Cari disini...

Seputarfakta.com - Maya Sari -
DPRD Kota Balikpapan
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung saat ditemui di kantor DPRD. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – DPRD Kota Balikpapan mendorong penguatan sistem transportasi publik sebagai langkah strategis menuju kota modern dan berkelanjutan.
Salah satu yang menjadi fokus adalah layanan Balikpapan City Trans (BCT) yang dinilai berpotensi menjadi tulang punggung mobilitas warga.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung mengatakan pengelolaan BCT ke depan direncanakan berada di bawah Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, seiring rencana serah terima dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap uji coba dan mendapat subsidi dari pemerintah pusat.
“Minat masyarakat cukup tinggi selama masa uji coba. Ini menjadi indikator bahwa Balikpapan mulai bergerak menuju kota maju dengan sistem transportasi publik yang kuat,” ucap Wahyullah, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, di kota-kota modern transportasi umum seperti bus menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Karena itu, penguatan BCT dinilai penting untuk mendukung efisiensi transportasi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Namun, Wahyullah menyoroti perlunya pembenahan, terutama terkait sumber energi armada. Ia mendorong agar BCT secara bertahap beralih dari bahan bakar fosil ke bus listrik.
“Ke depan, penggunaan bus listrik menjadi keharusan. Selain lebih ramah lingkungan, juga lebih stabil dari sisi pasokan energi,” tegasnya.
Menurutnya ketergantungan pada energi fosil memiliki risiko tinggi di tengah dinamika global, termasuk fluktuasi harga dan pasokan. Oleh karena itu, transisi energi dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sistem transportasi.
Selain aspek teknologi, DPRD juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat. Warga diharapkan mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna menekan kemacetan dan konsumsi energi.
“Perubahan budaya itu penting. Masyarakat perlu membiasakan diri menggunakan angkutan umum,” tambahnya.
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa pengembangan transportasi di Balikpapan tidak hanya berhenti pada BCT. Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan telah menyiapkan rencana induk jangka panjang yang mencakup integrasi berbagai moda transportasi.
“Dalam rencana tersebut, Balikpapan tidak menutup kemungkinan mengembangkan sistem transportasi yang lebih lengkap, termasuk opsi kereta perkotaan di masa mendatang,” paparnya.
Dengan dukungan kebijakan, inovasi energi, serta perubahan perilaku masyarakat, DPRD optimistis Balikpapan dapat bertransformasi menjadi kota modern dengan sistem transportasi publik yang efisien, terintegrasi dan berkelanjutan. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Maya Sari -
DPRD Kota Balikpapan

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung saat ditemui di kantor DPRD. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – DPRD Kota Balikpapan mendorong penguatan sistem transportasi publik sebagai langkah strategis menuju kota modern dan berkelanjutan.
Salah satu yang menjadi fokus adalah layanan Balikpapan City Trans (BCT) yang dinilai berpotensi menjadi tulang punggung mobilitas warga.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung mengatakan pengelolaan BCT ke depan direncanakan berada di bawah Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, seiring rencana serah terima dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap uji coba dan mendapat subsidi dari pemerintah pusat.
“Minat masyarakat cukup tinggi selama masa uji coba. Ini menjadi indikator bahwa Balikpapan mulai bergerak menuju kota maju dengan sistem transportasi publik yang kuat,” ucap Wahyullah, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, di kota-kota modern transportasi umum seperti bus menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Karena itu, penguatan BCT dinilai penting untuk mendukung efisiensi transportasi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Namun, Wahyullah menyoroti perlunya pembenahan, terutama terkait sumber energi armada. Ia mendorong agar BCT secara bertahap beralih dari bahan bakar fosil ke bus listrik.
“Ke depan, penggunaan bus listrik menjadi keharusan. Selain lebih ramah lingkungan, juga lebih stabil dari sisi pasokan energi,” tegasnya.
Menurutnya ketergantungan pada energi fosil memiliki risiko tinggi di tengah dinamika global, termasuk fluktuasi harga dan pasokan. Oleh karena itu, transisi energi dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sistem transportasi.
Selain aspek teknologi, DPRD juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat. Warga diharapkan mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna menekan kemacetan dan konsumsi energi.
“Perubahan budaya itu penting. Masyarakat perlu membiasakan diri menggunakan angkutan umum,” tambahnya.
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa pengembangan transportasi di Balikpapan tidak hanya berhenti pada BCT. Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan telah menyiapkan rencana induk jangka panjang yang mencakup integrasi berbagai moda transportasi.
“Dalam rencana tersebut, Balikpapan tidak menutup kemungkinan mengembangkan sistem transportasi yang lebih lengkap, termasuk opsi kereta perkotaan di masa mendatang,” paparnya.
Dengan dukungan kebijakan, inovasi energi, serta perubahan perilaku masyarakat, DPRD optimistis Balikpapan dapat bertransformasi menjadi kota modern dengan sistem transportasi publik yang efisien, terintegrasi dan berkelanjutan. (Adv)
(Sf/Lo)