DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Bontang Soroti Stigma HIV, Edukasi Dinilai Jadi Kunci

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    09 Agustus 2026 pukul 16:02 WITA

    Anggota DPRD Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Penanganan HIV/AIDS di Kota Bontang dinilai tidak cukup hanya mengandalkan layanan pengobatan. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting, terutama untuk membangun pemahaman yang benar sekaligus mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV.

    Anggota DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengatakan upaya pencegahan perlu berjalan beriringan dengan penanganan terhadap masyarakat yang telah teridentifikasi terinfeksi HIV. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui cara penularan, faktor risiko, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan.

    Saeful menilai perkembangan kasus HIV perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Ia mendorong intervensi dilakukan sejak dini, sehingga potensi penularan baru dapat ditekan.

    “Jangan sampai kita hanya bergerak setelah kasus ditemukan. Pencegahan harus diperkuat dari awal, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat,” ujar Saeful Rizal.

    Ia juga menyoroti persoalan stigma yang masih melekat terhadap orang dengan HIV. Menurutnya, minimnya pemahaman mengenai HIV dapat membuat masyarakat memberikan perlakuan yang keliru kepada penderita.

    Karena itu, Saeful meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang memperluas sosialisasi hingga ke lingkungan pendidikan dan kelompok masyarakat yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.

    “Edukasinya jangan hanya dilakukan di fasilitas kesehatan. Sekolah dan tempat-tempat yang memang membutuhkan informasi tersebut juga harus menjadi sasaran,” katanya.

    Kelompok usia produktif, lanjut dia, perlu mendapat perhatian dalam program edukasi. Pemahaman sejak dini dinilai dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus lebih sadar menjaga kesehatan.

    Saeful berharap penanganan HIV melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga lingkungan sekitar. Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif jika dibangun melalui kepedulian bersama.

    “Kalau semua pihak ikut bergerak, mulai dari pemerintah sampai masyarakat, saya kira upaya menekan penularan HIV di Bontang akan jauh lebih kuat,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Bontang Soroti Stigma HIV, Edukasi Dinilai Jadi Kunci

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    09 Agustus 2026 pukul 16:02 WITA

    Anggota DPRD Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Penanganan HIV/AIDS di Kota Bontang dinilai tidak cukup hanya mengandalkan layanan pengobatan. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting, terutama untuk membangun pemahaman yang benar sekaligus mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV.

    Anggota DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengatakan upaya pencegahan perlu berjalan beriringan dengan penanganan terhadap masyarakat yang telah teridentifikasi terinfeksi HIV. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui cara penularan, faktor risiko, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan.

    Saeful menilai perkembangan kasus HIV perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Ia mendorong intervensi dilakukan sejak dini, sehingga potensi penularan baru dapat ditekan.

    “Jangan sampai kita hanya bergerak setelah kasus ditemukan. Pencegahan harus diperkuat dari awal, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat,” ujar Saeful Rizal.

    Ia juga menyoroti persoalan stigma yang masih melekat terhadap orang dengan HIV. Menurutnya, minimnya pemahaman mengenai HIV dapat membuat masyarakat memberikan perlakuan yang keliru kepada penderita.

    Karena itu, Saeful meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang memperluas sosialisasi hingga ke lingkungan pendidikan dan kelompok masyarakat yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.

    “Edukasinya jangan hanya dilakukan di fasilitas kesehatan. Sekolah dan tempat-tempat yang memang membutuhkan informasi tersebut juga harus menjadi sasaran,” katanya.

    Kelompok usia produktif, lanjut dia, perlu mendapat perhatian dalam program edukasi. Pemahaman sejak dini dinilai dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus lebih sadar menjaga kesehatan.

    Saeful berharap penanganan HIV melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga lingkungan sekitar. Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif jika dibangun melalui kepedulian bersama.

    “Kalau semua pihak ikut bergerak, mulai dari pemerintah sampai masyarakat, saya kira upaya menekan penularan HIV di Bontang akan jauh lebih kuat,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)