DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Bontang Dorong Penyusunan Peta Investasi untuk Percepat Pengembangan Bontang Lestari

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 14:16 WITA

    Rapat kerja DPRD Kota Bontang terkait strategi optimalisasi PAD Tahun Anggaran 2026. (Foto: Setwan Bontang)

    Bontang - Upaya menarik investasi baru ke Kota Bontang dinilai perlu didukung dengan strategi promosi yang lebih terarah dan berbasis data. Untuk itu, DPRD Kota Bontang mendorong pemerintah daerah menyusun peta potensi investasi yang mampu memberikan gambaran jelas kepada calon investor mengenai peluang usaha yang tersedia.

    Dorongan tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Suharno, saat rapat kerja bersama Bapperida. Menurutnya, kawasan Bontang Lestari memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru karena masih tersedia lahan yang cukup luas untuk berbagai kegiatan investasi.

    Namun, potensi tersebut dinilai belum akan memberikan manfaat optimal apabila tidak didukung informasi yang komprehensif mengenai sektor-sektor unggulan yang dapat dikembangkan di kawasan tersebut.

    “Potensi yang dimiliki daerah perlu dikemas dalam informasi yang jelas dan terukur. Dengan begitu, investor dapat melihat peluang usaha yang tersedia sekaligus prospek pengembangannya dalam jangka panjang,” ujar Suharno, Senin (15/6/2026).

    Suharno menilai calon investor membutuhkan kepastian dan data yang kuat sebelum mengambil keputusan untuk menanamkan modal. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan kajian yang mampu menunjukkan keunggulan daerah, potensi pasar, hingga peluang investasi yang dapat ditawarkan.

    Selain kawasan Bontang Lestari, ia juga melihat sektor pariwisata sebagai salah satu bidang yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Menurutnya, sektor tersebut berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola secara profesional dan didukung promosi yang berkelanjutan.

    “Daerah memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diperkenalkan secara lebih luas sehingga mampu menarik minat investor,” katanya.

    Lebih lanjut, Suharno menegaskan bahwa keberhasilan menarik investasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan atau peluang bisnis. Faktor pendukung seperti infrastruktur, aksesibilitas kawasan, serta kemudahan berusaha juga menjadi pertimbangan penting bagi investor.

    Karena itu, DPRD Bontang mendorong Bapperida untuk mengambil peran strategis dalam menyusun peta investasi daerah sekaligus memperkuat promosi kepada calon penanam modal.

    Melalui langkah tersebut, DPRD berharap peluang masuknya investasi baru ke Kota Bontang semakin terbuka. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Bontang Dorong Penyusunan Peta Investasi untuk Percepat Pengembangan Bontang Lestari

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 14:16 WITA

    Rapat kerja DPRD Kota Bontang terkait strategi optimalisasi PAD Tahun Anggaran 2026. (Foto: Setwan Bontang)

    Bontang - Upaya menarik investasi baru ke Kota Bontang dinilai perlu didukung dengan strategi promosi yang lebih terarah dan berbasis data. Untuk itu, DPRD Kota Bontang mendorong pemerintah daerah menyusun peta potensi investasi yang mampu memberikan gambaran jelas kepada calon investor mengenai peluang usaha yang tersedia.

    Dorongan tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Suharno, saat rapat kerja bersama Bapperida. Menurutnya, kawasan Bontang Lestari memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru karena masih tersedia lahan yang cukup luas untuk berbagai kegiatan investasi.

    Namun, potensi tersebut dinilai belum akan memberikan manfaat optimal apabila tidak didukung informasi yang komprehensif mengenai sektor-sektor unggulan yang dapat dikembangkan di kawasan tersebut.

    “Potensi yang dimiliki daerah perlu dikemas dalam informasi yang jelas dan terukur. Dengan begitu, investor dapat melihat peluang usaha yang tersedia sekaligus prospek pengembangannya dalam jangka panjang,” ujar Suharno, Senin (15/6/2026).

    Suharno menilai calon investor membutuhkan kepastian dan data yang kuat sebelum mengambil keputusan untuk menanamkan modal. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan kajian yang mampu menunjukkan keunggulan daerah, potensi pasar, hingga peluang investasi yang dapat ditawarkan.

    Selain kawasan Bontang Lestari, ia juga melihat sektor pariwisata sebagai salah satu bidang yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Menurutnya, sektor tersebut berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola secara profesional dan didukung promosi yang berkelanjutan.

    “Daerah memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diperkenalkan secara lebih luas sehingga mampu menarik minat investor,” katanya.

    Lebih lanjut, Suharno menegaskan bahwa keberhasilan menarik investasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan atau peluang bisnis. Faktor pendukung seperti infrastruktur, aksesibilitas kawasan, serta kemudahan berusaha juga menjadi pertimbangan penting bagi investor.

    Karena itu, DPRD Bontang mendorong Bapperida untuk mengambil peran strategis dalam menyusun peta investasi daerah sekaligus memperkuat promosi kepada calon penanam modal.

    Melalui langkah tersebut, DPRD berharap peluang masuknya investasi baru ke Kota Bontang semakin terbuka. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Adv)

    (Sf/Rs)