Cari disini...

Seputarfakta.com - Maya Sari -
DPRD Kota Balikpapan
Dialog warga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Hal ini dilakukan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara menggelar dialog bersama warga dengan tema Mendorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Kota Balikpapan melalui Sinergi Program Legislatif Pusat dan Daerah.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus membahas berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Dialog tersebut berlangsung di kediaman Halili di RT 51, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Minggu (15/3/2026). Sejumlah warga dari berbagai RT di sekitar wilayah tersebut hadir dan memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai persoalan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dasar.
Tidak hanya itu, dialog juga turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Syafruddin dan Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Damayanti.
Dalam pertemuan itu, salah satu isu yang disampaikan warga adalah persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan sekitar SMKN 2 Balikpapan setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Warga menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah,” ucap Halili menyampaikan keluhan warga.
Menurut Halili, warga mengeluhkan kondisi drainase di kawasan tersebut yang tertutup secara permanen sehingga menyulitkan proses pembersihan.
Akibatnya, ketika terjadi penumpukan sampah atau sedimen, saluran air tidak dapat berfungsi optimal dan menyebabkan air meluap hingga menggenangi jalan serta lingkungan sekitar sekolah.
“Permasalahan banjir di sekitar SMKN 2 Balikpapan masih sering terjadi ketika hujan. Warga berharap ada solusi karena drainase di lokasi tersebut tertutup permanen dan tidak dapat dibersihkan,” jelasnya.
Ia menjelaskan pengelolaan sekolah menengah kejuruan merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Karena itu, pihaknya akan berupaya melakukan koordinasi dengan anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan Kaltim agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti secara lintas kewenangan.
“Karena SMK menjadi kewenangan provinsi, kami akan berkoordinasi dengan DPRD Provinsi dari dapil Kaltim agar persoalan ini bisa dibantu dan direalisasikan solusinya,” ujarnya.
Selain menyampaikan keluhan, sejumlah warga juga menyampaikan apresiasi kepada Halili atas dukungan yang telah diberikan sebelumnya untuk pembangunan fasilitas lingkungan di wilayah mereka.
Fasilitas tersebut kini dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat kegiatan pelayanan kesehatan, termasuk kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) yang rutin digelar untuk ibu dan anak.
Halili menegaskan, kegiatan dialog bersama warga seperti ini sangat penting untuk menjaga komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.
“Melalui pertemuan langsung, berbagai persoalan yang terjadi di lapangan dapat diketahui secara lebih jelas dan dicarikan solusi bersama,” paparnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar program pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur, dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhannya, sehingga kami dapat mendorong percepatan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Maya Sari -
DPRD Kota Balikpapan

Dialog warga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Hal ini dilakukan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara menggelar dialog bersama warga dengan tema Mendorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Kota Balikpapan melalui Sinergi Program Legislatif Pusat dan Daerah.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus membahas berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Dialog tersebut berlangsung di kediaman Halili di RT 51, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Minggu (15/3/2026). Sejumlah warga dari berbagai RT di sekitar wilayah tersebut hadir dan memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai persoalan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dasar.
Tidak hanya itu, dialog juga turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Syafruddin dan Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Damayanti.
Dalam pertemuan itu, salah satu isu yang disampaikan warga adalah persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan sekitar SMKN 2 Balikpapan setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Warga menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah,” ucap Halili menyampaikan keluhan warga.
Menurut Halili, warga mengeluhkan kondisi drainase di kawasan tersebut yang tertutup secara permanen sehingga menyulitkan proses pembersihan.
Akibatnya, ketika terjadi penumpukan sampah atau sedimen, saluran air tidak dapat berfungsi optimal dan menyebabkan air meluap hingga menggenangi jalan serta lingkungan sekitar sekolah.
“Permasalahan banjir di sekitar SMKN 2 Balikpapan masih sering terjadi ketika hujan. Warga berharap ada solusi karena drainase di lokasi tersebut tertutup permanen dan tidak dapat dibersihkan,” jelasnya.
Ia menjelaskan pengelolaan sekolah menengah kejuruan merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Karena itu, pihaknya akan berupaya melakukan koordinasi dengan anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan Kaltim agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti secara lintas kewenangan.
“Karena SMK menjadi kewenangan provinsi, kami akan berkoordinasi dengan DPRD Provinsi dari dapil Kaltim agar persoalan ini bisa dibantu dan direalisasikan solusinya,” ujarnya.
Selain menyampaikan keluhan, sejumlah warga juga menyampaikan apresiasi kepada Halili atas dukungan yang telah diberikan sebelumnya untuk pembangunan fasilitas lingkungan di wilayah mereka.
Fasilitas tersebut kini dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat kegiatan pelayanan kesehatan, termasuk kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) yang rutin digelar untuk ibu dan anak.
Halili menegaskan, kegiatan dialog bersama warga seperti ini sangat penting untuk menjaga komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.
“Melalui pertemuan langsung, berbagai persoalan yang terjadi di lapangan dapat diketahui secara lebih jelas dan dicarikan solusi bersama,” paparnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar program pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur, dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhannya, sehingga kami dapat mendorong percepatan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)