DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Warga Balikpapan Utara Keluhkan Air Bersih dan Drainase, Fauzi Adi Siap Tindaklanjuti

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    23 Oktober 2025 pukul 15:58 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah menyatakan siap menindaklanjuti seluruh aspirasi warga bersama instansi terkait. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Keterbatasan air bersih dan buruknya kondisi drainase kembali menjadi perhatian warga Balikpapan Utara (Balut). Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, saat menggelar kegiatan Serap Aspirasi (Reses) di Perumahan Bangun Reksa, Kelurahan Graha Indah, Balut, Rabu (22/10/2025) malam

    Kegiatan reses tersebut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltim Abdulloh, Camat Balut, serta perwakilan dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Puluhan warga dan ketua RT tampak antusias menyampaikan persoalan yang masih mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

    Salah satu keluhan datang dari Herman, warga RT 23, yang menyoroti sulitnya akses air bersih di kawasan tempat tinggalnya.

    “Saya minta dibantu pemasangan pipa induk, karena di lingkungan kami belum ada. Sudah lama menunggu, tapi belum terealisasi,” keluh Herman.

    Herman juga mengeluhkan kondisi drainase yang kerap menyebabkan genangan air saat hujan turun. Sehingga banjir sering terjadi di beberapa titik.

    Keluhan serupa disampaikan warga lain, Sumardi dari RT 24, yang menyoroti masalah penerangan jalan umum (PJU).

    “Lampu jalan di dekat rumah saya baru saja dipasang, tapi sudah mati lagi. Kami berharap segera diperbaiki agar lingkungan tidak gelap,” jelasnya.

    Sementara Mulyoto, warga RT 30 juga berharap agar persoalan air bersih bisa segera teratasi. Mengingat permasalahan ini sudah lama dikeluhkan, dan berharap agar segera mendapat solusi.

    Menanggapi hal itu, Fauzi Adi Firmansyah menyatakan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi warga bersama instansi terkait. Ia menyebut, berdasarkan keterangan PTMB, saat ini PDAM masih fokus memperbaiki jaringan distribusi dan menambah sumber air baku.

    “PDAM terus berupaya memenuhi kebutuhan air warga. Tetapi memang masih terkendala kapasitas waduk utama yang terbatas dan jaringan yang perlu peremajaan,” terang politisi Partai Golkar tersebut.

    Adi juga mengungkapkan adanya hambatan teknis yang menyebabkan distribusi air ke beberapa wilayah terganggu.

    “Informasi terakhir, pipa induk PDAM di belakang Universitas Tridharma (Untri) sempat dicor oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, suplai air ke sejumlah RT seperti RT 05, RT 31, RT 34, dan RT 73 ikut terdampak,” imbuhnya.

    Terkait usulan perbaikan drainase, dirinya mengimbau warga agar tetap bersabar. Ia menegaskan, pembangunan dan perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan dan ketersediaan anggaran.

    “Aspirasi warga sudah kami catat dan akan kami perjuangkan. Semua usulan akan disesuaikan dengan tingkat urgensi dan kemampuan daerah,” tutupnya.

    Masalah air bersih dan drainase memang menjadi tantangan utama di wilayah Balut. Pemerintah bersama DPRD diharapkan dapat mempercepat langkah konkret agar warga tidak terus mengalami kesulitan mendapatkan layanan dasar tersebut. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Warga Balikpapan Utara Keluhkan Air Bersih dan Drainase, Fauzi Adi Siap Tindaklanjuti

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    23 Oktober 2025 pukul 15:58 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah menyatakan siap menindaklanjuti seluruh aspirasi warga bersama instansi terkait. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Keterbatasan air bersih dan buruknya kondisi drainase kembali menjadi perhatian warga Balikpapan Utara (Balut). Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, saat menggelar kegiatan Serap Aspirasi (Reses) di Perumahan Bangun Reksa, Kelurahan Graha Indah, Balut, Rabu (22/10/2025) malam

    Kegiatan reses tersebut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltim Abdulloh, Camat Balut, serta perwakilan dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Puluhan warga dan ketua RT tampak antusias menyampaikan persoalan yang masih mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

    Salah satu keluhan datang dari Herman, warga RT 23, yang menyoroti sulitnya akses air bersih di kawasan tempat tinggalnya.

    “Saya minta dibantu pemasangan pipa induk, karena di lingkungan kami belum ada. Sudah lama menunggu, tapi belum terealisasi,” keluh Herman.

    Herman juga mengeluhkan kondisi drainase yang kerap menyebabkan genangan air saat hujan turun. Sehingga banjir sering terjadi di beberapa titik.

    Keluhan serupa disampaikan warga lain, Sumardi dari RT 24, yang menyoroti masalah penerangan jalan umum (PJU).

    “Lampu jalan di dekat rumah saya baru saja dipasang, tapi sudah mati lagi. Kami berharap segera diperbaiki agar lingkungan tidak gelap,” jelasnya.

    Sementara Mulyoto, warga RT 30 juga berharap agar persoalan air bersih bisa segera teratasi. Mengingat permasalahan ini sudah lama dikeluhkan, dan berharap agar segera mendapat solusi.

    Menanggapi hal itu, Fauzi Adi Firmansyah menyatakan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi warga bersama instansi terkait. Ia menyebut, berdasarkan keterangan PTMB, saat ini PDAM masih fokus memperbaiki jaringan distribusi dan menambah sumber air baku.

    “PDAM terus berupaya memenuhi kebutuhan air warga. Tetapi memang masih terkendala kapasitas waduk utama yang terbatas dan jaringan yang perlu peremajaan,” terang politisi Partai Golkar tersebut.

    Adi juga mengungkapkan adanya hambatan teknis yang menyebabkan distribusi air ke beberapa wilayah terganggu.

    “Informasi terakhir, pipa induk PDAM di belakang Universitas Tridharma (Untri) sempat dicor oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, suplai air ke sejumlah RT seperti RT 05, RT 31, RT 34, dan RT 73 ikut terdampak,” imbuhnya.

    Terkait usulan perbaikan drainase, dirinya mengimbau warga agar tetap bersabar. Ia menegaskan, pembangunan dan perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan dan ketersediaan anggaran.

    “Aspirasi warga sudah kami catat dan akan kami perjuangkan. Semua usulan akan disesuaikan dengan tingkat urgensi dan kemampuan daerah,” tutupnya.

    Masalah air bersih dan drainase memang menjadi tantangan utama di wilayah Balut. Pemerintah bersama DPRD diharapkan dapat mempercepat langkah konkret agar warga tidak terus mengalami kesulitan mendapatkan layanan dasar tersebut. (Adv)

    (Sf/Rs)