Cari disini...

DPRD Kota Bontang
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Program bantuan perlengkapan sekolah gratis dari Pemerintah Kota Bontang dinilai perlu dibarengi pengawasan ketat agar manfaatnya benar-benar diterima seluruh siswa yang menjadi sasaran.
Selain memastikan akses pendidikan, Pemkot Bontang telah menanggung sejumlah kebutuhan penunjang belajar siswa, mulai dari seragam, tas hingga sepatu. Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama menjelang tahun ajaran baru.
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan dari besarnya anggaran yang disiapkan, tetapi juga dari ketepatan proses pengadaan hingga distribusi barang.
Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan sejak tahap perencanaan, pengadaan, pendataan penerima hingga barang benar-benar diterima siswa.
“Jangan sampai ada siswa yang seharusnya menerima tetapi justru tidak mendapatkan bantuan. Program ini sudah sangat membantu orang tua, jadi pelaksanaannya harus benar-benar dikawal,” ucap Saeful Rizal.
Ia juga menilai ketepatan waktu distribusi menjadi hal penting. Perlengkapan sekolah idealnya sudah diterima siswa ketika kegiatan belajar mengajar dimulai sehingga tidak menghambat kesiapan mereka mengikuti tahun ajaran baru.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, termasuk proses lelang, pendataan hingga penyaluran ke masing-masing sekolah.
Selain jumlah penerima, kualitas barang juga menjadi perhatian. Saeful mengingatkan agar spesifikasi perlengkapan yang dibeli pemerintah tidak sekadar memenuhi kebutuhan administratif, tetapi benar-benar layak digunakan dan memiliki daya tahan yang baik.
“Jangan sampai barang yang dibagikan kualitasnya rendah dan cepat rusak. Kalau kemudian harus diadakan lagi, justru anggaran kembali terserap untuk kebutuhan yang sama,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah memperhatikan secara detail bahan seragam, kualitas dan ketahanan tas, hingga ukuran sepatu agar sesuai dengan kebutuhan siswa. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Bontang

Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Program bantuan perlengkapan sekolah gratis dari Pemerintah Kota Bontang dinilai perlu dibarengi pengawasan ketat agar manfaatnya benar-benar diterima seluruh siswa yang menjadi sasaran.
Selain memastikan akses pendidikan, Pemkot Bontang telah menanggung sejumlah kebutuhan penunjang belajar siswa, mulai dari seragam, tas hingga sepatu. Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama menjelang tahun ajaran baru.
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan dari besarnya anggaran yang disiapkan, tetapi juga dari ketepatan proses pengadaan hingga distribusi barang.
Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan sejak tahap perencanaan, pengadaan, pendataan penerima hingga barang benar-benar diterima siswa.
“Jangan sampai ada siswa yang seharusnya menerima tetapi justru tidak mendapatkan bantuan. Program ini sudah sangat membantu orang tua, jadi pelaksanaannya harus benar-benar dikawal,” ucap Saeful Rizal.
Ia juga menilai ketepatan waktu distribusi menjadi hal penting. Perlengkapan sekolah idealnya sudah diterima siswa ketika kegiatan belajar mengajar dimulai sehingga tidak menghambat kesiapan mereka mengikuti tahun ajaran baru.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, termasuk proses lelang, pendataan hingga penyaluran ke masing-masing sekolah.
Selain jumlah penerima, kualitas barang juga menjadi perhatian. Saeful mengingatkan agar spesifikasi perlengkapan yang dibeli pemerintah tidak sekadar memenuhi kebutuhan administratif, tetapi benar-benar layak digunakan dan memiliki daya tahan yang baik.
“Jangan sampai barang yang dibagikan kualitasnya rendah dan cepat rusak. Kalau kemudian harus diadakan lagi, justru anggaran kembali terserap untuk kebutuhan yang sama,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah memperhatikan secara detail bahan seragam, kualitas dan ketahanan tas, hingga ukuran sepatu agar sesuai dengan kebutuhan siswa. (Adv)
(Sf/Rs)