DPRD Kota Balikpapan

    Waspadai Risiko Kebakaran Saat Ramadan, DPRD Balikpapan Ingatkan Keamanan Dapur dan Listrik

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    DPRD Kota Balikpapan

    11 Maret 2026 12:49 WIB

    Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah saat ditemui di kantor DPRD. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Meningkatnya aktivitas memasak selama bulan Ramadan berpotensi menimbulkan risiko kebakaran jika tidak diimbangi dengan kewaspadaan. Karena itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan dapur serta instalasi listrik di rumah masing-masing.

    Imbauan tersebut disampaikan seiring bertambahnya aktivitas rumah tangga menjelang waktu berbuka puasa dan sahur. Pada periode ini, sebagian besar keluarga lebih sering menggunakan kompor dan peralatan dapur dibandingkan hari-hari biasa.

    “Pertama kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Alhamdulillah hari ini sudah memasuki hari ke-21 Ramadan, semoga ibadah kita semua berjalan lancar,” ucap Laisa kepada awak media, Rabu (11/3/2026).

    Menurutnya, peningkatan intensitas memasak sering kali membuat masyarakat kurang memperhatikan kondisi peralatan dapur. Padahal, kelalaian kecil seperti kebocoran tabung gas atau selang kompor yang sudah tidak layak pakai dapat memicu kebakaran.

    Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi kompor dan tabung gas dalam keadaan aman sebelum digunakan. 

    “Masyarakat juga diminta rutin memeriksa selang kompor untuk memastikan tidak ada kebocoran,” imbuhnya.

    Selain itu, penggunaan api saat memasak juga perlu diperhatikan. Api yang terlalu besar berpotensi menimbulkan percikan yang dapat memicu kebakaran, terutama jika di sekitar kompor terdapat bahan mudah terbakar.

    “Kompor gas dan tabung gas harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai ada yang bocor. Selang-selang kompor juga perlu dicek secara berkala,” katanya.

    Laisa juga mengingatkan agar aktivitas memasak tidak ditinggalkan tanpa pengawasan. Hal ini penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, seperti api yang tiba-tiba membesar atau minyak yang meluap dari wajan.

    Selain faktor dapur, dia menyoroti potensi bahaya dari instalasi listrik di rumah. Penggunaan banyak peralatan listrik secara bersamaan dapat menyebabkan beban berlebih pada kabel maupun colokan listrik.

    Jika terjadi overload, kabel dapat mengalami panas berlebih yang berpotensi memicu kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan instalasi listrik secara bijak dan memastikan kabel serta colokan dalam kondisi baik.

    “Perhatikan juga kabel dan colokan listrik agar tidak overload. Jika terlalu panas bisa memicu kebakaran,” paparnya.

    Laisa berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap potensi bahaya tersebut sehingga ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan aman dan nyaman tanpa gangguan musibah kebakaran. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kota Balikpapan

    Waspadai Risiko Kebakaran Saat Ramadan, DPRD Balikpapan Ingatkan Keamanan Dapur dan Listrik

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    DPRD Kota Balikpapan

    11 Maret 2026 12:49 WIB

    Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah saat ditemui di kantor DPRD. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Meningkatnya aktivitas memasak selama bulan Ramadan berpotensi menimbulkan risiko kebakaran jika tidak diimbangi dengan kewaspadaan. Karena itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan dapur serta instalasi listrik di rumah masing-masing.

    Imbauan tersebut disampaikan seiring bertambahnya aktivitas rumah tangga menjelang waktu berbuka puasa dan sahur. Pada periode ini, sebagian besar keluarga lebih sering menggunakan kompor dan peralatan dapur dibandingkan hari-hari biasa.

    “Pertama kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Alhamdulillah hari ini sudah memasuki hari ke-21 Ramadan, semoga ibadah kita semua berjalan lancar,” ucap Laisa kepada awak media, Rabu (11/3/2026).

    Menurutnya, peningkatan intensitas memasak sering kali membuat masyarakat kurang memperhatikan kondisi peralatan dapur. Padahal, kelalaian kecil seperti kebocoran tabung gas atau selang kompor yang sudah tidak layak pakai dapat memicu kebakaran.

    Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi kompor dan tabung gas dalam keadaan aman sebelum digunakan. 

    “Masyarakat juga diminta rutin memeriksa selang kompor untuk memastikan tidak ada kebocoran,” imbuhnya.

    Selain itu, penggunaan api saat memasak juga perlu diperhatikan. Api yang terlalu besar berpotensi menimbulkan percikan yang dapat memicu kebakaran, terutama jika di sekitar kompor terdapat bahan mudah terbakar.

    “Kompor gas dan tabung gas harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai ada yang bocor. Selang-selang kompor juga perlu dicek secara berkala,” katanya.

    Laisa juga mengingatkan agar aktivitas memasak tidak ditinggalkan tanpa pengawasan. Hal ini penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, seperti api yang tiba-tiba membesar atau minyak yang meluap dari wajan.

    Selain faktor dapur, dia menyoroti potensi bahaya dari instalasi listrik di rumah. Penggunaan banyak peralatan listrik secara bersamaan dapat menyebabkan beban berlebih pada kabel maupun colokan listrik.

    Jika terjadi overload, kabel dapat mengalami panas berlebih yang berpotensi memicu kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan instalasi listrik secara bijak dan memastikan kabel serta colokan dalam kondisi baik.

    “Perhatikan juga kabel dan colokan listrik agar tidak overload. Jika terlalu panas bisa memicu kebakaran,” paparnya.

    Laisa berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap potensi bahaya tersebut sehingga ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan aman dan nyaman tanpa gangguan musibah kebakaran. (Adv)

    (Sf/Rs)