DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    Rustam Soroti Sikap Pertamina soal Antrean BBM Bontang: Jangan Merasa Tidak Bersalah

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    03 September 2026 pukul 10:40 WITA

    Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam. (Foto: Istimewa)

    Bontang – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menyoroti sikap Pertamina dalam menyikapi persoalan antrean dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Bontang.

    Rustam menilai persoalan tersebut tidak seharusnya hanya dilihat sebagai masalah di tingkat masyarakat maupun SPBU. Menurutnya, Pertamina juga harus mengambil peran dalam memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik.

    Ia bahkan mempertanyakan ketika persoalan antrean panjang hingga kendaraan bermalam di SPBU masih terjadi, sementara Pertamina dinilai tidak merasa memiliki persoalan tersebut.

    “Kenapa hal seperti ini bisa terjadi? Yang paling parahnya lagi Pertamina merasa tidak bersalah. Sebenarnya hal seperti ini tidak usah buat sistem-sistem, maunya hal seperti ini tidak terjadi,” ujar Rustam.

    Menurutnya, kondisi masyarakat yang harus mengantre BBM selama berjam-jam merupakan persoalan serius yang perlu segera diselesaikan.

    Rustam menilai situasi tersebut menjadi ironis bagi Bontang yang dikenal sebagai daerah industri dan memiliki fasilitas penunjang distribusi energi.

    “Menurut saya ini adalah fenomena yang sangat memalukan buat kita semua. Kalau saya mendengar Bontang kehabisan BBM, rasanya sangat tidak masuk akal kita. Seperti kita mati di lumbung padi,” katanya.

    Ia pun meminta Pertamina membantu mencari solusi agar antrean kendaraan di SPBU tidak kembali terjadi hingga membuat masyarakat harus bermalam untuk mendapatkan BBM.

    “Teman-teman Pertamina, bantu kitalah di Bontang. Saya tidak mau sampai lagi ada antre-antrean di SPBU. Apalagi yang parkir mobil buat antre BBM sampai bermalam di sana,” tegasnya.

    Selain persoalan distribusi, DPRD Bontang juga akan membahas masalah tersebut bersama asosiasi pelaku usaha yang berkaitan dengan distribusi BBM.

    Rustam menyebut pembahasan akan mencakup aktivitas pihak-pihak yang membeli BBM untuk kemudian dijual kembali. Ia mengatakan para pelaku tersebut tidak ingin disebut sebagai pengetap, melainkan menyebut diri mereka sebagai “pejuang”.

    “Kita lihat saja nanti siang ini, rapat bersama dengan asosiasi mereka. Ingat, mereka tidak mau dibilang pengetap, maunya pejuang,” ujarnya.

    Rustam menegaskan DPRD Bontang akan tetap menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pertamina dan pihak terkait.

    “Bagaimanapun hasilnya, mohon maaf, kami pun lahir dari rakyat. Mereka bersuara, siap-siap saja Pertamina. Sebab saya hanya menyampaikan aspirasi. Bila mereka menyurat, maka kami terima,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    Rustam Soroti Sikap Pertamina soal Antrean BBM Bontang: Jangan Merasa Tidak Bersalah

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    03 September 2026 pukul 10:40 WITA

    Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam. (Foto: Istimewa)

    Bontang – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menyoroti sikap Pertamina dalam menyikapi persoalan antrean dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Bontang.

    Rustam menilai persoalan tersebut tidak seharusnya hanya dilihat sebagai masalah di tingkat masyarakat maupun SPBU. Menurutnya, Pertamina juga harus mengambil peran dalam memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik.

    Ia bahkan mempertanyakan ketika persoalan antrean panjang hingga kendaraan bermalam di SPBU masih terjadi, sementara Pertamina dinilai tidak merasa memiliki persoalan tersebut.

    “Kenapa hal seperti ini bisa terjadi? Yang paling parahnya lagi Pertamina merasa tidak bersalah. Sebenarnya hal seperti ini tidak usah buat sistem-sistem, maunya hal seperti ini tidak terjadi,” ujar Rustam.

    Menurutnya, kondisi masyarakat yang harus mengantre BBM selama berjam-jam merupakan persoalan serius yang perlu segera diselesaikan.

    Rustam menilai situasi tersebut menjadi ironis bagi Bontang yang dikenal sebagai daerah industri dan memiliki fasilitas penunjang distribusi energi.

    “Menurut saya ini adalah fenomena yang sangat memalukan buat kita semua. Kalau saya mendengar Bontang kehabisan BBM, rasanya sangat tidak masuk akal kita. Seperti kita mati di lumbung padi,” katanya.

    Ia pun meminta Pertamina membantu mencari solusi agar antrean kendaraan di SPBU tidak kembali terjadi hingga membuat masyarakat harus bermalam untuk mendapatkan BBM.

    “Teman-teman Pertamina, bantu kitalah di Bontang. Saya tidak mau sampai lagi ada antre-antrean di SPBU. Apalagi yang parkir mobil buat antre BBM sampai bermalam di sana,” tegasnya.

    Selain persoalan distribusi, DPRD Bontang juga akan membahas masalah tersebut bersama asosiasi pelaku usaha yang berkaitan dengan distribusi BBM.

    Rustam menyebut pembahasan akan mencakup aktivitas pihak-pihak yang membeli BBM untuk kemudian dijual kembali. Ia mengatakan para pelaku tersebut tidak ingin disebut sebagai pengetap, melainkan menyebut diri mereka sebagai “pejuang”.

    “Kita lihat saja nanti siang ini, rapat bersama dengan asosiasi mereka. Ingat, mereka tidak mau dibilang pengetap, maunya pejuang,” ujarnya.

    Rustam menegaskan DPRD Bontang akan tetap menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pertamina dan pihak terkait.

    “Bagaimanapun hasilnya, mohon maaf, kami pun lahir dari rakyat. Mereka bersuara, siap-siap saja Pertamina. Sebab saya hanya menyampaikan aspirasi. Bila mereka menyurat, maka kami terima,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)