DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Najib Desak Pemkot Susun Peta Jalan Atasi Krisis Air Bersih di Balut

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Persoalan air bersih kembali mencuat menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib. Dalam kegiatan reses yang digelar di RT 6 Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSmB), Balikpapan Utara (Balut) beberapa hari lalu, Najib mendengar langsung keluhan warga yang sudah bertahun-tahun bergelut dengan keterbatasan air bersih.

    Selain masalah air, warga juga menyampaikan keluhan lain seperti jalan lingkungan yang rusak dan minimnya penerangan jalan umum (PJU). Namun bagi Najib, kelangkaan air bersih tetap menjadi isu paling mendesak karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

    “Setiap turun ke lapangan keluhannya tidak pernah berubah, selalu air susah, jalan rusak, dan penerangan kurang. Ini kebutuhan dasar yang seharusnya sudah bisa dipenuhi pemerintah,” ujar Najib saat dihubungi awak media, Kamis (30/10/2025).

    Najib menilai persoalan air bersih di Balut bukan masalah baru, melainkan persoalan klasik yang terus berulang karena belum ada strategi menyeluruh dari pemerintah daerah. Ia menyebut akar permasalahannya terletak pada keterbatasan sumber air baku dan belum meratanya jaringan distribusi PDAM ke seluruh kawasan permukiman.

    “Selama ini upaya yang dilakukan masih bersifat jangka pendek, seperti perbaikan pipa atau penambahan sumur bor di beberapa titik. Padahal yang dibutuhkan adalah strategi jangka panjang, agar krisis ini tidak terus berulang,” tegas politisi PDI Perjuangan

    Menurut Najib, pemerintah perlu menyusun peta jalan (roadmap) penanganan air bersih yang mencakup tiga tahapan yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk langkah cepat, ia mengusulkan pembangunan sumur bor di fasilitas umum dan sosial agar warga memiliki alternatif sumber air selain PDAM.

    “Sedangkan dalam jangka menengah, kami mendorong pemerintah melakukan peremajaan jaringan pipa induk dan memperluas cakupan distribusi air bersih hingga ke wilayah padat penduduk yang selama ini belum terlayani,” lanjutnya.

    Sementara dalam jangka panjang, Najib menilai penting membangun sistem penampungan air hujan dan sumur resapan di kawasan permukiman sebagai cadangan sumber air baku.

    “Kalau kami tidak menyiapkan cadangan air sejak sekarang, lima tahun lagi kita akan menghadapi krisis yang sama. Ini harus menjadi perhatian serius,” akunya.

    Selain fokus pada masalah air, Najib juga menyerap aspirasi warga soal perbaikan jalan lingkungan dan penambahan lampu penerangan untuk meningkatkan keamanan di malam hari. Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang diterima akan dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah kota dan dinas terkait.

    “DPRD tidak hanya menampung keluhan masyarakat, tetapi juga memastikan ada tindak lanjut nyata di lapangan. Aspirasi warga harus diwujudkan, bukan sekadar dicatat,” pungkasnya.

    Dengan desakan ini, Najib berharap Pemerintah Kota Balikpapan segera menyiapkan langkah konkret agar krisis air bersih tidak lagi menjadi masalah tahunan bagi warga Balut. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Najib Desak Pemkot Susun Peta Jalan Atasi Krisis Air Bersih di Balut

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Persoalan air bersih kembali mencuat menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib. Dalam kegiatan reses yang digelar di RT 6 Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSmB), Balikpapan Utara (Balut) beberapa hari lalu, Najib mendengar langsung keluhan warga yang sudah bertahun-tahun bergelut dengan keterbatasan air bersih.

    Selain masalah air, warga juga menyampaikan keluhan lain seperti jalan lingkungan yang rusak dan minimnya penerangan jalan umum (PJU). Namun bagi Najib, kelangkaan air bersih tetap menjadi isu paling mendesak karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

    “Setiap turun ke lapangan keluhannya tidak pernah berubah, selalu air susah, jalan rusak, dan penerangan kurang. Ini kebutuhan dasar yang seharusnya sudah bisa dipenuhi pemerintah,” ujar Najib saat dihubungi awak media, Kamis (30/10/2025).

    Najib menilai persoalan air bersih di Balut bukan masalah baru, melainkan persoalan klasik yang terus berulang karena belum ada strategi menyeluruh dari pemerintah daerah. Ia menyebut akar permasalahannya terletak pada keterbatasan sumber air baku dan belum meratanya jaringan distribusi PDAM ke seluruh kawasan permukiman.

    “Selama ini upaya yang dilakukan masih bersifat jangka pendek, seperti perbaikan pipa atau penambahan sumur bor di beberapa titik. Padahal yang dibutuhkan adalah strategi jangka panjang, agar krisis ini tidak terus berulang,” tegas politisi PDI Perjuangan

    Menurut Najib, pemerintah perlu menyusun peta jalan (roadmap) penanganan air bersih yang mencakup tiga tahapan yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk langkah cepat, ia mengusulkan pembangunan sumur bor di fasilitas umum dan sosial agar warga memiliki alternatif sumber air selain PDAM.

    “Sedangkan dalam jangka menengah, kami mendorong pemerintah melakukan peremajaan jaringan pipa induk dan memperluas cakupan distribusi air bersih hingga ke wilayah padat penduduk yang selama ini belum terlayani,” lanjutnya.

    Sementara dalam jangka panjang, Najib menilai penting membangun sistem penampungan air hujan dan sumur resapan di kawasan permukiman sebagai cadangan sumber air baku.

    “Kalau kami tidak menyiapkan cadangan air sejak sekarang, lima tahun lagi kita akan menghadapi krisis yang sama. Ini harus menjadi perhatian serius,” akunya.

    Selain fokus pada masalah air, Najib juga menyerap aspirasi warga soal perbaikan jalan lingkungan dan penambahan lampu penerangan untuk meningkatkan keamanan di malam hari. Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang diterima akan dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah kota dan dinas terkait.

    “DPRD tidak hanya menampung keluhan masyarakat, tetapi juga memastikan ada tindak lanjut nyata di lapangan. Aspirasi warga harus diwujudkan, bukan sekadar dicatat,” pungkasnya.

    Dengan desakan ini, Najib berharap Pemerintah Kota Balikpapan segera menyiapkan langkah konkret agar krisis air bersih tidak lagi menjadi masalah tahunan bagi warga Balut. (Adv)

    (Sf/Rs)