Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendapat dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur yang berada di kawasan Balikpapan Barat.
Bantuan dari pemerintah pusat tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan kembali pasar yang sebelumnya mengalami kebakaran dan kini membutuhkan penataan ulang.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman menyampaikan, bahwa upaya untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat telah dilakukan sebelumnya oleh wali kota melalui kunjungan ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
“Kunjungan tersebut bertujuan meminta dukungan agar revitalisasi pasar dapat segera direalisasikan,” ucap Yono kepada awak media, Jumat (6/3/2026).
Menurut Yono, Pemkot berharap pembangunan kembali Pasar Inpres Kebun Sayur dapat menghadirkan fasilitas yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Selain memperbaiki kondisi pasar pascakebakaran, revitalisasi ini juga diharapkan mampu menata kembali aktivitas perdagangan agar lebih tertib dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
“Wali kota sebelumnya sudah berkunjung ke Kementerian Perdagangan untuk meminta dukungan agar revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur segera dilaksanakan, sehingga bisa dibangun kembali dengan fasilitas yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, revitalisasi pasar tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung perkembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Balikpapan.
Dengan adanya fasilitas yang lebih representatif, para pedagang diharapkan dapat menjalankan usahanya dengan lebih baik dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Tidak hanya sebagai pusat perdagangan, Pasar Inpres Kebun Sayur juga diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata belanja di Balikpapan. Keberadaan toko suvenir, produk kerajinan, serta berbagai produk khas daerah dinilai memiliki potensi untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut.
“Harapannya pasar ini bisa menjadi kawasan wisata belanja juga, di mana ada toko-toko suvenir dan produk khas Balikpapan yang dapat menarik wisatawan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yono menilai aktivitas perdagangan yang tertata dengan baik juga dapat memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di pasar tersebut, kontribusi dari sektor perdagangan diharapkan ikut meningkat.
Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya terdapat tiga sumber pendanaan yang dapat digunakan untuk pembangunan pasar, yakni melalui anggaran pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah.
“Namun, kondisi keuangan daerah saat ini cukup terbatas karena adanya pemangkasan anggaran di berbagai sektor,” terangnya.
Karena itu, Pemkot Balikpapan mengambil inisiatif untuk mengajukan proposal kerja sama kepada pemerintah pusat agar pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur dapat segera direalisasikan.
“Kami tahu saat ini banyak pemangkasan anggaran di daerah sehingga menjadi keterbatasan. Oleh karena itu, kami mengajukan proposal dan berharap pemerintah pusat dapat membantu pembangunan pasar ini sesuai dengan program Bapak Presiden,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendapat dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur yang berada di kawasan Balikpapan Barat.
Bantuan dari pemerintah pusat tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan kembali pasar yang sebelumnya mengalami kebakaran dan kini membutuhkan penataan ulang.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman menyampaikan, bahwa upaya untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat telah dilakukan sebelumnya oleh wali kota melalui kunjungan ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
“Kunjungan tersebut bertujuan meminta dukungan agar revitalisasi pasar dapat segera direalisasikan,” ucap Yono kepada awak media, Jumat (6/3/2026).
Menurut Yono, Pemkot berharap pembangunan kembali Pasar Inpres Kebun Sayur dapat menghadirkan fasilitas yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Selain memperbaiki kondisi pasar pascakebakaran, revitalisasi ini juga diharapkan mampu menata kembali aktivitas perdagangan agar lebih tertib dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
“Wali kota sebelumnya sudah berkunjung ke Kementerian Perdagangan untuk meminta dukungan agar revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur segera dilaksanakan, sehingga bisa dibangun kembali dengan fasilitas yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, revitalisasi pasar tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung perkembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Balikpapan.
Dengan adanya fasilitas yang lebih representatif, para pedagang diharapkan dapat menjalankan usahanya dengan lebih baik dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Tidak hanya sebagai pusat perdagangan, Pasar Inpres Kebun Sayur juga diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata belanja di Balikpapan. Keberadaan toko suvenir, produk kerajinan, serta berbagai produk khas daerah dinilai memiliki potensi untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut.
“Harapannya pasar ini bisa menjadi kawasan wisata belanja juga, di mana ada toko-toko suvenir dan produk khas Balikpapan yang dapat menarik wisatawan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yono menilai aktivitas perdagangan yang tertata dengan baik juga dapat memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di pasar tersebut, kontribusi dari sektor perdagangan diharapkan ikut meningkat.
Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya terdapat tiga sumber pendanaan yang dapat digunakan untuk pembangunan pasar, yakni melalui anggaran pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah.
“Namun, kondisi keuangan daerah saat ini cukup terbatas karena adanya pemangkasan anggaran di berbagai sektor,” terangnya.
Karena itu, Pemkot Balikpapan mengambil inisiatif untuk mengajukan proposal kerja sama kepada pemerintah pusat agar pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur dapat segera direalisasikan.
“Kami tahu saat ini banyak pemangkasan anggaran di daerah sehingga menjadi keterbatasan. Oleh karena itu, kami mengajukan proposal dan berharap pemerintah pusat dapat membantu pembangunan pasar ini sesuai dengan program Bapak Presiden,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)