yang memiliki lahan.
Untuk itu, Rohim menyatakan pihaknya seacara penuh menyerahkan kepada pemkot soal bagaimana penyelesaian masalah dengan 48 pemilik SHM. Bisa melalui dialog, mediasi, negosiasi atau apapun jenisnya selama tidak melanggar aturan dan hukum.
Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga bercerita, jika pada awalnya pun sudah banyak pihak yang meragukan. Dalam artian, ragu proyek ini akan selesai dalam jangka satu tahun. Hanya saja optimisme dari Wali Kota yang membuatnya turut menaruh keyakinan, bahwa akan rampung dalam jangka waktu yang sudah ditargetkan.
(ADV/Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Bangunan Pasar Pagi dari sisi Jalan Jenderal Sudirman. (Foto: Tria/Seputarfakt.com)
Samarinda - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan pemerintah kota (pemkot) belum terlalu siap untuk merevitalisasi Pasar Pagi. Menurutnya, revitalisasi pasar ini bukan hanya soal lahan dan bahan bangunan saja yang dipersiapkan. Tapi faktor lain seperti skema perputaran ekonomi pedagang juga patut menjadi perhatian.
“Hampir setiap hari pedagang itu berkeluh kesah soal omzet yang menurun drastis. Baik yang di Segiri Grosir Samarinda (SGS), terlebih yang kemarin viral di Pasar Sungai Dama,” tutur Abdul Rohim, Kamis (8/2/2024).
Selain itu, pria yang kerap disapa Rohim itu juga menyampaikan, pihaknya menemukan beberapa fakta seperti Plaza Mulia yang ternyata belum bisa dipakai pedagang untuk pindah dari Pasar Pagi. Menumpuknya pedagang yang berpindah ke SGS, hingga terjadi overload tempat parkir. Serta timbulnya masalah dengan 48 pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM).
Ketiga hal itu menjadi catatan tersendiri bagi Komisi II DPRD Samarinda. Kemudian, pihaknya mengira ketika proses perencanaan, pemkot telah melibatkan masyarakat di dalamnya. Tapi yang terjadi hanya dari satu pihak, yakni pemkot merancang design tanpa melibatkan masyarakat yang memiliki lahan.
Untuk itu, Rohim menyatakan pihaknya seacara penuh menyerahkan kepada pemkot soal bagaimana penyelesaian masalah dengan 48 pemilik SHM. Bisa melalui dialog, mediasi, negosiasi atau apapun jenisnya selama tidak melanggar aturan dan hukum.
Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga bercerita, jika pada awalnya pun sudah banyak pihak yang meragukan. Dalam artian, ragu proyek ini akan selesai dalam jangka satu tahun. Hanya saja optimisme dari Wali Kota yang membuatnya turut menaruh keyakinan, bahwa akan rampung dalam jangka waktu yang sudah ditargetkan.
(ADV/Sf/Rs)