DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    Marak Aktivitas Malam di Fasum, DPRD Minta Pengawasan Lebih Optimal 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    26 Juli 2026 pukul 22:00 WITA

    Anggota DPRD Bontang, Arfian Arsyad. (Foto: Setwan Bontang)

    Bontang - Keberadaan berbagai fasilitas publik di Kota Bontang diharapkan tidak hanya dimanfaatkan dengan baik, tetapi juga dijaga bersama oleh seluruh masyarakat. 

    Anggota DPRD Bontang, Arfian Arsyad, menilai kepedulian warga menjadi faktor penting untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas umum yang belakangan kerap terjadi pada malam hari.

    Menurut Arfian, kursi taman, bollard dan fasilitas lain yang dibangun pemerintah merupakan aset publik yang dibiayai dari uang masyarakat. Karena itu, penggunaannya harus sesuai dengan fungsi yang telah disediakan.

    “Fasilitas itu dibangun agar masyarakat bisa menikmati ruang publik, berkumpul bersama keluarga, pasangan atau sekadar bersantai. Sudah seharusnya kita menjaga agar tetap nyaman digunakan semua orang,” ujar Arfian.

    Ia mengungkapkan, masih ditemukan indikasi aktivitas yang mengganggu ketertiban di sejumlah ruang publik. Salah satunya ditandai dengan ditemukannya botol minuman keras di beberapa lokasi pada pagi hari.

    Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya kepedulian masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat aktivitas yang berpotensi merusak fasilitas umum maupun mengganggu ketertiban.

    “Kalau masyarakat menemukan aktivitas yang mengarah pada pelanggaran, sebaiknya segera dilaporkan kepada instansi yang berwenang. Dengan begitu, penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

    Selain peran masyarakat, Arfian menilai pengawasan rutin dari aparat seperti Satpol PP dan kepolisian juga perlu terus diperkuat sebagai langkah pencegahan terhadap tindakan vandalisme maupun penyalahgunaan ruang publik.

    Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak ketertiban dan masyarakat dapat menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, serta tetap terawat. 

    Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut bukan hanya untuk menunjang aktivitas warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Bontang dan meningkatkan daya tarik bagi para pengunjung. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    Marak Aktivitas Malam di Fasum, DPRD Minta Pengawasan Lebih Optimal 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    26 Juli 2026 pukul 22:00 WITA

    Anggota DPRD Bontang, Arfian Arsyad. (Foto: Setwan Bontang)

    Bontang - Keberadaan berbagai fasilitas publik di Kota Bontang diharapkan tidak hanya dimanfaatkan dengan baik, tetapi juga dijaga bersama oleh seluruh masyarakat. 

    Anggota DPRD Bontang, Arfian Arsyad, menilai kepedulian warga menjadi faktor penting untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas umum yang belakangan kerap terjadi pada malam hari.

    Menurut Arfian, kursi taman, bollard dan fasilitas lain yang dibangun pemerintah merupakan aset publik yang dibiayai dari uang masyarakat. Karena itu, penggunaannya harus sesuai dengan fungsi yang telah disediakan.

    “Fasilitas itu dibangun agar masyarakat bisa menikmati ruang publik, berkumpul bersama keluarga, pasangan atau sekadar bersantai. Sudah seharusnya kita menjaga agar tetap nyaman digunakan semua orang,” ujar Arfian.

    Ia mengungkapkan, masih ditemukan indikasi aktivitas yang mengganggu ketertiban di sejumlah ruang publik. Salah satunya ditandai dengan ditemukannya botol minuman keras di beberapa lokasi pada pagi hari.

    Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya kepedulian masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat aktivitas yang berpotensi merusak fasilitas umum maupun mengganggu ketertiban.

    “Kalau masyarakat menemukan aktivitas yang mengarah pada pelanggaran, sebaiknya segera dilaporkan kepada instansi yang berwenang. Dengan begitu, penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

    Selain peran masyarakat, Arfian menilai pengawasan rutin dari aparat seperti Satpol PP dan kepolisian juga perlu terus diperkuat sebagai langkah pencegahan terhadap tindakan vandalisme maupun penyalahgunaan ruang publik.

    Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak ketertiban dan masyarakat dapat menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, serta tetap terawat. 

    Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut bukan hanya untuk menunjang aktivitas warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Bontang dan meningkatkan daya tarik bagi para pengunjung. (Adv)

    (Sf/Lo)