Cari disini...

DPRD Kota Bontang
Komisi B DPRD Bontang minta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan videotron sebagai Sumber PAD Baru. (Foto: Setwan Bontang)
Bontang - Pemanfaatan videotron milik Pemerintah Kota Bontang mulai menunjukkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melihat potensi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Kota Bontang mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset tersebut agar mampu memberikan pemasukan yang lebih besar bagi daerah.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menilai pendapatan dari layanan sewa videotron yang telah tercatat sepanjang semester pertama 2026 menjadi indikasi bahwa aset daerah dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan yang produktif apabila dikelola secara maksimal.
Menurutnya, keberadaan videotron di sejumlah lokasi strategis di Kota Bontang memiliki daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha yang membutuhkan sarana promosi kepada masyarakat.
“Potensinya cukup besar karena titik pemasangannya berada di lokasi yang ramai dilalui masyarakat. Tinggal bagaimana promosi layanan ini diperkuat agar semakin banyak perusahaan dan pelaku usaha yang memanfaatkannya,” ujar Rustam.
Ia menegaskan bahwa optimalisasi aset daerah merupakan salah satu langkah penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Karena itu, ia berharap pemerintah terus mencari terobosan agar aset yang dimiliki tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas publik, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi.
“Setiap pendapatan yang masuk tentu akan kembali untuk mendukung pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu aset yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, menjelaskan bahwa hingga Juni 2026 penerimaan dari penyewaan videotron telah mencapai Rp9,75 juta. Pendapatan tersebut mulai diperoleh setelah kebijakan pemungutan retribusi resmi diterapkan pada Februari 2026.
Ia menyebut pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada kalangan usaha agar pemanfaatan videotron semakin meningkat. Sejumlah pelaku usaha bahkan telah menggunakan fasilitas tersebut untuk kegiatan promosi, terutama pada periode menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami terus memperkenalkan layanan ini kepada dunia usaha. Responsnya cukup baik dan sudah ada beberapa pihak yang memanfaatkan videotron sebagai media promosi,” jelasnya.
Untuk meningkatkan minat penyewa, Diskominfo juga menyiapkan sejumlah program promosi, termasuk penambahan masa tayang bagi pengguna jasa yang memenuhi ketentuan tertentu.
DPRD Bontang berharap optimalisasi videotron dapat menjadi contoh pemanfaatan aset daerah yang produktif. Dengan pengelolaan yang tepat, fasilitas tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu sumber PAD yang terus berkembang pada tahun-tahun mendatang. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Bontang

Komisi B DPRD Bontang minta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan videotron sebagai Sumber PAD Baru. (Foto: Setwan Bontang)
Bontang - Pemanfaatan videotron milik Pemerintah Kota Bontang mulai menunjukkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melihat potensi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Kota Bontang mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset tersebut agar mampu memberikan pemasukan yang lebih besar bagi daerah.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menilai pendapatan dari layanan sewa videotron yang telah tercatat sepanjang semester pertama 2026 menjadi indikasi bahwa aset daerah dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan yang produktif apabila dikelola secara maksimal.
Menurutnya, keberadaan videotron di sejumlah lokasi strategis di Kota Bontang memiliki daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha yang membutuhkan sarana promosi kepada masyarakat.
“Potensinya cukup besar karena titik pemasangannya berada di lokasi yang ramai dilalui masyarakat. Tinggal bagaimana promosi layanan ini diperkuat agar semakin banyak perusahaan dan pelaku usaha yang memanfaatkannya,” ujar Rustam.
Ia menegaskan bahwa optimalisasi aset daerah merupakan salah satu langkah penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Karena itu, ia berharap pemerintah terus mencari terobosan agar aset yang dimiliki tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas publik, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi.
“Setiap pendapatan yang masuk tentu akan kembali untuk mendukung pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu aset yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, menjelaskan bahwa hingga Juni 2026 penerimaan dari penyewaan videotron telah mencapai Rp9,75 juta. Pendapatan tersebut mulai diperoleh setelah kebijakan pemungutan retribusi resmi diterapkan pada Februari 2026.
Ia menyebut pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada kalangan usaha agar pemanfaatan videotron semakin meningkat. Sejumlah pelaku usaha bahkan telah menggunakan fasilitas tersebut untuk kegiatan promosi, terutama pada periode menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami terus memperkenalkan layanan ini kepada dunia usaha. Responsnya cukup baik dan sudah ada beberapa pihak yang memanfaatkan videotron sebagai media promosi,” jelasnya.
Untuk meningkatkan minat penyewa, Diskominfo juga menyiapkan sejumlah program promosi, termasuk penambahan masa tayang bagi pengguna jasa yang memenuhi ketentuan tertentu.
DPRD Bontang berharap optimalisasi videotron dapat menjadi contoh pemanfaatan aset daerah yang produktif. Dengan pengelolaan yang tepat, fasilitas tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu sumber PAD yang terus berkembang pada tahun-tahun mendatang. (Adv)
(Sf/Rs)