DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Balikpapan Riyan Soroti Minimnya TPS di Muara Rapak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    22 Oktober 2025 pukul 09:44 WITA

    Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara masih menjadi perhatian serius. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Riyan Indra Saputra, menggelar kegiatan serap aspirasi (Reses) Masa Sidang I Tahun 2025 di lingkungan RT 68 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, Selasa (21/10/2025) malam.

    Kegiatan ini digelar guna menyerap langsung aspirasi masyarakat setempat. Dalam reses tersebut, sejumlah persoalan klasik kembali mencuat, mulai dari masalah infrastruktur lingkungan hingga minimnya fasilitas penerangan jalan umum.

    Salah satu sorotan utama warga adalah semakin berkurangnya tempat pembuangan sampah (TPS) di wilayah Gunung Polisi dan sekitarnya.

    "Keluhan warga masih seputar persoalan klasik, seperti drainase dan kurangnya TPS. Di kawasan Gunung Polisi, misalnya, banyak TPS yang sudah tidak ada lagi. Ini akan kami catat dan sampaikan ke dinas terkait," ucap Riyan saat ditemui usai kegiatan.

    Riyan menjelaskan, hilangnya TPS di Muara Rapak salah satunya disebabkan oleh adanya pembebasan lahan yang dilakukan oleh pihak Pertamina. Menurutnya, sekitar 10 hingga 15 TPS di wilayah tersebut sudah tidak berfungsi atau bahkan dihancurkan akibat proyek pembangunan yang dilakukan oleh perusahaan migas tersebut.

    “Sebagian wilayah Muara Rapak memang masuk dalam kawasan milik Pertamina. Saat ini banyak lahan yang dibebaskan untuk pembangunan, sehingga beberapa TPS ikut terdampak,” jelasnya.

    Saat ditanya apakah Pertamina akan turut membantu menyediakan TPS baru, Riyan mengaku pesimis. Ia menilai kecil kemungkinan pihak perusahaan akan membangun kembali fasilitas yang sudah ada.

    "Kalau yang sudah ada saja dihancurkan, rasanya sulit mengharapkan mereka bangun TPS baru. Karena itu, pemerintah kota harus bersinergi mencari solusi, mungkin dengan membangun TPS skala kecil terlebih dahulu," tambah Politisi Golkar.

    Riyan juga mendorong adanya inisiatif berbasis masyarakat, seperti pengembangan bank sampah. Ia menilai, selain menjadi solusi pengelolaan sampah, bank sampah juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi warga melalui produk daur ulang dan kerajinan tangan.

    “Bank sampah bisa menjadi peluang tambahan penghasilan keluarga. Ini bisa dijadikan program lingkungan yang produktif,” imbuh Riyan.

    Menutup kegiatan reses, Riyan menyampaikan komitmennya untuk berkoordinasi dengan tokoh masyarakat serta lembaga lingkungan di Muara Rapak guna mencari solusi jangka panjang atas permasalahan pengelolaan sampah di wilayah tersebut. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Balikpapan Riyan Soroti Minimnya TPS di Muara Rapak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    22 Oktober 2025 pukul 09:44 WITA

    Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara masih menjadi perhatian serius. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Riyan Indra Saputra, menggelar kegiatan serap aspirasi (Reses) Masa Sidang I Tahun 2025 di lingkungan RT 68 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, Selasa (21/10/2025) malam.

    Kegiatan ini digelar guna menyerap langsung aspirasi masyarakat setempat. Dalam reses tersebut, sejumlah persoalan klasik kembali mencuat, mulai dari masalah infrastruktur lingkungan hingga minimnya fasilitas penerangan jalan umum.

    Salah satu sorotan utama warga adalah semakin berkurangnya tempat pembuangan sampah (TPS) di wilayah Gunung Polisi dan sekitarnya.

    "Keluhan warga masih seputar persoalan klasik, seperti drainase dan kurangnya TPS. Di kawasan Gunung Polisi, misalnya, banyak TPS yang sudah tidak ada lagi. Ini akan kami catat dan sampaikan ke dinas terkait," ucap Riyan saat ditemui usai kegiatan.

    Riyan menjelaskan, hilangnya TPS di Muara Rapak salah satunya disebabkan oleh adanya pembebasan lahan yang dilakukan oleh pihak Pertamina. Menurutnya, sekitar 10 hingga 15 TPS di wilayah tersebut sudah tidak berfungsi atau bahkan dihancurkan akibat proyek pembangunan yang dilakukan oleh perusahaan migas tersebut.

    “Sebagian wilayah Muara Rapak memang masuk dalam kawasan milik Pertamina. Saat ini banyak lahan yang dibebaskan untuk pembangunan, sehingga beberapa TPS ikut terdampak,” jelasnya.

    Saat ditanya apakah Pertamina akan turut membantu menyediakan TPS baru, Riyan mengaku pesimis. Ia menilai kecil kemungkinan pihak perusahaan akan membangun kembali fasilitas yang sudah ada.

    "Kalau yang sudah ada saja dihancurkan, rasanya sulit mengharapkan mereka bangun TPS baru. Karena itu, pemerintah kota harus bersinergi mencari solusi, mungkin dengan membangun TPS skala kecil terlebih dahulu," tambah Politisi Golkar.

    Riyan juga mendorong adanya inisiatif berbasis masyarakat, seperti pengembangan bank sampah. Ia menilai, selain menjadi solusi pengelolaan sampah, bank sampah juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi warga melalui produk daur ulang dan kerajinan tangan.

    “Bank sampah bisa menjadi peluang tambahan penghasilan keluarga. Ini bisa dijadikan program lingkungan yang produktif,” imbuh Riyan.

    Menutup kegiatan reses, Riyan menyampaikan komitmennya untuk berkoordinasi dengan tokoh masyarakat serta lembaga lingkungan di Muara Rapak guna mencari solusi jangka panjang atas permasalahan pengelolaan sampah di wilayah tersebut. (Adv)

    (Sf/Rs)