Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah saat berada di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan terus berupaya untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan berkoordinasi intensif bersama Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya tengah fokus dalam mengidentifikasi berbagai potensi sumber PAD yang ada di kota tersebut.
“Kami sedang meminta data terkait pajak yang masih macet dan yang sudah berjalan dengan baik, agar dapat segera dievaluasi,” ujarnya pada Sabtu (22/2/2025).
Fauzi berharap, data mengenai pajak yang bermasalah dapat diterima dalam minggu ini, sehingga pihaknya bisa segera mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Selain itu, Komisi II juga tengah melakukan evaluasi capaian PAD Kota Balikpapan yang pada tahun 2024 lalu berhasil mencapai lebih dari Rp1 triliun.
“Kami optimis bahwa dengan evaluasi yang akan dilakukan pada triwulan pertama tahun 2025, PAD Kota Balikpapan dapat kembali mencapai target yang sama,” tambahnya.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian Komisi II dalam pengelolaan PAD adalah sektor parkir dan hiburan malam. Meskipun target pendapatan sudah tercapai, ada kekhawatiran terkait aturan pajak hiburan malam yang mencapai 60 persen.
“Kami khawatir apakah pajak yang dikenakan sudah sesuai dengan laporan yang diberikan, mengingat pelaporan yang dilakukan selama ini masih bersifat manual,” ujar Fauzi.
Untuk memastikan pajak diterapkan dengan tepat, Komisi II berencana mengadakan kunjungan lapangan ke sektor-sektor yang berpotensi, guna melakukan evaluasi lebih mendalam.
Fauzi juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap BPPDRD agar penerimaan PAD dapat terus meningkat dengan cara yang lebih efektif dan transparan.
“Komisi II akan terus berkoordinasi dengan BPPDRD untuk memastikan pencapaian target PAD yang maksimal," tutupnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah saat berada di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan terus berupaya untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan berkoordinasi intensif bersama Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya tengah fokus dalam mengidentifikasi berbagai potensi sumber PAD yang ada di kota tersebut.
“Kami sedang meminta data terkait pajak yang masih macet dan yang sudah berjalan dengan baik, agar dapat segera dievaluasi,” ujarnya pada Sabtu (22/2/2025).
Fauzi berharap, data mengenai pajak yang bermasalah dapat diterima dalam minggu ini, sehingga pihaknya bisa segera mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Selain itu, Komisi II juga tengah melakukan evaluasi capaian PAD Kota Balikpapan yang pada tahun 2024 lalu berhasil mencapai lebih dari Rp1 triliun.
“Kami optimis bahwa dengan evaluasi yang akan dilakukan pada triwulan pertama tahun 2025, PAD Kota Balikpapan dapat kembali mencapai target yang sama,” tambahnya.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian Komisi II dalam pengelolaan PAD adalah sektor parkir dan hiburan malam. Meskipun target pendapatan sudah tercapai, ada kekhawatiran terkait aturan pajak hiburan malam yang mencapai 60 persen.
“Kami khawatir apakah pajak yang dikenakan sudah sesuai dengan laporan yang diberikan, mengingat pelaporan yang dilakukan selama ini masih bersifat manual,” ujar Fauzi.
Untuk memastikan pajak diterapkan dengan tepat, Komisi II berencana mengadakan kunjungan lapangan ke sektor-sektor yang berpotensi, guna melakukan evaluasi lebih mendalam.
Fauzi juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap BPPDRD agar penerimaan PAD dapat terus meningkat dengan cara yang lebih efektif dan transparan.
“Komisi II akan terus berkoordinasi dengan BPPDRD untuk memastikan pencapaian target PAD yang maksimal," tutupnya. (Adv)
(Sf/By)