DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Oddang Sebut Kesadaran Warga Kunci Pertahankan Adipura

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    20 Februari 2026 pukul 11:32 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang kepada awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang menegaskan, bahwa keberhasilan Kota Balikpapan dalam meraih penghargaan Adipura sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

    Menurutnya, meraih penghargaan Adipura bukanlah hal yang terlalu sulit. Namun, tantangan terbesar justru terletak pada upaya mempertahankannya secara konsisten dari tahun ke tahun.

    “Untuk mendapatkan itu tidak begitu sulit, tetapi yang sulit bagaimana kami bisa mempertahankan. Itu kembali ke kesadaran kami semua,” ucap Oddang sapaan akrabnya kepada media, Jumat (20/2/2026).

    Ia menjelaskan, setelah proses penilaian dilakukan, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga standar kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

    Dirinya mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan penghargaan yang telah diraih berulang kali.

    “Apalagi Balikpapan masih menghadapi sejumlah persoalan seperti banjir dan kebersihan di beberapa titik. Hal tersebut dapat memengaruhi hasil evaluasi dari tim penilai,” jelasnya.

    Oddang mengakui, dalam kunjungan penilaian sebelumnya, dari sekitar 60 titik yang dinilai, terdapat beberapa lokasi yang masih ditemukan dalam kondisi kurang bersih.

    Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut belum serta-merta menggugurkan peluang penghargaan, namun tetap menjadi catatan penting untuk perbaikan.

    Bahkan kesiapan menjaga kebersihan tidak boleh hanya dilakukan menjelang penilaian. Menurutnya, kebersihan harus menjadi bagian dari kebutuhan dan budaya hidup sehari-hari warga.

    “Jangan hanya siap saat mau penilaian. Ini harus melekat sebagai bagian dari kehidupan kami. Kalau itu sudah menjadi kebiasaan, kapan pun dinilai, Balikpapan akan tetap seperti itu,” tegas Politisi Partai Hanura.

    Di tingkat lingkungan, Oddang mengaku rutin mengingatkan para ketua RT agar aktif berkomunikasi dengan warga. Edukasi mengenai pentingnya kebersihan perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kerja bakti massal saat ada imbauan.

    “Kalau di perumahan, cukup bersihkan depan rumah masing-masing setiap hari, pasti lingkungan tertib dan bersih. Jangan sibuk mengurus tempat lain kalau tempat sendiri belum beres,” katanya.

    Ditambahkan, peningkatan jumlah penduduk dan kedatangan warga pendatang juga menjadi tantangan tersendiri. Pihaknya berharap para pendatang dapat menyesuaikan diri dengan aturan dan budaya kebersihan yang telah berjalan di Balikpapan.

    Mengingat peran RT dan kelurahan sangat strategis dalam melakukan edukasi dan evaluasi program kebersihan lingkungan. Dia mendorong agar program kebersihan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.

    “Selama ini Balikpapan sudah terjaga, tetapi memang perlu ditingkatkan lagi. Ini bukan soal menyalahkan siapa pun, melainkan bagaimana kebersihan menjadi bagian dari langkah hidup kita sehari-hari,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Oddang Sebut Kesadaran Warga Kunci Pertahankan Adipura

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    20 Februari 2026 pukul 11:32 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang kepada awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang menegaskan, bahwa keberhasilan Kota Balikpapan dalam meraih penghargaan Adipura sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

    Menurutnya, meraih penghargaan Adipura bukanlah hal yang terlalu sulit. Namun, tantangan terbesar justru terletak pada upaya mempertahankannya secara konsisten dari tahun ke tahun.

    “Untuk mendapatkan itu tidak begitu sulit, tetapi yang sulit bagaimana kami bisa mempertahankan. Itu kembali ke kesadaran kami semua,” ucap Oddang sapaan akrabnya kepada media, Jumat (20/2/2026).

    Ia menjelaskan, setelah proses penilaian dilakukan, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga standar kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

    Dirinya mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan penghargaan yang telah diraih berulang kali.

    “Apalagi Balikpapan masih menghadapi sejumlah persoalan seperti banjir dan kebersihan di beberapa titik. Hal tersebut dapat memengaruhi hasil evaluasi dari tim penilai,” jelasnya.

    Oddang mengakui, dalam kunjungan penilaian sebelumnya, dari sekitar 60 titik yang dinilai, terdapat beberapa lokasi yang masih ditemukan dalam kondisi kurang bersih.

    Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut belum serta-merta menggugurkan peluang penghargaan, namun tetap menjadi catatan penting untuk perbaikan.

    Bahkan kesiapan menjaga kebersihan tidak boleh hanya dilakukan menjelang penilaian. Menurutnya, kebersihan harus menjadi bagian dari kebutuhan dan budaya hidup sehari-hari warga.

    “Jangan hanya siap saat mau penilaian. Ini harus melekat sebagai bagian dari kehidupan kami. Kalau itu sudah menjadi kebiasaan, kapan pun dinilai, Balikpapan akan tetap seperti itu,” tegas Politisi Partai Hanura.

    Di tingkat lingkungan, Oddang mengaku rutin mengingatkan para ketua RT agar aktif berkomunikasi dengan warga. Edukasi mengenai pentingnya kebersihan perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kerja bakti massal saat ada imbauan.

    “Kalau di perumahan, cukup bersihkan depan rumah masing-masing setiap hari, pasti lingkungan tertib dan bersih. Jangan sibuk mengurus tempat lain kalau tempat sendiri belum beres,” katanya.

    Ditambahkan, peningkatan jumlah penduduk dan kedatangan warga pendatang juga menjadi tantangan tersendiri. Pihaknya berharap para pendatang dapat menyesuaikan diri dengan aturan dan budaya kebersihan yang telah berjalan di Balikpapan.

    Mengingat peran RT dan kelurahan sangat strategis dalam melakukan edukasi dan evaluasi program kebersihan lingkungan. Dia mendorong agar program kebersihan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.

    “Selama ini Balikpapan sudah terjaga, tetapi memang perlu ditingkatkan lagi. Ini bukan soal menyalahkan siapa pun, melainkan bagaimana kebersihan menjadi bagian dari langkah hidup kita sehari-hari,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)