DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Bontang Libatkan Lintas Sektor Cari Solusi Tekan Kehamilan di Bawah Umur

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    10 Juli 2026 pukul 16:34 WITA

    RDP Komisi A DPRD Kota Bontang Terkait Kasus Kehamilan Anak Dibawah Umur. (Foto: Istimewa)

    Bontang - Komisi A DPRD Kota Bontang mulai menghimpun berbagai masukan dari sejumlah pemangku kepentingan sebagai langkah menyusun strategi pencegahan kasus kehamilan di bawah umur yang belakangan menjadi perhatian di Kota Bontang.

    Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, di Ruang Rapat DPRD, Kamis (9/7/2026). Hadir dalam pertemuan itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.

    Saeful mengatakan, DPRD sengaja mengundang berbagai pihak agar penanganan persoalan tersebut tidak hanya dilakukan dari satu sudut pandang, melainkan melalui kolaborasi berbagai unsur yang memiliki peran dalam pembinaan generasi muda.

    “Kami ingin mendengar masukan dari berbagai pihak, termasuk yang hadir dalam rapat ini,” ujarnya.

    Dalam forum tersebut, Ketua FKUB Kota Bontang, Mulkan Adzima, menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan reproduksi atau sex education perlu diberikan kepada remaja dengan metode yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman mereka.

    Selain itu, Mulkan mendorong sekolah maupun rumah ibadah agar lebih aktif menghadirkan kegiatan positif sebagai ruang pembinaan karakter sekaligus pengembangan potensi generasi muda.

    “DPRD harus mendorong pelaksanaan sex education dan juga aktif menggelar kegiatan-kegiatan positif di sekolah maupun tempat ibadah,” katanya.

    Komisi A DPRD Kota Bontang memastikan seluruh masukan yang disampaikan dalam rapat akan menjadi bahan pembahasan lanjutan. 

    DPRD juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah pencegahan yang lebih komprehensif, sehingga angka kehamilan di bawah umur di Kota Bontang dapat ditekan secara berkelanjutan. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Bontang Libatkan Lintas Sektor Cari Solusi Tekan Kehamilan di Bawah Umur

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    10 Juli 2026 pukul 16:34 WITA

    RDP Komisi A DPRD Kota Bontang Terkait Kasus Kehamilan Anak Dibawah Umur. (Foto: Istimewa)

    Bontang - Komisi A DPRD Kota Bontang mulai menghimpun berbagai masukan dari sejumlah pemangku kepentingan sebagai langkah menyusun strategi pencegahan kasus kehamilan di bawah umur yang belakangan menjadi perhatian di Kota Bontang.

    Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, di Ruang Rapat DPRD, Kamis (9/7/2026). Hadir dalam pertemuan itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.

    Saeful mengatakan, DPRD sengaja mengundang berbagai pihak agar penanganan persoalan tersebut tidak hanya dilakukan dari satu sudut pandang, melainkan melalui kolaborasi berbagai unsur yang memiliki peran dalam pembinaan generasi muda.

    “Kami ingin mendengar masukan dari berbagai pihak, termasuk yang hadir dalam rapat ini,” ujarnya.

    Dalam forum tersebut, Ketua FKUB Kota Bontang, Mulkan Adzima, menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan reproduksi atau sex education perlu diberikan kepada remaja dengan metode yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman mereka.

    Selain itu, Mulkan mendorong sekolah maupun rumah ibadah agar lebih aktif menghadirkan kegiatan positif sebagai ruang pembinaan karakter sekaligus pengembangan potensi generasi muda.

    “DPRD harus mendorong pelaksanaan sex education dan juga aktif menggelar kegiatan-kegiatan positif di sekolah maupun tempat ibadah,” katanya.

    Komisi A DPRD Kota Bontang memastikan seluruh masukan yang disampaikan dalam rapat akan menjadi bahan pembahasan lanjutan. 

    DPRD juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah pencegahan yang lebih komprehensif, sehingga angka kehamilan di bawah umur di Kota Bontang dapat ditekan secara berkelanjutan. (Adv)

    (Sf/Lo)