Cari disini...

DPRD Kota Bontang
Rapat kerja DPRD Kota Bontang terkait strategi optimalisasi PAD Tahun Anggaran 2026. (Foto: Setwan Bontang)
Bontang - Upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah menjadi perhatian serius DPRD Kota Bontang. Melalui Rapat Kerja (Raker) bersama 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil pajak dan retribusi, DPRD mendorong seluruh perangkat daerah lebih inovatif dalam menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat DPRD Kota Bontang, Senin (22/6/2026), tersebut membahas strategi optimalisasi PAD Tahun Anggaran 2026 guna memperkuat kemampuan keuangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.
Anggota DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak bisa hanya mengandalkan sumber pendapatan yang selama ini berjalan rutin. Menurutnya, setiap OPD perlu melakukan pemetaan potensi yang dimiliki agar mampu menghasilkan pendapatan baru bagi daerah.
“Setiap perangkat daerah harus lebih aktif melihat peluang yang ada. Potensi daerah yang selama ini belum tergarap perlu dimaksimalkan agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah,” ujar Bonnie.
Ia menjelaskan, optimalisasi PAD memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keuangan daerah. Dengan pendapatan yang kuat, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih baik untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk menjaga kesejahteraan aparatur dan mendukung roda perekonomian masyarakat.
Menurutnya, ketika kemampuan keuangan daerah terjaga, berbagai program pembangunan dan pelayanan publik juga dapat berjalan lebih optimal tanpa terganggu keterbatasan anggaran.
Dalam forum tersebut, Bonnie juga menyoroti sejumlah aset dan fasilitas daerah yang dinilai masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Ia berharap OPD terkait dapat lebih kreatif memanfaatkan aset yang dimiliki agar tidak hanya memberikan manfaat pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan bagi daerah.
“Kita memiliki berbagai potensi yang bisa dikembangkan. Yang diperlukan adalah keseriusan dan langkah konkret agar aset yang ada dapat memberikan nilai tambah bagi daerah,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD siap memberikan dukungan apabila terdapat hambatan dalam upaya peningkatan PAD. Dukungan tersebut dapat berupa penguatan anggaran untuk penyediaan sarana dan prasarana maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perangkat daerah.
Melalui rapat kerja tersebut, DPRD Bontang berharap seluruh OPD penghasil dapat segera menyusun langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi daerah, sehingga target PAD 2026 dapat tercapai dan kemandirian fiskal Kota Bontang semakin kuat. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Bontang

Rapat kerja DPRD Kota Bontang terkait strategi optimalisasi PAD Tahun Anggaran 2026. (Foto: Setwan Bontang)
Bontang - Upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah menjadi perhatian serius DPRD Kota Bontang. Melalui Rapat Kerja (Raker) bersama 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil pajak dan retribusi, DPRD mendorong seluruh perangkat daerah lebih inovatif dalam menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat DPRD Kota Bontang, Senin (22/6/2026), tersebut membahas strategi optimalisasi PAD Tahun Anggaran 2026 guna memperkuat kemampuan keuangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.
Anggota DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak bisa hanya mengandalkan sumber pendapatan yang selama ini berjalan rutin. Menurutnya, setiap OPD perlu melakukan pemetaan potensi yang dimiliki agar mampu menghasilkan pendapatan baru bagi daerah.
“Setiap perangkat daerah harus lebih aktif melihat peluang yang ada. Potensi daerah yang selama ini belum tergarap perlu dimaksimalkan agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah,” ujar Bonnie.
Ia menjelaskan, optimalisasi PAD memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keuangan daerah. Dengan pendapatan yang kuat, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih baik untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk menjaga kesejahteraan aparatur dan mendukung roda perekonomian masyarakat.
Menurutnya, ketika kemampuan keuangan daerah terjaga, berbagai program pembangunan dan pelayanan publik juga dapat berjalan lebih optimal tanpa terganggu keterbatasan anggaran.
Dalam forum tersebut, Bonnie juga menyoroti sejumlah aset dan fasilitas daerah yang dinilai masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Ia berharap OPD terkait dapat lebih kreatif memanfaatkan aset yang dimiliki agar tidak hanya memberikan manfaat pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan bagi daerah.
“Kita memiliki berbagai potensi yang bisa dikembangkan. Yang diperlukan adalah keseriusan dan langkah konkret agar aset yang ada dapat memberikan nilai tambah bagi daerah,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD siap memberikan dukungan apabila terdapat hambatan dalam upaya peningkatan PAD. Dukungan tersebut dapat berupa penguatan anggaran untuk penyediaan sarana dan prasarana maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perangkat daerah.
Melalui rapat kerja tersebut, DPRD Bontang berharap seluruh OPD penghasil dapat segera menyusun langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi daerah, sehingga target PAD 2026 dapat tercapai dan kemandirian fiskal Kota Bontang semakin kuat. (Adv)
(Sf/Rs)