DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Stok LPG 3 Kg di Balikpapan Dipastikan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    25 Februari 2026 pukul 12:54 WITA

    Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Japar Sidik saat ditemui diruang Fraksi PKS. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Ketersediaan LPG 3 Kg di Kota Balikpapan dipastikan dalam kondisi aman saat Ramadan dan Idulfitri. Ini disampaikan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Japar Sidik.

    Sebelumnya komisi II DPRD telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para agen dan pihak Pertamina Patra Niaga.

    Menurutnya, dalam RDP tersebut Komisi II meminta penjelasan terkait kondisi terkini stok LPG 3 Kg, khususnya dalam menghadapi peningkatan kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran.

    “Kami meminta penjelasan situasi terbaru menjelang puasa dan lebaran untuk memastikan ketersediaan stok LPG 3 Kg. Dari penjelasan Pertamina Patra Niaga, meskipun kuota untuk Kota Balikpapan mengalami penurunan, stok dipastikan tetap aman,” ucap Japar, Rabu (25/2/2026).

    Ia menjelaskan ketersediaan LPG subsidi tetap disalurkan melalui pangkalan-pangkalan resmi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak khawatir akan terjadi kelangkaan.

    “Kami mengakui konsumsi LPG 3 Kg biasanya meningkat selama Ramadan. Hal ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas memasak untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa,” jelasnya.

    Sebagai langkah antisipasi, Pertamina bersama pihak terkait telah menggelar operasi pasar yang berlangsung pada 10-18 Februari lalu. Operasi pasar tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan, sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan.

    “Ke depan, menjelang pertengahan dan akhir Ramadan, kemungkinan akan kembali dilakukan operasi pasar. Namun itu masih melihat situasi dan kondisi di lapangan,” akunya.

    Terkait keluhan masyarakat mengenai kekosongan LPG di sejumlah pangkalan, Japar menilai hal tersebut lebih disebabkan tingginya permintaan, bukan karena stok kosong.

    “Bukan berarti kosong, tetapi karena pemakaian meningkat. Jadi begitu stok datang ke pangkalan, langsung habis,” katanya.

    Dirinya juga menyoroti penggunaan LPG subsidi yang tidak tepat sasaran. Menurutnya, LPG 3 Kg seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun di lapangan masih ditemukan kalangan menengah atas yang turut mengonsumsi LPG bersubsidi, sehingga mempercepat habisnya stok di pangkalan.

    Komisi II DPRD Balikpapan pun mengimbau masyarakat mampu untuk menggunakan LPG non subsidi, agar distribusi LPG 3 Kg tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat kecil dapat terpenuhi. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Stok LPG 3 Kg di Balikpapan Dipastikan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    25 Februari 2026 pukul 12:54 WITA

    Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Japar Sidik saat ditemui diruang Fraksi PKS. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Ketersediaan LPG 3 Kg di Kota Balikpapan dipastikan dalam kondisi aman saat Ramadan dan Idulfitri. Ini disampaikan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Japar Sidik.

    Sebelumnya komisi II DPRD telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para agen dan pihak Pertamina Patra Niaga.

    Menurutnya, dalam RDP tersebut Komisi II meminta penjelasan terkait kondisi terkini stok LPG 3 Kg, khususnya dalam menghadapi peningkatan kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran.

    “Kami meminta penjelasan situasi terbaru menjelang puasa dan lebaran untuk memastikan ketersediaan stok LPG 3 Kg. Dari penjelasan Pertamina Patra Niaga, meskipun kuota untuk Kota Balikpapan mengalami penurunan, stok dipastikan tetap aman,” ucap Japar, Rabu (25/2/2026).

    Ia menjelaskan ketersediaan LPG subsidi tetap disalurkan melalui pangkalan-pangkalan resmi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak khawatir akan terjadi kelangkaan.

    “Kami mengakui konsumsi LPG 3 Kg biasanya meningkat selama Ramadan. Hal ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas memasak untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa,” jelasnya.

    Sebagai langkah antisipasi, Pertamina bersama pihak terkait telah menggelar operasi pasar yang berlangsung pada 10-18 Februari lalu. Operasi pasar tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan, sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan.

    “Ke depan, menjelang pertengahan dan akhir Ramadan, kemungkinan akan kembali dilakukan operasi pasar. Namun itu masih melihat situasi dan kondisi di lapangan,” akunya.

    Terkait keluhan masyarakat mengenai kekosongan LPG di sejumlah pangkalan, Japar menilai hal tersebut lebih disebabkan tingginya permintaan, bukan karena stok kosong.

    “Bukan berarti kosong, tetapi karena pemakaian meningkat. Jadi begitu stok datang ke pangkalan, langsung habis,” katanya.

    Dirinya juga menyoroti penggunaan LPG subsidi yang tidak tepat sasaran. Menurutnya, LPG 3 Kg seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun di lapangan masih ditemukan kalangan menengah atas yang turut mengonsumsi LPG bersubsidi, sehingga mempercepat habisnya stok di pangkalan.

    Komisi II DPRD Balikpapan pun mengimbau masyarakat mampu untuk menggunakan LPG non subsidi, agar distribusi LPG 3 Kg tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat kecil dapat terpenuhi. (Adv)

    (Sf/Lo)