DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Stok BBM dan Bahan Pokok di Balikpapan Dipastikan Aman, DPRD Minta Warga Tetap Tenang

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 April 2026 pukul 17:07 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Di tengah meningkatnya tensi global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dan komoditas, DPRD Kota Balikpapan memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan pokok di daerah masih dalam kondisi aman dan terkendali.

    Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) guna memastikan stabilitas pasokan di lapangan.

    “Dari hasil koordinasi, stok BBM dan kebutuhan pokok di Balikpapan masih aman. Distribusi juga berjalan lancar meskipun ada dinamika global yang sedang terjadi,” ucap Adi sapaan akrabnya kepada media, Kamis (2/4/2026).

    Menurut Fauzi perkembangan situasi global, termasuk konflik di beberapa kawasan, memang berpotensi memengaruhi distribusi energi secara luas. Namun hingga kini dampaknya belum dirasakan secara signifikan di Balikpapan.

    Meski demikian, Adi mengingatkan potensi gangguan justru bisa muncul dari dalam, terutama jika masyarakat merespons situasi dengan kepanikan. Perilaku seperti panic buying dinilai dapat memicu kelangkaan semua dan mengganggu distribusi barang.

    “Yang perlu diwaspadai adalah reaksi berlebihan dari masyarakat. Kalau ada yang membeli atau menimbun dalam jumlah besar, itu bisa menciptakan kesan barang langka,” tegasnya.

    Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan dengan cara berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan. Selain itu, penggunaan energi seperti BBM juga diharapkan dilakukan secara efisien.

    Politisi Golkar ini menilai stabilitas pasokan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola konsumsi sehari-hari.

    “Kami semua punya peran. Kalau konsumsi dilakukan secara wajar, distribusi bisa tetap merata dan tidak ada pihak yang dirugikan,” terangnya.

    DPRD Balikpapan akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM dan bahan pokok, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan ke depan.

    “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial dan berpotensi menimbulkan keresahan,” pungkasnya.

    Dengan kondisi pasokan yang masih stabil, masyarakat diharapkan tetap tenang, rasional dan tidak terpancing isu global yang belum tentu berdampak langsung terhadap ketersediaan energi dan kebutuhan pokok di daerah. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Stok BBM dan Bahan Pokok di Balikpapan Dipastikan Aman, DPRD Minta Warga Tetap Tenang

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 April 2026 pukul 17:07 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Di tengah meningkatnya tensi global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dan komoditas, DPRD Kota Balikpapan memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan pokok di daerah masih dalam kondisi aman dan terkendali.

    Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) guna memastikan stabilitas pasokan di lapangan.

    “Dari hasil koordinasi, stok BBM dan kebutuhan pokok di Balikpapan masih aman. Distribusi juga berjalan lancar meskipun ada dinamika global yang sedang terjadi,” ucap Adi sapaan akrabnya kepada media, Kamis (2/4/2026).

    Menurut Fauzi perkembangan situasi global, termasuk konflik di beberapa kawasan, memang berpotensi memengaruhi distribusi energi secara luas. Namun hingga kini dampaknya belum dirasakan secara signifikan di Balikpapan.

    Meski demikian, Adi mengingatkan potensi gangguan justru bisa muncul dari dalam, terutama jika masyarakat merespons situasi dengan kepanikan. Perilaku seperti panic buying dinilai dapat memicu kelangkaan semua dan mengganggu distribusi barang.

    “Yang perlu diwaspadai adalah reaksi berlebihan dari masyarakat. Kalau ada yang membeli atau menimbun dalam jumlah besar, itu bisa menciptakan kesan barang langka,” tegasnya.

    Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan dengan cara berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan. Selain itu, penggunaan energi seperti BBM juga diharapkan dilakukan secara efisien.

    Politisi Golkar ini menilai stabilitas pasokan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola konsumsi sehari-hari.

    “Kami semua punya peran. Kalau konsumsi dilakukan secara wajar, distribusi bisa tetap merata dan tidak ada pihak yang dirugikan,” terangnya.

    DPRD Balikpapan akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM dan bahan pokok, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan ke depan.

    “Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial dan berpotensi menimbulkan keresahan,” pungkasnya.

    Dengan kondisi pasokan yang masih stabil, masyarakat diharapkan tetap tenang, rasional dan tidak terpancing isu global yang belum tentu berdampak langsung terhadap ketersediaan energi dan kebutuhan pokok di daerah. (Adv)

    (Sf/Lo)