Cari disini...

DPRD Kota Bontang
Sekertaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Setwan Bontang)
Bontang - Peran keluarga dinilai menjadi faktor paling penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, DPRD Kota Bontang mendorong penguatan edukasi kepada orang tua sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan anak di Kota Bontang.
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengatakan berbagai kasus yang melibatkan anak harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan langkah-langkah pencegahan. Menurutnya, perlindungan anak akan lebih efektif apabila dilakukan sebelum risiko atau permasalahan muncul.
“Yang perlu diperkuat bukan hanya penanganan saat kasus terjadi, tetapi bagaimana kita membangun sistem yang mampu mencegah anak-anak menjadi korban sejak awal,” ujar Saeful Rizal, Senin (22/6/2026).
Saeful menilai keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk rasa aman bagi anak. Melalui pengawasan, perhatian, dan komunikasi yang baik, orang tua dapat lebih cepat mengenali potensi masalah yang dihadapi anak sekaligus memberikan perlindungan yang dibutuhkan.
Menurutnya, lingkungan rumah yang sehat dan nyaman menjadi fondasi utama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan maupun ancaman yang dapat mengganggu perkembangan fisik dan psikologis anak.
“Anak menghabiskan banyak waktu bersama keluarga. Karena itu, rumah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman, dukungan, dan perlindungan bagi mereka,” katanya.
Selain keluarga, Saeful juga menyoroti pentingnya keterlibatan lingkungan sosial dalam menjaga hak-hak anak. Ia menilai anak membutuhkan ruang yang kondusif untuk belajar, bermain, dan berinteraksi tanpa rasa takut maupun tekanan yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembangnya.
Untuk itu, DPRD Bontang mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, lembaga perlindungan anak, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam membangun sistem perlindungan yang lebih menyeluruh.
“Perlindungan anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang kuat agar setiap anak mendapatkan lingkungan yang aman dan kesempatan tumbuh secara optimal,” jelasnya.
Melalui penguatan peran keluarga dan dukungan berbagai pihak, DPRD Bontang berharap upaya perlindungan anak di daerah dapat semakin efektif. Dengan pendekatan yang mengutamakan pencegahan, risiko terjadinya kasus yang melibatkan anak diharapkan dapat ditekan sehingga generasi muda Bontang dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, aman, dan berkualitas. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Bontang

Sekertaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Setwan Bontang)
Bontang - Peran keluarga dinilai menjadi faktor paling penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, DPRD Kota Bontang mendorong penguatan edukasi kepada orang tua sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan anak di Kota Bontang.
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengatakan berbagai kasus yang melibatkan anak harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan langkah-langkah pencegahan. Menurutnya, perlindungan anak akan lebih efektif apabila dilakukan sebelum risiko atau permasalahan muncul.
“Yang perlu diperkuat bukan hanya penanganan saat kasus terjadi, tetapi bagaimana kita membangun sistem yang mampu mencegah anak-anak menjadi korban sejak awal,” ujar Saeful Rizal, Senin (22/6/2026).
Saeful menilai keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk rasa aman bagi anak. Melalui pengawasan, perhatian, dan komunikasi yang baik, orang tua dapat lebih cepat mengenali potensi masalah yang dihadapi anak sekaligus memberikan perlindungan yang dibutuhkan.
Menurutnya, lingkungan rumah yang sehat dan nyaman menjadi fondasi utama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan maupun ancaman yang dapat mengganggu perkembangan fisik dan psikologis anak.
“Anak menghabiskan banyak waktu bersama keluarga. Karena itu, rumah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman, dukungan, dan perlindungan bagi mereka,” katanya.
Selain keluarga, Saeful juga menyoroti pentingnya keterlibatan lingkungan sosial dalam menjaga hak-hak anak. Ia menilai anak membutuhkan ruang yang kondusif untuk belajar, bermain, dan berinteraksi tanpa rasa takut maupun tekanan yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembangnya.
Untuk itu, DPRD Bontang mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, lembaga perlindungan anak, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam membangun sistem perlindungan yang lebih menyeluruh.
“Perlindungan anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang kuat agar setiap anak mendapatkan lingkungan yang aman dan kesempatan tumbuh secara optimal,” jelasnya.
Melalui penguatan peran keluarga dan dukungan berbagai pihak, DPRD Bontang berharap upaya perlindungan anak di daerah dapat semakin efektif. Dengan pendekatan yang mengutamakan pencegahan, risiko terjadinya kasus yang melibatkan anak diharapkan dapat ditekan sehingga generasi muda Bontang dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, aman, dan berkualitas. (Adv)
(Sf/Rs)