DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Kelangkaan BBM di Kota Minyak, DPRD Balikpapan Desak Evaluasi Total Manajemen Pertamina

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman saat berada di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kota Balikpapan menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman. 

    Ia menilai situasi ini sebagai bentuk kegagalan manajemen Pertamina dan mendesak adanya evaluasi menyeluruh, termasuk pergantian seluruh jajaran manajemen di Balikpapan.

    Menurut Taufik, kelangkaan BBM ini sangat ironis mengingat Balikpapan dikenal sebagai kota minyak dan merupakan lokasi kilang pengolahan minyak milik Pertamina.

    "Balikpapan ini kota minyak. Tapi masyarakat justru mengalami kelangkaan BBM berkepanjangan. Ini aneh dan tidak masuk akal," ujar Taufik kepada awak media, Rabu (21/5/2025).

    Ia menyoroti pergantian struktur organisasi di tubuh Pertamina yang menurutnya tidak memberikan dampak positif, bahkan menimbulkan kebingungan publik.

    "Nama diganti jadi Patra Niaga, tapi kinerja makin tidak jelas. Ini menunjukkan manajemen Pertamina bermasalah," tegasnya.

    Taufik juga menyinggung beragam masalah yang sebelumnya sempat mencuat, seperti isu BBM oplosan dan kelangkaan gas elpiji. Ia menyebut kondisi ini menunjukkan bahwa tata kelola distribusi energi di Balikpapan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

    "Stok ada, tapi masyarakat tetap kesulitan mendapatkan BBM. Sementara daerah lain yang tidak punya kilang minyak justru tidak pernah mengalami hal serupa. Ini sangat janggal," imbuhnya.

    Lebih lanjut, Taufik mendesak Wali Kota Balikpapan untuk mengambil langkah konkret dengan mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Surat tersebut diminta berisi permintaan agar seluruh jajaran manajemen Pertamina, khususnya yang bertugas di wilayah Balikpapan, segera diganti.

    Menurutnya, pembenahan tidak cukup dilakukan dengan peringatan semata. Ia menilai perombakan total merupakan solusi mendesak agar permasalahan serupa tidak terus berulang dan semakin merugikan masyarakat.

    "Ini bukan hanya soal kelangkaan BBM, tapi soal kepercayaan publik terhadap Pertamina. Kalau manajemennya tidak mampu mengelola distribusi di daerah yang notabene pusat pengolahan minyak, bagaimana bisa dipercaya mengelola wilayah lain? Ganti semua. Kalau tidak bisa kerja, lebih baik diberhentikan saja," paparnya dengan nada geram.

    Akibat kelangkaan BBM ini, antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan. Warga harus rela mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan jatah bahan bakar, sementara sebagian lainnya terpaksa pulang dengan tangan hampa karena pasokan sudah habis.

    Kondisi ini turut memukul aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk operasional harian. Selain itu, sektor transportasi umum dan logistik lokal juga mulai terdampak.

    Hingga berita ini diturunkan, kelangkaan BBM masih saja terjadi, hal ini terlihat dari panjangnya antrean di beberapa SPBU. Masyarakat pun terus menantikan langkah tegas dan transparansi dari perusahaan energi milik negara tersebut.

    Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait usulan penggantian manajemen Pertamina yang disampaikan DPRD. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Kelangkaan BBM di Kota Minyak, DPRD Balikpapan Desak Evaluasi Total Manajemen Pertamina

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman saat berada di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kota Balikpapan menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman. 

    Ia menilai situasi ini sebagai bentuk kegagalan manajemen Pertamina dan mendesak adanya evaluasi menyeluruh, termasuk pergantian seluruh jajaran manajemen di Balikpapan.

    Menurut Taufik, kelangkaan BBM ini sangat ironis mengingat Balikpapan dikenal sebagai kota minyak dan merupakan lokasi kilang pengolahan minyak milik Pertamina.

    "Balikpapan ini kota minyak. Tapi masyarakat justru mengalami kelangkaan BBM berkepanjangan. Ini aneh dan tidak masuk akal," ujar Taufik kepada awak media, Rabu (21/5/2025).

    Ia menyoroti pergantian struktur organisasi di tubuh Pertamina yang menurutnya tidak memberikan dampak positif, bahkan menimbulkan kebingungan publik.

    "Nama diganti jadi Patra Niaga, tapi kinerja makin tidak jelas. Ini menunjukkan manajemen Pertamina bermasalah," tegasnya.

    Taufik juga menyinggung beragam masalah yang sebelumnya sempat mencuat, seperti isu BBM oplosan dan kelangkaan gas elpiji. Ia menyebut kondisi ini menunjukkan bahwa tata kelola distribusi energi di Balikpapan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

    "Stok ada, tapi masyarakat tetap kesulitan mendapatkan BBM. Sementara daerah lain yang tidak punya kilang minyak justru tidak pernah mengalami hal serupa. Ini sangat janggal," imbuhnya.

    Lebih lanjut, Taufik mendesak Wali Kota Balikpapan untuk mengambil langkah konkret dengan mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Surat tersebut diminta berisi permintaan agar seluruh jajaran manajemen Pertamina, khususnya yang bertugas di wilayah Balikpapan, segera diganti.

    Menurutnya, pembenahan tidak cukup dilakukan dengan peringatan semata. Ia menilai perombakan total merupakan solusi mendesak agar permasalahan serupa tidak terus berulang dan semakin merugikan masyarakat.

    "Ini bukan hanya soal kelangkaan BBM, tapi soal kepercayaan publik terhadap Pertamina. Kalau manajemennya tidak mampu mengelola distribusi di daerah yang notabene pusat pengolahan minyak, bagaimana bisa dipercaya mengelola wilayah lain? Ganti semua. Kalau tidak bisa kerja, lebih baik diberhentikan saja," paparnya dengan nada geram.

    Akibat kelangkaan BBM ini, antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan. Warga harus rela mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan jatah bahan bakar, sementara sebagian lainnya terpaksa pulang dengan tangan hampa karena pasokan sudah habis.

    Kondisi ini turut memukul aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk operasional harian. Selain itu, sektor transportasi umum dan logistik lokal juga mulai terdampak.

    Hingga berita ini diturunkan, kelangkaan BBM masih saja terjadi, hal ini terlihat dari panjangnya antrean di beberapa SPBU. Masyarakat pun terus menantikan langkah tegas dan transparansi dari perusahaan energi milik negara tersebut.

    Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait usulan penggantian manajemen Pertamina yang disampaikan DPRD. (Adv)

    (Sf/Rs)