DPRD Kota Balikpapan

    Warga Gunung Samarinda Keluhkan Air Bersih dan Sampah, Iwan Wahyudi Janji Dorong Solusi Nyata

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    DPRD Kota Balikpapan

    23 Oktober 2025 06:18 WIB

    Balikpapan – Masalah klasik air bersih dan penanganan sampah kembali mencuat di wilayah Balikpapan Utara. Hal ini terungkap saat Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi, menggelar kegiatan reses di Kelurahan Gunung Samarinda, Selasa (21/10/2025).

    Reses tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing. Dari sejumlah keluhan yang disampaikan, dua isu paling menonjol adalah keterbatasan pasokan air bersih dan lambatnya pengangkutan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

    Menurut Iwan, warga di RT 1, RT 2, dan RT 3 Gunung Samarinda sudah lama mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, sekitar 14 kepala keluarga (KK) mengaku tidak mendapat aliran air dalam waktu yang cukup lama.

    “Masalah paling mendesak memang air bersih. Ada 14 KK yang airnya tidak mengalir sama sekali. Kami berharap Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) segera turun untuk menindaklanjuti persoalan ini,” ujar Iwan saat dikonfirmasi awak media, Kamis (23/10/2025).

    Untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut, Iwan turut menghadirkan perwakilan PTMB dalam kegiatan reses agar dapat langsung mencari solusi teknis, termasuk kemungkinan rekayasa saluran distribusi air di kawasan tersebut.

    Selain air bersih, warga juga menyoroti pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal. Pengangkutan sampah dari TPS sering terlambat, sehingga menyebabkan penumpukan dan bau menyengat, terutama saat musim hujan.

    “DLH perlu lebih disiplin dalam jadwal pengangkutan sampah. Selain itu, perlu juga penegakan aturan yang lebih tegas terhadap warga yang membuang sampah sembarangan atau di luar jam yang ditentukan,” tegasnya.

    Politisi PPP menilai, kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesadaran masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga untuk lebih tertib dan bersama menjaga lingkungan agar tetap sehat dan nyaman.

    “Kedisiplinan warga dan ketegasan aturan harus berjalan seimbang. Kalau dua-duanya jalan, lingkungan bisa lebih bersih,” tambahnya.

    Politikus muda itu memastikan bahwa semua aspirasi warga akan dibawa ke tingkat pembahasan bersama pemerintah kota dan instansi terkait.

    “Reses bukan sekadar formalitas. Ini adalah amanah dari warga agar kami mendengar dan memperjuangkan kebutuhan mereka,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kota Balikpapan

    Warga Gunung Samarinda Keluhkan Air Bersih dan Sampah, Iwan Wahyudi Janji Dorong Solusi Nyata

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    DPRD Kota Balikpapan

    23 Oktober 2025 06:18 WIB

    Balikpapan – Masalah klasik air bersih dan penanganan sampah kembali mencuat di wilayah Balikpapan Utara. Hal ini terungkap saat Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi, menggelar kegiatan reses di Kelurahan Gunung Samarinda, Selasa (21/10/2025).

    Reses tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing. Dari sejumlah keluhan yang disampaikan, dua isu paling menonjol adalah keterbatasan pasokan air bersih dan lambatnya pengangkutan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

    Menurut Iwan, warga di RT 1, RT 2, dan RT 3 Gunung Samarinda sudah lama mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, sekitar 14 kepala keluarga (KK) mengaku tidak mendapat aliran air dalam waktu yang cukup lama.

    “Masalah paling mendesak memang air bersih. Ada 14 KK yang airnya tidak mengalir sama sekali. Kami berharap Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) segera turun untuk menindaklanjuti persoalan ini,” ujar Iwan saat dikonfirmasi awak media, Kamis (23/10/2025).

    Untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut, Iwan turut menghadirkan perwakilan PTMB dalam kegiatan reses agar dapat langsung mencari solusi teknis, termasuk kemungkinan rekayasa saluran distribusi air di kawasan tersebut.

    Selain air bersih, warga juga menyoroti pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal. Pengangkutan sampah dari TPS sering terlambat, sehingga menyebabkan penumpukan dan bau menyengat, terutama saat musim hujan.

    “DLH perlu lebih disiplin dalam jadwal pengangkutan sampah. Selain itu, perlu juga penegakan aturan yang lebih tegas terhadap warga yang membuang sampah sembarangan atau di luar jam yang ditentukan,” tegasnya.

    Politisi PPP menilai, kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesadaran masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga untuk lebih tertib dan bersama menjaga lingkungan agar tetap sehat dan nyaman.

    “Kedisiplinan warga dan ketegasan aturan harus berjalan seimbang. Kalau dua-duanya jalan, lingkungan bisa lebih bersih,” tambahnya.

    Politikus muda itu memastikan bahwa semua aspirasi warga akan dibawa ke tingkat pembahasan bersama pemerintah kota dan instansi terkait.

    “Reses bukan sekadar formalitas. Ini adalah amanah dari warga agar kami mendengar dan memperjuangkan kebutuhan mereka,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)