DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Abdul Khairin Akui Titik Banjir di Samarinda Berkurang

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    20 Mei 2024 pukul 17:40 WITA

    Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Abdul Khairin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Abdul Khairin, mengakui adanya perbaikan signifikan dalam penanganan banjir di kota Samarinda.

    Dalam pernyataannya, Abdul Khairin menyoroti progres yang telah dicapai pemerintah kota dalam mengurangi titik-titik banjir, meskipun curah hujan yang tinggi masih terjadi dalam beberapa hari terakhir.

    “Setidaknya, kita harus mengakui bahwa titik-titik banjir cukup berkurang, walaupun beberapa hari ini curah hujan cukup besar. Meskipun kita juga merasakan beberapa titik masih tergenang, tetapi secara kuantitas jauh lebih sedikit dibanding periode-periode yang lalu,” ujar Abdul Khairin, Senin (20/5/2024).

    Menurutnya, penurunan jumlah titik banjir ini merupakan hasil dari upaya pemerintah kota dalam melakukan berbagai program dan proyek penanganan banjir. 

    Proyek-proyek tersebut termasuk pembangunan drainase yang lebih baik, perbaikan sistem saluran air, serta pembersihan sungai dan kanal yang rutin dilakukan.

    “Pemerintah kota telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengatasi masalah banjir yang telah lama menjadi momok bagi warga Samarinda. Pembangunan drainase yang lebih efektif dan pembersihan rutin sungai dan kanal telah memberikan hasil yang nyata,” jelasnya.

    Selain itu, yang tak kalah penting menurutnya adalah partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan juga sangat berpengaruh.

    “Kesadaran warga untuk turut serta dalam menjaga lingkungan sangat membantu mengurangi genangan air saat hujan deras,” tambahnya.

    Ia optimistis bahwa dengan upaya yang berkelanjutan dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, masalah ini dapat diatasi secara bertahap.

    “Pemerintah perlu terus berinovasi dan mengadopsi teknologi terbaru dalam penanganan banjir. Selain itu, perlu ada pengawasan dan evaluasi rutin terhadap proyek-proyek yang telah dijalankan agar bisa diketahui efektivitasnya dan dilakukan perbaikan jika diperlukan,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Abdul Khairin Akui Titik Banjir di Samarinda Berkurang

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    20 Mei 2024 pukul 17:40 WITA

    Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Abdul Khairin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Abdul Khairin, mengakui adanya perbaikan signifikan dalam penanganan banjir di kota Samarinda.

    Dalam pernyataannya, Abdul Khairin menyoroti progres yang telah dicapai pemerintah kota dalam mengurangi titik-titik banjir, meskipun curah hujan yang tinggi masih terjadi dalam beberapa hari terakhir.

    “Setidaknya, kita harus mengakui bahwa titik-titik banjir cukup berkurang, walaupun beberapa hari ini curah hujan cukup besar. Meskipun kita juga merasakan beberapa titik masih tergenang, tetapi secara kuantitas jauh lebih sedikit dibanding periode-periode yang lalu,” ujar Abdul Khairin, Senin (20/5/2024).

    Menurutnya, penurunan jumlah titik banjir ini merupakan hasil dari upaya pemerintah kota dalam melakukan berbagai program dan proyek penanganan banjir. 

    Proyek-proyek tersebut termasuk pembangunan drainase yang lebih baik, perbaikan sistem saluran air, serta pembersihan sungai dan kanal yang rutin dilakukan.

    “Pemerintah kota telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengatasi masalah banjir yang telah lama menjadi momok bagi warga Samarinda. Pembangunan drainase yang lebih efektif dan pembersihan rutin sungai dan kanal telah memberikan hasil yang nyata,” jelasnya.

    Selain itu, yang tak kalah penting menurutnya adalah partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan juga sangat berpengaruh.

    “Kesadaran warga untuk turut serta dalam menjaga lingkungan sangat membantu mengurangi genangan air saat hujan deras,” tambahnya.

    Ia optimistis bahwa dengan upaya yang berkelanjutan dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, masalah ini dapat diatasi secara bertahap.

    “Pemerintah perlu terus berinovasi dan mengadopsi teknologi terbaru dalam penanganan banjir. Selain itu, perlu ada pengawasan dan evaluasi rutin terhadap proyek-proyek yang telah dijalankan agar bisa diketahui efektivitasnya dan dilakukan perbaikan jika diperlukan,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)