Cari disini...

DPRD Kota Bontang
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat diwawancarai awak media. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Dewan Perwakilan Rakyta Daerah (DPRD) Kota Bontang berencana turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti persoalan antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang kembali dikeluhkan masyarakat.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan persoalan antrean BBM bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, masalah serupa sudah berulang dan kerap kembali menjadi perhatian setelah ramai atau viral di masyarakat.
Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa hanya ditangani ketika persoalan sudah mencuat ke publik. Sebab, setelah situasi mereda, pengawasan di lapangan dinilai kembali berkurang.
“Persoalan ini sudah sering terjadi. Ketika viral baru pemerintah turun, setelah agak lama pengawasannya kurang lagi,” ujar Andi Faiz.
Karena itu, DPRD Bontang akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi di sejumlah titik yang terdampak. Kegiatan tersebut juga ditujukan untuk menampung aspirasi masyarakat yang terdampak antrean BBM.
Andi menyebut aspirasi tidak hanya datang dari warga yang rumahnya terganggu akibat antrean kendaraan, tetapi juga para pelaku usaha atau penjual di sekitar lokasi yang ikut merasakan dampaknya.
Setelah kunjungan lapangan, DPRD akan menindaklanjutinya melalui rapat kerja bersama instansi terkait, termasuk Satpol PP dan aparat kepolisian. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan.
“Ada baiknya kita kunjungan lapangan. Setelah itu kita tindak lanjuti dengan rapat kerja,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, mengaku persoalan antrean kendaraan di SPBU juga sempat berdampak langsung kepadanya. Ia bahkan mengaku hampir terlibat keributan dengan pengendara yang sedang mengantre di kawasan Kilo 6.
“Di Kilo 6 itu saya hampir ribut juga kemarin. Gara-gara itu. Saya klaksonin panjang aja pada saat itu,” ucap Alfin.
Menurut Alfin, kondisi antrean yang memanjang tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu gesekan dengan masyarakat sekitar.
DPRD Bontang berharap kunjungan lapangan dan rapat kerja bersama instansi terkait dapat menghasilkan langkah penanganan yang lebih konkret. Dengan begitu, persoalan antrean BBM yang selama ini berulang tidak kembali terjadi setelah perhatian publik terhadap persoalan tersebut mereda. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kota Bontang

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat diwawancarai awak media. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Dewan Perwakilan Rakyta Daerah (DPRD) Kota Bontang berencana turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti persoalan antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang kembali dikeluhkan masyarakat.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan persoalan antrean BBM bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, masalah serupa sudah berulang dan kerap kembali menjadi perhatian setelah ramai atau viral di masyarakat.
Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa hanya ditangani ketika persoalan sudah mencuat ke publik. Sebab, setelah situasi mereda, pengawasan di lapangan dinilai kembali berkurang.
“Persoalan ini sudah sering terjadi. Ketika viral baru pemerintah turun, setelah agak lama pengawasannya kurang lagi,” ujar Andi Faiz.
Karena itu, DPRD Bontang akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi di sejumlah titik yang terdampak. Kegiatan tersebut juga ditujukan untuk menampung aspirasi masyarakat yang terdampak antrean BBM.
Andi menyebut aspirasi tidak hanya datang dari warga yang rumahnya terganggu akibat antrean kendaraan, tetapi juga para pelaku usaha atau penjual di sekitar lokasi yang ikut merasakan dampaknya.
Setelah kunjungan lapangan, DPRD akan menindaklanjutinya melalui rapat kerja bersama instansi terkait, termasuk Satpol PP dan aparat kepolisian. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan.
“Ada baiknya kita kunjungan lapangan. Setelah itu kita tindak lanjuti dengan rapat kerja,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, mengaku persoalan antrean kendaraan di SPBU juga sempat berdampak langsung kepadanya. Ia bahkan mengaku hampir terlibat keributan dengan pengendara yang sedang mengantre di kawasan Kilo 6.
“Di Kilo 6 itu saya hampir ribut juga kemarin. Gara-gara itu. Saya klaksonin panjang aja pada saat itu,” ucap Alfin.
Menurut Alfin, kondisi antrean yang memanjang tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu gesekan dengan masyarakat sekitar.
DPRD Bontang berharap kunjungan lapangan dan rapat kerja bersama instansi terkait dapat menghasilkan langkah penanganan yang lebih konkret. Dengan begitu, persoalan antrean BBM yang selama ini berulang tidak kembali terjadi setelah perhatian publik terhadap persoalan tersebut mereda. (Adv)
(Sf/Lo)