Cari disini...

DPRD Kota Bontang
Rapat Pembahasan Raperda tentang RTRW Kota Bontang Tahun 2026-2045. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pembangunan drainase di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, menjadi perhatian DPRD Kota Bontang. Selain memastikan proyek berjalan sesuai rencana, pemerintah juga diminta menjaga keseimbangan lingkungan dengan tidak mengabaikan keberadaan pohon yang terdampak pengerjaan.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan pembangunan infrastruktur harus disertai langkah mitigasi terhadap dampak lingkungan. Salah satunya dengan mengganti setiap pohon yang ditebang melalui penanaman baru di lokasi yang tepat.
Menurutnya, keberadaan pohon di kawasan perkotaan memiliki fungsi penting, mulai dari menjaga kualitas udara hingga menciptakan ruang yang lebih teduh dan nyaman bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan drainase tidak seharusnya membuat Bontang kehilangan identitas sebagai kota yang hijau.
“Pembangunan memang harus terus berjalan, tetapi jangan sampai mengorbankan lingkungan. Kalau ada pohon yang harus ditebang, pemerintah juga harus memastikan ada penanaman kembali sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga,” ujar Shahib, Senin (29/6/2026).
Sahib menilai program penghijauan perlu menjadi bagian dari setiap proyek pembangunan yang berdampak terhadap ruang terbuka hijau. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
“Jangan sampai setelah proyek selesai justru kawasan ini terasa lebih gersang. Penggantian pohon harus dipastikan berjalan agar manfaat penghijauan tetap bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia berharap pembangunan drainase di Jalan Pattimura tidak hanya mampu mengurangi persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan warga, tetapi juga menghadirkan kawasan yang lebih tertata, nyaman, dan tetap asri.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan sehingga hasil pembangunan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga memberi manfaat bagi kualitas lingkungan Kota Bontang di masa mendatang. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Bontang

Rapat Pembahasan Raperda tentang RTRW Kota Bontang Tahun 2026-2045. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pembangunan drainase di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, menjadi perhatian DPRD Kota Bontang. Selain memastikan proyek berjalan sesuai rencana, pemerintah juga diminta menjaga keseimbangan lingkungan dengan tidak mengabaikan keberadaan pohon yang terdampak pengerjaan.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan pembangunan infrastruktur harus disertai langkah mitigasi terhadap dampak lingkungan. Salah satunya dengan mengganti setiap pohon yang ditebang melalui penanaman baru di lokasi yang tepat.
Menurutnya, keberadaan pohon di kawasan perkotaan memiliki fungsi penting, mulai dari menjaga kualitas udara hingga menciptakan ruang yang lebih teduh dan nyaman bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan drainase tidak seharusnya membuat Bontang kehilangan identitas sebagai kota yang hijau.
“Pembangunan memang harus terus berjalan, tetapi jangan sampai mengorbankan lingkungan. Kalau ada pohon yang harus ditebang, pemerintah juga harus memastikan ada penanaman kembali sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga,” ujar Shahib, Senin (29/6/2026).
Sahib menilai program penghijauan perlu menjadi bagian dari setiap proyek pembangunan yang berdampak terhadap ruang terbuka hijau. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
“Jangan sampai setelah proyek selesai justru kawasan ini terasa lebih gersang. Penggantian pohon harus dipastikan berjalan agar manfaat penghijauan tetap bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia berharap pembangunan drainase di Jalan Pattimura tidak hanya mampu mengurangi persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan warga, tetapi juga menghadirkan kawasan yang lebih tertata, nyaman, dan tetap asri.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan sehingga hasil pembangunan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga memberi manfaat bagi kualitas lingkungan Kota Bontang di masa mendatang. (Adv)
(Sf/Rs)