Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Yono Suherman. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah serius menyiapkan langkah menuju kota pintar atau smart city. Salah satu fokus utama yang kini didorong adalah penerapan layanan publik berbasis digital agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat, mudah dan efisien.
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Yono Suherman mengatakan, bahwa pihaknya bersama instansi terkait sedang menyusun kajian serta naskah akademik untuk memperkuat sistem digitalisasi pelayanan publik di berbagai sektor.
“Kami sedang menyiapkan kajian dan naskah akademik bersama mitra kerja agar pelayanan publik di Balikpapan bisa meningkat melalui sistem digital,” ucap Yono Suherman saat ditemui awak media, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, digitalisasi merupakan bagian penting dari arah pembangunan kota yang mengusung konsep smart city. Ia mencontohkan, salah satu program yang tengah dikembangkan adalah sistem penerangan kota berbasis teknologi digital yang mendukung visi Balikpapan Terang.
“Kalau ada lampu jalan yang mati, masyarakat cukup melapor lewat aplikasi atau sistem digital. Laporan bisa langsung diterima petugas, dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat, bahkan 24 jam,” jelasnya.
Tak hanya di bidang infrastruktur, layanan perizinan juga sudah mulai beralih ke sistem digital. Melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) berbasis daring, warga kini tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pemerintah untuk mengurus izin.
“Masyarakat cukup mengajukan perizinan dari rumah melalui sistem online. Ini lebih efisien, transparan, dan tentu menghemat waktu,” terangnya.
Ia menegaskan, kemajuan teknologi ini hanya akan bermanfaat jika masyarakat ikut aktif berpartisipasi. Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk memperluas sosialisasi dan pelatihan agar semua warga bisa beradaptasi dengan layanan digital tersebut.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Kami ingin semua warga bisa menikmati kemudahan layanan digital, bukan hanya sebagian,” tutupnya.
Melalui langkah ini, DPRD berharap digitalisasi layanan publik dapat mempercepat terwujudnya Balikpapan sebagai kota yang modern, efisien, dan ramah teknologi di mana pelayanan pemerintah hadir lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Yono Suherman. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah serius menyiapkan langkah menuju kota pintar atau smart city. Salah satu fokus utama yang kini didorong adalah penerapan layanan publik berbasis digital agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat, mudah dan efisien.
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Yono Suherman mengatakan, bahwa pihaknya bersama instansi terkait sedang menyusun kajian serta naskah akademik untuk memperkuat sistem digitalisasi pelayanan publik di berbagai sektor.
“Kami sedang menyiapkan kajian dan naskah akademik bersama mitra kerja agar pelayanan publik di Balikpapan bisa meningkat melalui sistem digital,” ucap Yono Suherman saat ditemui awak media, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, digitalisasi merupakan bagian penting dari arah pembangunan kota yang mengusung konsep smart city. Ia mencontohkan, salah satu program yang tengah dikembangkan adalah sistem penerangan kota berbasis teknologi digital yang mendukung visi Balikpapan Terang.
“Kalau ada lampu jalan yang mati, masyarakat cukup melapor lewat aplikasi atau sistem digital. Laporan bisa langsung diterima petugas, dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat, bahkan 24 jam,” jelasnya.
Tak hanya di bidang infrastruktur, layanan perizinan juga sudah mulai beralih ke sistem digital. Melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) berbasis daring, warga kini tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pemerintah untuk mengurus izin.
“Masyarakat cukup mengajukan perizinan dari rumah melalui sistem online. Ini lebih efisien, transparan, dan tentu menghemat waktu,” terangnya.
Ia menegaskan, kemajuan teknologi ini hanya akan bermanfaat jika masyarakat ikut aktif berpartisipasi. Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk memperluas sosialisasi dan pelatihan agar semua warga bisa beradaptasi dengan layanan digital tersebut.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Kami ingin semua warga bisa menikmati kemudahan layanan digital, bukan hanya sebagian,” tutupnya.
Melalui langkah ini, DPRD berharap digitalisasi layanan publik dapat mempercepat terwujudnya Balikpapan sebagai kota yang modern, efisien, dan ramah teknologi di mana pelayanan pemerintah hadir lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Adv)
(Sf/Rs)