DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    Anggaran HOP 1 Bontang Rp17 Miliar Belum Rampung, DPRD Minta Pembangunan Tak Asal Tambah Fasilitas

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    12 Agustus 2026 pukul 21:00 WITA

    DPRD Bontang dipimpim Andi Faizal Sofyan Hasdam saat meninjau progres pembangunan HOP 1 bersama Komisi C DPRD Bontang. (Foto: DPRD Bontang)

    Bontang - Pembangunan kawasan HOP 1 Bontang dengan anggaran sekitar Rp17 miliar belum mampu menuntaskan seluruh kebutuhan kawasan. DPRD Kota Bontang meminta pemerintah lebih cermat menentukan fasilitas yang benar-benar menjadi prioritas sebelum pembangunan tahap berikutnya dilakukan.

    Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar pembangunan HOP 1 tidak justru menimbulkan pekerjaan tambahan yang berujung pada pemborosan anggaran.

    Hal itu disampaikannya setelah meninjau progres pembangunan HOP 1 bersama Komisi C DPRD Bontang.

    “Anggaran Rp17 miliar ini memang belum membuat kawasan HOP 1 selesai seluruhnya. Karena itu, kita perlu melihat kembali mana fasilitas yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu,” ujar Andi Faizal.

    Menurutnya, pembangunan fasilitas harus disusun berdasarkan kebutuhan kawasan secara keseluruhan. Dengan perencanaan yang matang, pekerjaan yang dibangun pada tahap awal tidak perlu dibongkar atau disesuaikan kembali ketika pengembangan dilanjutkan.

    Salah satu fasilitas yang turut menjadi perhatian ialah panggung kreasi. Fasilitas tersebut belum masuk dalam pekerjaan tahun ini, namun DPRD menilai keberadaannya dapat memperluas fungsi HOP 1 sebagai ruang aktivitas masyarakat.

    Andi Faizal meminta Dinas PUPRK mengkaji kemungkinan pembangunan panggung kreasi masuk dalam skala prioritas, termasuk dengan melihat kegiatan lain yang memungkinkan untuk ditunda.

    “Kalau panggung kreasi dianggap lebih dibutuhkan, kami minta PUPRK menghitung dan mengkaji apakah ada kegiatan yang bisa dialihkan. Untuk mekanismenya tentu pemerintah yang menyesuaikan dengan aturan,” katanya.

    Selain persoalan anggaran, DPRD juga menyoroti kualitas pekerjaan. Menurut Andi Faizal, progres fisik tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan proyek.

    “Yang penting bukan hanya progresnya sesuai target, tetapi hasil pekerjaannya juga harus sama dengan desain yang sudah direncanakan. Jangan sampai di atas kertas bagus, tetapi hasil akhirnya berbeda,” tegasnya.

    Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan PUPRK Bontang, Robysai Manassa Malisa, mengatakan pekerjaan tahun ini juga mencakup pemeliharaan Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM).

    “Pemeliharaan RKM masuk dalam paket pekerjaan tahun ini. Untuk panggung kreasi, kami usulkan pembangunannya pada tahun depan,” jelas Robysai.

    Pekerjaan HOP 1 saat ini meliputi pagar, taman, lapangan voli, jalan keliling, area parkir, toilet, jogging track, pemasangan andesit hingga penyempurnaan Gedung RKM.

    Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp17 miliar itu dikerjakan PT Gariyan Alfath Saguna dan ditargetkan selesai Desember 2026. Saat peninjauan DPRD, progres fisik berada di angka sekitar 22 persen. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kota Bontang

    DPRD Kota Bontang

    Anggaran HOP 1 Bontang Rp17 Miliar Belum Rampung, DPRD Minta Pembangunan Tak Asal Tambah Fasilitas

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    12 Agustus 2026 pukul 21:00 WITA

    DPRD Bontang dipimpim Andi Faizal Sofyan Hasdam saat meninjau progres pembangunan HOP 1 bersama Komisi C DPRD Bontang. (Foto: DPRD Bontang)

    Bontang - Pembangunan kawasan HOP 1 Bontang dengan anggaran sekitar Rp17 miliar belum mampu menuntaskan seluruh kebutuhan kawasan. DPRD Kota Bontang meminta pemerintah lebih cermat menentukan fasilitas yang benar-benar menjadi prioritas sebelum pembangunan tahap berikutnya dilakukan.

    Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar pembangunan HOP 1 tidak justru menimbulkan pekerjaan tambahan yang berujung pada pemborosan anggaran.

    Hal itu disampaikannya setelah meninjau progres pembangunan HOP 1 bersama Komisi C DPRD Bontang.

    “Anggaran Rp17 miliar ini memang belum membuat kawasan HOP 1 selesai seluruhnya. Karena itu, kita perlu melihat kembali mana fasilitas yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu,” ujar Andi Faizal.

    Menurutnya, pembangunan fasilitas harus disusun berdasarkan kebutuhan kawasan secara keseluruhan. Dengan perencanaan yang matang, pekerjaan yang dibangun pada tahap awal tidak perlu dibongkar atau disesuaikan kembali ketika pengembangan dilanjutkan.

    Salah satu fasilitas yang turut menjadi perhatian ialah panggung kreasi. Fasilitas tersebut belum masuk dalam pekerjaan tahun ini, namun DPRD menilai keberadaannya dapat memperluas fungsi HOP 1 sebagai ruang aktivitas masyarakat.

    Andi Faizal meminta Dinas PUPRK mengkaji kemungkinan pembangunan panggung kreasi masuk dalam skala prioritas, termasuk dengan melihat kegiatan lain yang memungkinkan untuk ditunda.

    “Kalau panggung kreasi dianggap lebih dibutuhkan, kami minta PUPRK menghitung dan mengkaji apakah ada kegiatan yang bisa dialihkan. Untuk mekanismenya tentu pemerintah yang menyesuaikan dengan aturan,” katanya.

    Selain persoalan anggaran, DPRD juga menyoroti kualitas pekerjaan. Menurut Andi Faizal, progres fisik tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan proyek.

    “Yang penting bukan hanya progresnya sesuai target, tetapi hasil pekerjaannya juga harus sama dengan desain yang sudah direncanakan. Jangan sampai di atas kertas bagus, tetapi hasil akhirnya berbeda,” tegasnya.

    Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan PUPRK Bontang, Robysai Manassa Malisa, mengatakan pekerjaan tahun ini juga mencakup pemeliharaan Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM).

    “Pemeliharaan RKM masuk dalam paket pekerjaan tahun ini. Untuk panggung kreasi, kami usulkan pembangunannya pada tahun depan,” jelas Robysai.

    Pekerjaan HOP 1 saat ini meliputi pagar, taman, lapangan voli, jalan keliling, area parkir, toilet, jogging track, pemasangan andesit hingga penyempurnaan Gedung RKM.

    Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp17 miliar itu dikerjakan PT Gariyan Alfath Saguna dan ditargetkan selesai Desember 2026. Saat peninjauan DPRD, progres fisik berada di angka sekitar 22 persen. (Adv)

    (Sf/Lo)