DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan Geram, Pertamina Diminta Minta Maaf Terkait Kelangkaan BBM

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan, Halili Adinegara menyampaikan kekecewaannya di depan pihak Pertamina Patra Niaga. (Foto: Tangkapan layar/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Permasalahan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Kota Balikpapan masih menjadi sorotan publik. Keluhan warga terus berdatangan akibat sulitnya mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir.

    Hal ini pun menjadi pembahasan hangat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Balikpapan, pihak Pertamina Patra Niaga dan dinas terkait, Selasa (20/5/2025).

    Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan, Halili Adinegara menyampaikan kekecewaannya secara tegas terhadap penjelasan yang diberikan oleh pihak Pertamina. Ia menilai keterangan tersebut tidak sesuai dengan kondisi nyata yang ada di lapangan.

    "Stok BBM sudah kosong sejak beberapa hari lalu di hampir seluruh SPBU. Tadi malam (19/5) mereka bilang sudah distribusi, tapi kenyataannya hari ini antrean masih panjang di mana-mana," kata Halili dengan nada tinggi.

    Halili juga menanggapi pernyataan pihak Pertamina yang meminta masyarakat untuk bersabar. Menurutnya, permintaan itu tidak relevan di tengah kesulitan warga dalam beraktivitas akibat kelangkaan BBM.

    "Tidak ada kata sabar. Hidup masyarakat jadi tersita karena antre BBM. Hari ini kamu harus minta maaf ke publik. Jangan asal bicara," tegasnya.

    Halili mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM telah terjadi sejak Jumat (16/5) sore. Ia bahkan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU dan menemukan bahwa stok BBM benar-benar kosong.

    “Saya sudah keliling ke empat SPBU dan semuanya kosong. Ini bukan lagi isu biasa. Masyarakat jadi korban karena tidak bisa bekerja, tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Ini harus jadi perhatian serius,” ujarnya.

    Dari hasil klarifikasi yang dilakukan DPRD, kelangkaan ini disebut akibat kesalahan prediksi dari pihak Pertamina. Setelah insiden terkait kualitas BBM beberapa bulan lalu, terjadi penurunan drastis dalam penjualan.

    Pertamina kemudian memperkirakan penurunan itu akan berlangsung lama, sehingga pasokan dikurangi. Namun, permintaan ternyata kembali normal dengan cepat, sementara stok belum disesuaikan.

    “Seharusnya Pertamina sudah bisa mengantisipasi. Ini bukan kali pertama kelangkaan terjadi. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan,” tegasnya.

    Kelangkaan ini tidak hanya memicu antrean panjang, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga. Pengemudi ojek online, logistik, hingga masyarakat umum kesulitan mendapatkan BBM untuk kendaraan mereka. Beberapa warga bahkan mengaku harus berkeliling ke berbagai SPBU dan tetap pulang dengan tangan kosong. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan Geram, Pertamina Diminta Minta Maaf Terkait Kelangkaan BBM

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan, Halili Adinegara menyampaikan kekecewaannya di depan pihak Pertamina Patra Niaga. (Foto: Tangkapan layar/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Permasalahan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Kota Balikpapan masih menjadi sorotan publik. Keluhan warga terus berdatangan akibat sulitnya mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir.

    Hal ini pun menjadi pembahasan hangat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Balikpapan, pihak Pertamina Patra Niaga dan dinas terkait, Selasa (20/5/2025).

    Ketua Fraksi PKB DPRD Balikpapan, Halili Adinegara menyampaikan kekecewaannya secara tegas terhadap penjelasan yang diberikan oleh pihak Pertamina. Ia menilai keterangan tersebut tidak sesuai dengan kondisi nyata yang ada di lapangan.

    "Stok BBM sudah kosong sejak beberapa hari lalu di hampir seluruh SPBU. Tadi malam (19/5) mereka bilang sudah distribusi, tapi kenyataannya hari ini antrean masih panjang di mana-mana," kata Halili dengan nada tinggi.

    Halili juga menanggapi pernyataan pihak Pertamina yang meminta masyarakat untuk bersabar. Menurutnya, permintaan itu tidak relevan di tengah kesulitan warga dalam beraktivitas akibat kelangkaan BBM.

    "Tidak ada kata sabar. Hidup masyarakat jadi tersita karena antre BBM. Hari ini kamu harus minta maaf ke publik. Jangan asal bicara," tegasnya.

    Halili mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM telah terjadi sejak Jumat (16/5) sore. Ia bahkan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU dan menemukan bahwa stok BBM benar-benar kosong.

    “Saya sudah keliling ke empat SPBU dan semuanya kosong. Ini bukan lagi isu biasa. Masyarakat jadi korban karena tidak bisa bekerja, tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Ini harus jadi perhatian serius,” ujarnya.

    Dari hasil klarifikasi yang dilakukan DPRD, kelangkaan ini disebut akibat kesalahan prediksi dari pihak Pertamina. Setelah insiden terkait kualitas BBM beberapa bulan lalu, terjadi penurunan drastis dalam penjualan.

    Pertamina kemudian memperkirakan penurunan itu akan berlangsung lama, sehingga pasokan dikurangi. Namun, permintaan ternyata kembali normal dengan cepat, sementara stok belum disesuaikan.

    “Seharusnya Pertamina sudah bisa mengantisipasi. Ini bukan kali pertama kelangkaan terjadi. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan,” tegasnya.

    Kelangkaan ini tidak hanya memicu antrean panjang, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga. Pengemudi ojek online, logistik, hingga masyarakat umum kesulitan mendapatkan BBM untuk kendaraan mereka. Beberapa warga bahkan mengaku harus berkeliling ke berbagai SPBU dan tetap pulang dengan tangan kosong. (Adv)

    (Sf/Rs)